TINGKAT UPAH DAN UPAH DIFERENSIAL

By On Friday, January 24th, 2014 Categories : Ekonomi

VOTING SHARES / SAHAM YANG MEMPUNYAI HAK SUARA adalah SAHAM BIASA ( ORDINARY SHARES) yang memungkinkan seorang PEMEGANG SAHAM (SHARE HOLDER) mempunyai satu suara atas sedap saham yang dipegangnya dalam RAPAT UMUM TAHUNAN (ANNUAL GENERAL MEETING) suatu perusahaan. Lihat juga share capital.
WAGE / UPAH adalah PEMBAYARAN (PAY) yang diberikan pada seorang pegawai untuk penggunaan TENAGA KERjAnya (LABOUR) sebagai suatu FAKTOR PRODUKSI (FACTOR OF PRODUCTION). Upah biasanya dibayar atas dasar mingguan dan besarnya akan tergantung pada TINGKAT UPAH ( WAGE RATE) per jam dan jumlah jam yang merupakan dasar kerja mingguan. Sebagai tambahan, pegawai- pegawai dapat menambah upah dasar mereka dengan bekerja LEMBUR (OVER TIME). Sebagai suatu alternatif dari pembayaran para pekerja dengan dasar jam kerja (suatu sistem “pembayaran berdasarkan waktu”), pegawai-pegawai dapat dibayar sesuai dengan output yang dihasilkan (suatu sistem “pembayaran berdasarkan hasil”). Dalam istilah umum, upah adalah suatu sumber pendapatan dan merupakan suatu bagian dari PENDAPATAN NASIONAL (NATIONAL INCOME) .
Lihat SALARY, NATIONAL INCOME ACCOUNTS.
WAGE DIFFERENTIAL / UPAH DIFERENSIAL adalah pembayaran dengan TINGKAT UPAH (WAGE RATE) yang berbeda kepada kelompok-kelompok pekerja yang berbeda. Upah diferensial timbul sebagai akibat dari tiga faktor utama:
(a) perbedaan dalam keahlian, latihan dan tanggung jawab pekerjaan (ahli bedah dibayar lebih mahal daripada perawat, manajer dibayar lebih mahal daripada buruh);
(b) perbedaan dalam tingkat pertumbuhan dan tingkat PRODUKTIVITAS (PRODUCTIVITY) antar industri (industri-industri dengan pertumbuhan dan produktivitas tinggi membayar lebih mahal dibandingkan dengan indus¬tri dengan produktivitas rendah atau yang sedang mengalami penurunan);
(c) perbedaan antara wilayah-wilayah dalam pendapatan per orang dan tingkat kesempatan kerja lokal (daerah-daerah yang makmur pada umumnya membayar lebih mahal dibandingkan dengan daerah yang kurang makmur).
Upah diferensial yang mendorong MOBILITAS (MOBILITY) tenaga keija yang lebih besar antara pekerjaan-pekeijaan dan industri-industri serta yang mendorong tingkat produktivitas yang tinggi, memegang peranan yang penting dalam menghasilkan suatu pemanfaatan sumber daya tenaga kerja yang lebih efektif. Sebaliknya, beberapa upah diferensial dapat memperbesar hambatan-hambatan baik ekonomi maupun sosial, khususnya dalam hal-hal yang mencerminkan diskriminasi rasial atau jenis kelamin, dan eksploitasi pekerja oleh majikan yang sangat berkuasa (tenaga kerja “toko gula-gula”). Dengan pengertian yang sama, upah diferensial yang “tidak pada tempatnya” yang timbul dari penyalahgunaan kekuatan monopoli serikat dagang akan mengurangi pemanfaatan mak¬simal sumber daya tenaga kerja.
WAGE RATE / TINGKAT UPAH adalah HARGA (PRICE) dari TENAGA KERJA (LABOUR). Dalam suatu PASAR TENAGA KERJA (IJKBOUR MARKET) yang bersaing, tingkat upah ditentukan oleh permintaan untuk, dan penawaran dari, tenaga kerja. Kurva permintaan untuk tenaga kerja sebagai suatu masukan faktor mempunyai kemiringan yang bergerak dari kiri atas ke kanan bawah yang menunjukkan suatu penurunan dalam produktivitas tenaga kerja marginal pada saat tenaga kerja yang digunakan bertambah. Posisi dan kemiringan dari kurva permintaan untuk suatu jenis tenaga (f kerja tertentu akan tergantung pada produktivitas dan ELASTISITAS PERMINTAAN TERHADAP HARGA (PRICE EiJiSTiCY OF DEMAND) untuk produk yang dihasilkan oleh tenaga kerja tersebut (lihat MARGINAL-PHYSICAL PRODUCT dan MARGINAL-REVENUE PRODUCT). Kurva penawaran (S) untuk tenaga keija mempunyai kemiringan yang bergerak dari kiri bawah ke kanan atas berarti semakin tinggi tingkat upah maka semakin besar jumlah tenaga keija yang ditawarkan. Posisi dan kemiringan dari kurva penawaran untuk tenaga kerja akan tergantung pada keahlian dari tenaga kerja yang bersangkutan dan mobilitas mereka dari pekerjaan atau wilayah yang satu ke pekeijaan atau wilayah lain. Tingkat upah keseimbangan adalah We di mana kedua kurva tersebut berpotongan.
Dalam praktek, kekuatan penawaran dan permintaan dalam pasar tenaga kerja biasanya dipengaruhi oleh kekuatan SERIKAT DAGANG (TRADE UNIONS) (lihat COLLECTIVE BARGAINING) yang dapat mempengaruhi penawaran dari tenaga kerja, dan pada situasi yang sama, para majikan yang berkuasa dan asosiasi-asosiasi para majikan dapat mempengaruhi permintaan terhadap tenaga kerja. Tingkat upah juga dapat dipengaruhi oleh kebijakan pasar tenaga kerja pemerintah, seperti peraturan TINGKAT UPAH MINIMUM (MINIMUM WAGE RATE) dan ketentuan jam keija maksimum, serta kebijakan ekonomi makro pemerintah seperti KEBIJAKAN HARGA DAN PENDAPATAN (PRICES AND INCOMES POUCY) . Contoh, jika serikat dagang pemasok tenaga kerja monopoli, atau peraturan tingkat upah minimum pemerintah menetapkan suatu tingkat upah sebesar Wm, maka dampaknya adalah akan terciptanya PENGANGGURAN (UNEMPLOYMENT) sebesar QjQg.
WAGE STICKINESS / KEKAKUAN UPAH adalah kecenderungan lambatnya UPAH (WAG£S) untuk menyesuaikan diri sebagai reaksi terhadap KELEBIHAN PENAWARAN (EXCESS) dalam PASAR TENAGA KERJA (LABOUR MARKET). Pada suatu keadaan di mana pasar tenaga kerja diwarnai dengan kekakuan upah, maka suatu kekurangan PERMINTAAN AGREGAT (AGGREGATE DEMAND) biasanya akan mengakibatkan PENGANGGURAN DI LUAR KEMAUAN (INVOLUNTARY UNEMPLOYMENT).
Lihat KEYNESIAN ECONOMICS, ADJUSTMENT SPEED.

TINGKAT UPAH DAN UPAH DIFERENSIAL | ok-review | 4.5