TUJUAN AKHIR DARI SETIAP HERMENEUTIK

By On Wednesday, November 13th, 2013 Categories : Filsafat

Tujuan akhir dari setiap hermeneutik adalah kemampuan memahami penulis atau pengarang melebihi pemahaman terhadap diri kita sendiri. Pernyataan ini seakan-akan mengandung unsur keilahian di dalamnya. Dengan kata lain, seorang sejarawan yang menuliskan segala peristiwa sejarah, tidak jauh dari jaman dimana ia hidup, tidak akan mempunyai pandangan yang lebih jernih bila dibandingkan dengan sejarawan yang hidup sekian abad sesudahnya. Namun pandangan semacam ini bisa dianggap keliru juga. Sejauh prasangka dan keikutsertaan penulis yang bersifat subjektif dijauhkan, maka ia dapat melihat segala peristiwa dalam kebenarannya yang objektif atau sebagaimana mestinya terjadi. Bukti-bukti dan penjelasan yang dipergunakan dalam sejarah tidak selalu harus ilmiah. Sebuah pengakuan seorang saksi mata dapat memberi bobot, lepas dari segala kemungkinan penyimpangan alur ceritanya. Untuk membuktikan kebenaran suatu peristiwa, seorang sejarawan harus meneliti banyak bahan/data. Dalam hal ini seorang sejarawan bagaikan ilmuwan bidang sains yang harus mempergunakan mata “klinik”nya dalam mengamati kebenaran dan memisahkannya dari kekeliruan, serta mempergunakan metodologi tertentu.
Setiap sejarawan juga mengikuti aturan-aturan tertentu, namun seperti dalam bidang seni, aturan-aturan tersebut bersifat¬† ‘cair’, sehingga tidak mengikat ketat melainkan ‘luwes’. Seorang sejarawan juga harus mempergunakan intuisi, sebab keseimbangan antara rasio dan rasa harus dibuat, mengingat bahwa yang rasional itu belum sepenuhnya benar. Karena itu, Dilthey kemudian menekankan supaya psikologi tentang individu masuk dalam hermeneutik. Bahkan segala hal yang dianggap remeh dalam tingkah laku manusia diperhatikan juga oleh hermeneutik (Sumaryono, 1993) Dari pembahasan tulisan ini dapat ditarik beberapa kesimpulan, antara lain adalah: Esensi filsafat ilmu bagi perkembangan ilmu sejarah dapat dilakukan dengan salah satu metode yang terdapat dalam filsafat, yaitu Hermeneutik. Untuk meningkatkan kualitas penafsiran atau interpretasi ilmu sejarah, baik perkembangan ilmu sejarah atau kegunaannya dapat digunakan metode hermeneutik. Agar penafsiran atau interpretasi itu baik, benar dan dapat membawa manfaat bagi manusia. Ini untuk menghindari penafsiran yang bersifat memutar balikkan fakta-fakta sejarah berdasarkan kepentingan tertentu. Sejarah juga merupakan sarana dasar informasi dan komunikasi antar generasi yang dapat memberikan pijakan yang kuat untuk mengambil keputusan-keputusan yang bijaksana dalam menghadapi berbagai macam tantangan dan memanfaatkan berbagai peluang dalam kehidupan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

TUJUAN AKHIR DARI SETIAP HERMENEUTIK | ok-review | 4.5