UPAYA PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

By On Monday, November 11th, 2013 Categories : Kesehatan

Departemen Kesehatan menyadari bahwa pada akhirnya pencapaian visi Indonesia sehat akan sangat bertumpu pada pencapaian desa sehat sebagai basisnya. Salah satu sasaran terpenting yang ingin dicapai adalah “Pada akhir tahun 2008, seluruh desa telah menjadi desa siaga”. Inti kegiatan desa siaga yaitu memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat. Untuk menuju desa siaga perlu dikaji berbagai sumber daya masyarakat yang ada dewasa ini seperti Posyandu, Polindes, Pos Obat Desa, Dana Sehat, Siap Antar Jaga, dan lain-lain. Salah satu Program Desa Siaga adalah program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ( Depkes, 2007). Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dipilih da’^m penelitian ini karena masalah tersebut up to date dan sudah banyak dijalankan di beberapa kota di Indonesia, yang menyangKut sebagian penduduk atau daerah yang luas, dan merupakan salah satu prioritas program kesehatan dari pemerintah dalam usaha mencapai Indonesia sehat 2010 yang sedang berjalan, dan berkaitan dengan masalah kesehatan yang lebih luas. Program PHBS merupakan upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku melalui pendekatan pimpinan (advocacy), bina suasana (social support) dan pemberdayaan masyarakat (empowerment) (Depkes,2004).
Arah kebijakan dan pembangunan kesehatan mengacu pada visi pembangunan kesehatan yang dikenal dengan Indonesia sehat 2010, yaitu salah satunya keadaan di mana manusia hidup di dalam lingkungan yang sehat, berperilaku hidup bersih dan sehat. Dengan demikian, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tetap menjadi komponen yang sangat strategis, baik dari arah pembangunan kesehatan (makro) maupun dari sasaran yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan sendiri (mikro) (Depkes, 2004). Kesehatan bagi sebagian penduduk yang terbatas kemampuannya serta yang berpengetahuan dan berpendapatan rendah masih perlu diperjuangkan secara terus menerus dengan cara mendekatkan akses pelayanan kesehatan dan memberdayakan kemampuan mereka. Di samping itu kesadaran masyarakat bahwa kesehatan merupakan investasi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia juga masih harus dipromosikan melalui sosialisasi dan advokasi kepada para pengambil kebijakan dan Berbagai kegiatan telah dilakukan untuk mencapai’ keberhasilan program PHBS, mulai dari pelatihan petugas       pengelola PHBS tingkat provinsi/kabupaten/kota/ puskesmas’ memproduksi dan menyebarluaskan buku pedoman manajemen1 PHBS, pedoman pengkajian (survei cepat) dan pengolahan data dilengkapi dengan software, serta beberapa media promosi kesehatan baik media cetak maupun elektronik. Untuk melaksanakan program PHBS di tiap tatanan, dilakukan manajemen program PHBS melalui tahap pengkajian, perencanaan, penggerakan, pelaksanaan sampai dengan pemantauan dan penilaian, dan untuk melakukan fungsi-fungsi tersebut diperlukan data berdasar fakta. Menurut Depkes(2006), pendekatan pimpinan (advocacy) adalah upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait (stake holders). Bina suasana (social support) adalah upaya menciptakan opini atau lingkungan sosial yang mendorong individu anggota masyarakat untuk mau melakukan perilaku yang dikenalkan. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk memampukan dan memandirikan masyarakat. Yaitu upaya untuk membangun daya masyarakat dengan mendorong, memotivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki serta berupaya untuk mengembangkannya.

UPAYA PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) | ok-review | 4.5