TEORI KETIDAKSESUAIAN

By On Saturday, November 23rd, 2013 Categories : Psikologi

Variasi ketiga pendekatan konsistensi kognitif adalah bahwa sikap akan berubah demi mempertahankan konsistensi dengan perilaku nyatanya. Wujud utamanya adalah teori ketidaksesuaian kognitif, yang dikemukakan pertama kali oleh Leon Festinger (1957). Seperti telah dikemukakan sejak awal, teori ketidaksesuaian difokuskan pada dua sumber pokok ketidakkonsistenan sikap-perilaku: akibat pengambilan keputusan, dan akibat dari perilaku yang saling bertentangan dengan sikap (counterattitudinal behavior). Biasanya keputusan menimbulkan beberapa ketidakkonsistenan, karena tindak memutuskan mempunyai arti bahwa Anda harus membuang sesuatu yang diinginkan (segala sesuatu yang anda putuskan untuk tidak dilakukan) dan menerima sesuatu yang tidak begitu diinginkan (bahkan pilihan yang terbaik pun biasanya memiliki beberapa kekurangan). Pada saat anda melakukan perilaku yang bertentangan dengan sikap; seperti misalnya bekerja pada jabatan yang membosankan (mungkin karena Anda membutuhkan uang) atau mengikuti perkuliahan yang tidak menarik (mungkin karena diwajibkan), ketidakkonsistenan timbul di antara sikap dan perilaku Anda. Ketidakkonsistenan semacam itu dilukiskan sebagai hasil ketidaksesuaian kognitif, yang bisa dikurangi melalui sejumlah cara. Salah satu cara yang amat menarik adalah dengan mengubah sikap sehingga konsisten dengan perilaku. Kita akan mendisjkusikan lagi hal ini, membahas prediksinya dan menggambarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan tentang hal itu.

TEORI KETIDAKSESUAIAN | ok-review | 4.5