TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB GURU

By On Wednesday, November 13th, 2013 Categories : Psikologi

Peran guru yang sangat kompleks, dituntut peran ganda menghadapi tantangan dilapangan yang terus berubah dan berkembang, sehingga guru harus profesional di bidangnya. Tugas dan tanggung jawab guru yang kompleks, memerlukan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi sebagai jabatan profesi, persyaratan tersebut antara lain: Pertama, dituntut adanya keterampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam. Kedua, menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya. Ketiga, menuntut adanya jenjang pendidikan keguruan yang memadai yaitu minimal S1. Keempat, adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakan. Kelima, memiliki pengetahuan yang berkembang sejalan dengan dinamika kehidupan. Atas dasar itu bagi seseorang yang memiliki profesi sebagai guru tidak ada jalan lain harus senantiasa belajar untuk dapat mengikuti pengembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan masyarakat. Untuk itu, bagi seorang guru belajar sepanjang masa merupakan prinsip dan perilaku yang harus dilaksanakan. Sebagai seorang guru profesional dihidangnya apa yang diajarkan kepada peserta didik harus selalu up to date, mengikuti perkembangan yang ada, baik perkembangan masyarakat maupun perkem-bangan ilmu pengetahuan. Disinilah letaknya guru profesional juga harus menjadi pendidik dan ilmuwan (Zamroni, 2006). Persyaratan seorang guru harus berpendidikan S1 merupakan kompotensi dasar sebagai capacity yang harus ditumbuhkembangkan, ditempuh melalui jenjang pfendidikan yang khusus menunjang profesi tersebut. Pasal 33 UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003, menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan bentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencer-daskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan .Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis; serta bertanggung jawab. Dilihat dari fungsi dan tujuan pendidikan yang tersirat dalam Sisdiknas, maka guru yang profesional dituntut mengembangkan dan mengimplementasikan kompetensi yang dimiliki. Kompetensi seorang pengajar harus melalui sertifikasi sesuai yang disyaratkan Undang-undang Guru dan Dosen tahun 2005. Atas dasar itu, tidak ada jalan lain sebagai pendidik untuk meningkatkan kemampuannya melalui peningkatan jenjang pendidikan dari strata satu ke strata dua, dari strata dua ke strata tiga, serta kemampuan menulis karya tulis ilmiah. Pekerjaan guru yang utama ialah mengajar. Banyak definisi telah dibuat mengenai pengertian profesi, namun sebelum UU Sisdiknas tahun 2003 dan UUGD tahun 2005 belum diakui memenuhi syarat-syarat profesi. Mengajar masih cenderung dipandang sebagai pekerjaan buruh, atau pekerjaan tukang, pekerjaan seniman dan bukan sebagai pekerjaan profesional. Agar suatu pekerjaan (occupation) dapat menjadi profesi diperlukan persyaratan tertentu.
Menurut Wirawan (2002: 11) persyaratan pokok suatu profesi antara lain sebagai berikut: Pertama, Pekerjaan penuh. Suatu profesi merupakan nekerjaan penuh, artinya pekerjaan diperlukan oleh masyarakat agar masyarakat dapat melaksanakan fungsinya. Tanpa pekerjaan tersebut masyarakat akan terganggu. Misalnya tanpa dokter akan banyak anggota masyarakat yang sakit dan meninggal dunia. Tanpa guru banyak anggota masyarakat yang bodoh. Dalam kaitan ini profesi dan pekerjaan merupakan pembagian kerja dalam masyarakat untuk menyediakan layanan yang diperlukan oleh anggota masyarakat dan masyarakat secara keseluruhan. Kedua, ilmu pengetahuan. Profesi merupakan pekerjaan saintifik artinya untuk melaksanakan suatu profesi diperlukan ilmu pengetahuan/sains tertentu. Ketiga, aplikasi ilmu pengetahuan. Aspek aplikasi ilmu pengetahuan adalah penerapan teori-teori ilmu pengetahuan untuk membuat sesuatu, mengerjakan sesuatu atau memecahkan sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat. Keempat, lembaga pendidikan profesi. Ilmu pengetahuan yang diperlukan. Profesional untuk melaksanakan profesinya harus dipelajari dari lembaga, pendidikan tinggi yang khusus me¬ngajarkan, menerapkah, dan meneliti serta mengembangkan ilmu tersebut. Profesional harus mengikuti pendidikan, lulus ujian dan berijazah lembaga pendidikan tinggi dalam bidang ilmu yang diperlukan oleh profesi. Kelima, perilaku profesional. Perilaku profesional menurut Bernard Barber harus memiliki persyaratan sebagai berikut : (1) Mengacu kepada ilmu pengetahuan, (2) Berorientasi kepada interest masyarakat (klien) bukan interest pribadi, (3) Pengontrolan perilaku diri sendiri dengan mempergunakan kode etik, (4) Imbalan atau kompensasi uang atau kehormatan merupakan symbol prestasi kerja bukan tujuan dari profesi. Salah satu aspek dari perilaku profesional ialah otonomi atau kemandirian dalam melaksanakan pekerjaannya. Keenam, standar profesi. Standar profesi adalah prosedur dan norma-norma dan prinsip-prinsip yang dipergunakan sebagai pedoman agar keluaran kuantitas dan kualitas pelaksanaan profesi tinggi sehingga kebutuhan orang dan masyarakat ketika diperlukan dapat dipenuhi. Isinya mengatur semua aspek profesi berupa masukan, proses dan keluaran pelaksanaan profesi. Ketujuh, asosiasi profesi profesional mengorganisir diri dalam suatu organisasi profesi. Organisasi profesi merupakan organisasi inklusif yang beranggotakan hanya profesional bidang tertentu sedangkan serikat bekerja beranggotakan profesional dan nonprofesional. Tujuan organisasi profesi adalah mengembangkan profesi dalam hubungannya dengan majikan. Kedelapan, kode etik profesi. Kode etik adalah kumpulan norma-norma yang merupakan pedoman perilaku profesional dalam melaksanakan profesinya. Orang yang memenuhi persyaratan untuk mengerjakan profesi disebut sebagai profesional. Profesionalisme adalah ide, aliran atau pendapat bahwa suatu profesi harus dilaksanakan oleh profesional dengan mengacu kepada norma-norma profesionalisme.
Berdasarkan persyaratan- persyaratan yang harus dipenuhi oleh guru sebagai syarat suatu jabatan daoat dikatakan jabatan profesi. Guru yang telah memperoleh sertifikasi dalam jabatan dapat dikategorikan sebagai profesional. Seorang penyandang profesi dipandang profesional dalam menjalankan tugasnya manakala mereka telah memenuhi standar-standar tertentu, anatara lain : (1) Dasar ilmu atau teori yang sistematis, yang diperoleh melalui proses pendidikan yang lama sampai setara S1 atau lebih; (2) Kewenangan profesionalnya diakui oleh klien; (3) Sanksi dan pengakuan masyarakat akan keabsahan kewenangannya; (4) Kode etik yang regulatif; (5) Budaya profesi yang dinamis dan terus berkembang; serta (6) Persatuan profesi yang kuat dan berpengaruh (Volmer : 1966). Sertifikasi guru dalam jabatan memiliki kualifikasi akademik berpendidikan minimal S1 ini menunjukkan syarat minimal yang harus dipenuhi sebagai standar pengetahuan dan keilmuwan dalam memberikan layanan kepada peserta didik. Salah satu tujuan sertifikasi adalah menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembayaran. Ini menunjukkan kewenangan profesionalnya diakui oleh klien. Acuan sebagai payung jabatan guru sebagai profesi UU Sisdiknas tahun 2003, UUGD tahun 2005, dan peraturan menteri Pendidikan Nasional No. 18 tahun 2007 tentang sertifikasi guru dalam jabatan, maka tidak ada keraguan lagi bagi masyarakat untuk memberikan pengakuan atas jabatan guru sebagai profesi. Akumulasi kegiatan guru untuk kenaikan jabatan fungsional maupun unsur-unsur penilaian portofolio sertifikasi guru dalam jabatan karya pengembangan profesi, merupakan unsur kegiatan yang tidak terpisahkan. Pengembangan profesi adalah kegiatan guru dalam rangka pengalaman ilmu dan pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk peningkatan mutu baik bagi proses belajar mengajar dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya mampu dalam menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan dan kebudayaan. Kompetensi profesional seorang guru ditunjukkan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu; dan penguasaan konsep-konsep dan metode disiplin keilmuwan, teknologi, atau seni yang relevan, yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu. Ini menunjukkan jabatan guru sebagai profesi di tuntut untuk terus menerus mengembangkan dan meningkatkan diri secara dinamis untuk menunjang profesional melalui kegiatan ilmiah. Di sinilah letaknya guru profesional juga harus menjadi pendidik dan ilmuwan dalam pengembangan profesinya.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB GURU | ok-review | 4.5