TEORI PERMAINAN DAN PENERAPANNYA DALAM ILMU EKONOMI

By On Friday, October 25th, 2013 Categories : Psikologi

Teori permainan berhubungan dengan variasi situasi di mana beberapa pengambil keputusan saling berhadapan, dan tingkat kepuasan yang dicapai oleh salah satu dari mereka tidak saja tergantung pada pilihannya tetapi juga pada pilihan dari yang lainnya. Situasi seperti ini me-rujuk pada istilah “games” (permainan). Teori permainan mempelajari segala kemungkinan hasil dari suatu pertemuan atau interaksi, sama seperti permainan, dan mencoba untuk memperkirakan sifat-sifat aktual para pemainnya. Aneka permainan tersebar dalam kehidupan ekonomi. Contohnya dapat dilihat pada interaksi antara para pekerja dalam suatu perusahaan, persaingan antara perusahaan-perusahaan yang berkecimpung dalam bidang/pasar yang sama, negosiasi antara perusahaan dengan pemasok, dan proses pengambilan keputusan dalam bidang ekonomi dari suatu pemerintahan guna menghadapi perekonomian global yang kian kompetitif dan saling-tergantung ini. Perumusan teori permainan lebih dulu diakui keterkaitannya dengan bidang ekonomi, dan baru sekitar tahun 80-an teori tersebut digunakan secara luas dalam berbagai bidang. Sekarang teori ini menjadi salah satu yang paling sering digunakan sebagai sarana riset dalam ekonomi. Teori permainan terbagi menjadi teori kooperatif dan non-kooperatif. Dalam teori permainan kooperatif, pengambil keputusan dapat menetapkan keputusan yang mengikat mengenai strategi mereka, sedangkan dalam teori permainan non-kooperatif keputusan seperti itu tidak dapat diajukan. Pada awalnya teori permainan kooperatiflah yang menarik perhatian para ekonom, tetapi teori permainan non-kooperatif kemudian menjadi lebih penting. Untuk melihat bagaimana teori permainan dapat diterapkan dalam ekonomi, pikirkanlah contoh situasi pada sejumlah perusahaan yang berkompetisi pada pasar yang sama, sehingga masing-masing harus membuat keputusan tentang produk-produknya, harga yang akan dibebankan kepada pembeli, masalah periklanan, dan lain sebagainya. Dapatkah perusahaan-perusahaan dirangsang melalui kompetisi untuk membuat pilihan-pilihan yang akan menarik para pembeli walaupun tindakan-tindakan itu mengharuskannya mengeluarkan banyak biaya dan menunda keuntungan seketika? Analisis teori permainan memperkirakan bahwa kelompok-kelompok kecil dari setiap perusahaan yang suasana terbuka dapat mempertahankan keuntungan yang tinggi dan menghindari dorongan untuk berkompetisi secara tidak sehat; walaupun tidak diwajibkan, perjanjian rahasia diperbolehkan. Biasanya, perusahaan-perusahaan yang terlibat akan mengembangkan norma-norma perilaku yang telah diakui positif, dengan secara tidak langsung mendukung sikap bahwa penyimpangan- penyimpangan akan dijatuhi hukuman berupa tekanan kompetisi yang agresif. Hukuman seperti itu mudah dilaksanakan pada pasar yang terbuka (tentu saja keterbukaan dari pasar tersebut memiliki batasan sosial tertentu, dan tidak sepenuhnya bebas atau terbuka). Seringkali transaksi ekonomi tidak ditentukan melalui persaingan pasar, melainkan melalui negosiasi atau tawar-menawar antara kedua belah pihak: sebagai contoh kompensasi yang dirundingkan antara perkumpulan dagang dan organisasi pemilik perusahaan. Dalam konteks ini, teori permainan menerangkan berbagai faktor, seperti ketenangan atau kesediaan berkompromi atau untuk mengambil resiko, yang menentukan suksesnya perundingan. Perunding mungkin akan diuntungkan jika mereka dapat meyakinkan pihak lawan bahwa mereka memiliki pendapat dan posisi yang perlu dipertimbangkan; tanpa adanya kepercayaan seperti itu, perundingan terancam gagal. Hal ini memang belum menjamin keberhasilan, namun jika hal ini dapat ditunjukkan. maka kredibilitasnya akan terjaga dan sedikit banyak hal ini akan membantu kelancaran perundingan. Teori permainan menerangkan perbedaan antara kemampuan dan tindakan yang perlu diambil dan yang tidak berarti dalam suatu penawaran. Contoh lain dari aplikasi teori permainan dalam ilmu ekonomi dapat dilihat mulai dari analisis struktur internal suatu perusahaan hingga teori-teori kebijakan ekonomi dalam konteks internasional. Teori permainan yang berguna dalam situasi di mana informasi terbilang langka.
Sejak tahun 1970-an ilmu ekonomi mulai banyak berhubungan dengan masalah informasi, dan bidang studi baru yang dikenal sebagai “ekonomi informasi” pun segera berkembang. Contohnya adalah studi pasar, khususnya terhadap barang-barang yang hadir dengan kualitas yang berbeda, sedangkan pembeli tidak dapat mengamati kualitas secara tuntas ketika hendak membelinya. Hal ini bisa menyebabkan barang-barang berkualitas baik akan hilang dari pasaran, atau akan mendorong pemasok barang seperti itu akan membuat upaya-upaya khusus untuk membedakan mereka dari pemasok lainnya. Teori permainan, sebelumnya telah dapat memberikan pemahaman atas masalah-masalah yang timbul dari kelangkaan informasi ekonomi, karena teori ini dapat menyajikan berbagai perkiraan atau kemungkinan informasi alternatif. Bisa atau tidaknya teori permainan mengatasi kesulitan-kesulitan yang timbul dari kelangkaan informasi, masih menjadi bahan diskusi.

TEORI PERMAINAN DAN PENERAPANNYA DALAM ILMU EKONOMI | ok-review | 4.5