SKEMA PERBEDAAN INDIVIDUAL

By On Monday, November 25th, 2013 Categories : Antropologi

Orang tentu saja dapat mempunyai skema yang berbeda tentang hal sama. Ada yang tidak berpikir skematik melainkan askematik. Ada berbagai skema yang dianut secara luas. Satu contoh paling umum dinyatakan oleh penemuan yang sudah lebih dahulu kita bicarakan, bahwa dua jenis dimensi evaluatif mendasari sebagian 5esar kesan yaitu dimensi sosial dan intelektual. Ini menunjukkan bahwa para pengamal nrtiumnya sama-sama menganut teori kepribadian implisit—yakni, bahwa kualitas sosial seperti “senang menolong”, “tulus”, dan “populer” berjalan bersamaan, dan kualitas intelektual seperti “ilmiah”, “yakin” dan “bertanggung jawab” adalah sesuai. Selaras dengan itu, banyak stereotip ras dan etnik yang juga dianut secara luas. Sebaliknya, orang juga mempunyai skema masing-masing di samping skema yang mereka anut bersama. Contohnya, seseorang dapat menggambarkan orang lain sesuai dengan tingkat rasa humor dan kehangatannya, sementara orang lain menganggap karakteristik tersebut relatif tidak penting dan sebaliknya, lebih menilai ketekunan serta religiositas orang tersebut.
Berbagai kelompok orang yang berbeda juga akan memiliki skema yang berlainan tentang urutan perilaku Para ahli akan memilih bagian perilaku yang lebih halus dibandingkan dengan orang yang masih awam. Seorang pemain tua yang menjadi pelatih, akan melihat tindakan terpisah dalam permainan seorang pemain luar dibandingkan seorang asing yang pertama kali menonton pertandingan tersebut. Penonton itu paling-paling akan berpikir “alangkah bagusnya cara dia melakukan smash.” Sebaliknya pelatih akan berpikir “Apakah dia melakukan loncatan yang bagus ketika melakukan smash? Cukup gesitkah dia? Kepada siapakah dia umpan bola tadi?” Riset Newtson menunjukkan bahwa jika orang diperintahkan untuk membuat pembedaan secara lebih jelas, maka mereka mengembangkan kesan lebih meyakinkan atas orang pemberi stimulus tadi. Dengan kata lain, semakin banyak titik potong yang kita lihat pada arus perilaku seseorang, semakin banyak informasi yang kita terima dan semakin kuat kesan yang kita kembangkan.
Kelompok manusia dapat berbeda dalam skema-skema mereka. Kasus yang agak menarik berkenaan dengan teori yang dianut awam tentang inteligensia, kelihatannya para mahasiswa memiliki skema inteligensia yang dihubungkan secara erat dengan inteligensia akademik, sedangkan yang bukan mahasiswa (orang yang diwawancarai di pasar swalayan dan di stasiun kereta api) melihatnya lebih erat berhubungan dengan inteligensia sehari- hari, lebih memikirkan kemampuan memecahkan masalah secara praktis, kemampuan sosial, dan seterusnya.
Bagian menarik lain dari skema ialah bahwa mereka seringkah mempunyai organisasi hirarkhi. Mereka dapat memiliki unsur umum dan abstrak, serta unsur yang lebih konkret dan khusus. Kita misalkan bahwa kita mempunyai skema mengenai “pesta cocktail.” Biasanya pesta seperti itu diadakan pada sore atau malam hari, di rumah seseorang. Ada sejumlah tamu dan tuan dan nyonya rumah; ada makanan dan banyak minuman keras (yang semuanya lebih pantas disediakan dan disajikan tuan dan nyonya rumah daripada para tamu). Orang- orang tersebut biasanya berinteraksi dengan berdiri dan saling bercakap-cakap daripada menonton suguhan umum (seperti nyanyian) atau tidur atau lari dalam lingkaran. Singkatnya, kita memiliki gambaran yang jelas, berkembang baik, dan agak abstrak dalam pikiran kita tentang “pesta cocktail.” Di situ terdapat standar urutan, sejumlah unsur, dan antarhubungan sebab-akibat yang jelas di antara mereka.
Pada tahap lebih khusus, skema tadi mungkin dapat mempunyai kategori yang berbeda tentang pesta cocktail, yang masing-masing sangat terpilah-pilah. Contohnya, pesta anggur dan keju yang diadakan pada pembukaan sanggar seni jelas sangat berbeda ketimbang pesta klub luar kota yang diadakan tiap Sabtu malam, di mana semua pengusaha lokal dan isterinya mengadakan pertemuan dan minum terlampau banyak serta bercakap terlampau keras, atau ketimbang resepsi diplomatik resmi di suatu kedutaan asing. Di tingkat lebih khusus, skema kita dapat mencakup beberapa pesta khusus yang pernah kita hadiri. Jadi, kita dapat mempunyai skema hirarkhik dari “sebuah pesta cocktail” yang mencakup segala jenis pesta cocktail, beberapa sub-tipe pesta cocktail yang lebih khusus, dan beberapa pesta khusus yang pernah kita hadiri.

SKEMA PERBEDAAN INDIVIDUAL | ok-review | 4.5