UPAYA PENCEGAHAN LEPTOSPIROSIS

By On Wednesday, November 13th, 2013 Categories : Kesehatan

Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjangkitnya Leptospirosis dapat dilakukan melalui tiga jalur yaitu intervensi sumber infeksi, intervensi pada jalur penularan dan intervensi pada pejamu manusia. Intervensi terhadap Host, Agent dan Environment memang harus dilakukan secara bersama-sama karena jika tidak maka kasus Leptospirosis tidak bisa diberantas tunias. Sebagaimana yang diganbarkan oleh Model dari Gordon tentang proses terjadinya penyakit pada manusia. John Gordon telah memodelkan terjadinya penyakit sebagai sebatang pengungkit yang memiliki titik tumpu di tengah-tengahnya. Pada kedua ujung batang terdapat pemberat, yaitu Agent (penyebab penyakit) dan Host (populasi berisiko tinggi) yang bertumpu pada Environment (lingkungan). Kondisi sehat jika terdapat kesetimbangan antara Agent dan Host yang bertumpu pada Environment. (Anies, 2006). Dengan mempelajari penyebab serta cara penularannya dan dari beberapa literatur seperti tersebut diatas maka dapat dirangkumkan tentang cara-cara pencegahan Leptospirosis yaitu:
1. Melakukan kebersihan individu (personal hygiene):
a. Usaha-usaha yang dapat dianjurkan antara lain dengan : mencuci kaki, tangan serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah bekerja.
b. Saat banjir biasakan memakai sepatu boot untuk melalui air banjir. Ini untuk mengurangi kemungkinan masuknya bakteri jika ada luka di kaki.
c. Mengenakan sarung tangan melakukan tindakan higienik saat kontak dengan urin hewan, cuci tangan setelah selesai dan waspada terhadap kemungkinan terinfeksi saat merawat hewan yang sakit.
d. Mencuci luka dengan cairan antiseptik, dan ditutup dengan plester kedap air.
e. Mandi dengan sabun antiseptik setelah terpajan percikan urin, tanah, dsn air yang terkontaminasi.
f. Memakai pelindung kerja (sepatu, sarung tangan, pelindung mata, apron, masker).
 
2. Melakukan sanitasi lingkungan dan rumah:
a. Rajin membersihkan lantai, menggunakan cairan yang mengandung anti kuman (des-infektan) untuk mengepel.
b. Segera membersihkan genangan air. Air yang menggenang dan terkena urin tikus bisa menyimpan bakteri leptospirosis.
c. Selalu menutup makanan di meja. Menutup rapat-rapat makanan dengan tudung saji akan menghindari datangnya tikus.
d. Sediakan jebakan tikus berupa lem tikus, racun tikus, atau perangkap biasa. Hal tersebut bisa mengurangi populasi tikus di dalam rumah.
 
3. Melakukan pencegahan terhadap sumber infeksi:
a. Melakukan tindakan isolasi hewan yang terinfeksi (sapi / babi / anjing).
b. Memberikan antibiotik pada hewan yang terinfeksi, seperti penisilin, ampisilin, agar tidak menjadi karier kuman leptospira. Dosis dan cara pemberian berbeda-beda tergantung jenis hewan yang terinfeksi.
c. Mengurangi populasi tikus dengan beberapa cara seperti penggunaan racun tikus, dan pemasangan jebakan.
d. Meniadakan akses tikus ke lingkungan pemukiman, makanan dan air minum dengan membangun gudang makanan penyimpanan / hasil pertanian, sumber penampungan air, dan pekarangan yang kedap tikus, dan dengan membuang sisa makanan serta sampah jauh dari jangkauan tikus.
 
4. Upaya Edukasi:
a. Dalam upaya promotif, untuk menghindari leptospirosis dilakukan dengan cara-cara edukasi, oleh karena itu setiap program edukasi harus melibatkan profesi kesehatan, dokter hewan dan kelompok lembaga sosial masyarakat yang terlibat. Edukasi pada tenaga kesehatan maupun masyarakat umum, mengenai perkembangan terbaru leptospirosis di daerahnya, harus selalu diberikan melalui penyuluhan dengan tatap muka langsung, seminar di rumah sakit, maupun secara tidak langsung melalui sebaran media massa dan media elektronik. Upaya agar leptospirosis tidak dilupakan oleh para klinikus akan meningkatkan identifikasi kasus. Pendidikan masyarakat luas sangat berperan untuk identifikasi faktor risiko, pencegahan penyakit, mengurangi lama sakit dan tingkat keparahan penyakit, melalui pengenalan gejala leptospirosis dan kesadaran untuk segera berobat.
b. Memberikan selebaran ke klinik kesehatan, departemen pertanian, di dalamnya diuraikan mengenai penyakit leptospirosis, kriteria menegakkan diagnosis, terapi dan cara mencegah pajanan.
Leptospirosis identik penyakit pasca banjir karena memang banyaK berjangkit pada daerah yang sehabis kebanjiran. Munculnya penyakit Leptospirosis dipengaruhi faktor-faktor risiko antara lain lingkungan yang terkontaminasi Leptospira, sanitasi lingkungan dan hygiene personal yang buruk serta daya tahan tubuh yang rendah.

UPAYA PENCEGAHAN LEPTOSPIROSIS | ok-review | 4.5