SIKAP TERHADAP KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

By On Monday, November 11th, 2013 Categories : Antropologi

Menurut Lau dan Shani, sikap secara umum dinyatakan sebagai kecenderungan manusia untuk bereaksi dengan cara tertentu terhadap suatu situasi. Definisi yang lebih lengkap diberikan oleh Aiken yang menyatakan bahwa sikap merupakan kecenderungan atau tendensi yang merupakan output dari proses belajar (a learned predisposition) daiam bereaksi secara positif atau negatif terhadap objek situasi, institusi atau individu tertentu. Lau dan Shani menyebutkan faktor-faktor dalam sikap antara lain adalah pengalaman, pengetahuan, perasaan, emosi, cara berfikir, kebutuhan, dan tujuan yang ingin dicapai. Dua unsur utama yang membentuk sikap yakni unsur kognitif yang berupa pengetahuan dan unsur emotif yang merupakan penilaian dan apresiasi perasaan (emosi). Aiken menyebut kedua unsur ini sebagai unsur kognitif dan afektif. Intensitas kognitif dan afekif ini pada gilirannya akan membentuk kecenderungan untuk bertindak yang biasa disebut konasi.
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makluk lainnya. Ilmu yang mempelajari hubungan saling ketergantungan antara makluk/organisme hidup dengan lingkungannya, secara fisik maupun biologik dinamakan ekologi. Ekologi dapat dibagi menjadi beberapa sub disiplin yang pada pokoknya termasuk dalam dua kelompok yakni, pertama, ekologi yang mempelajari seluk-beluk satu jenis spesies dalam lingkungannya, kedua, ekologi yang mempelajari beberapa jenis makluk hidup sekaligus berdasarkan habitatnya. Lima kelompok utama yang menjadi pokok pembahasan adalah ekologi, jaringan kehidupan, komunitas biotik, komunitas abiotik dan komunitas manusia. Tata ekologi membahas tatanan atau “order” yang timbul sebagai akibat dari persaingan demi eksistensi. Jaring kehidupan membahas keterikatan semua organisme yang hidup dalam sistem ketergantungan yang beranekaragam yang selalu terus berubah. Dalam tempat tertentu biasanya terdapat masyarakat organisme hidup (biotic community) dan masyarakat benda mati (abiotic community) yang saling berinteraksi. Menurut Darsono, komunitas biotik akan memberikan pengaruh terhadap masyarakat abiotik, dan sebaliknya, dan komunitas abiotik akan memberikan pengaruh terhadap komunitas biotik. Kualitas lingkungan dapat diartikan dalam kaitannya dengan kualitas hidup, yaitu dalam kualitas lingkungan yang baik terdapat potensi berkembangnya kualitas hidup yang tinggi. Kualitas hidup ini dapat diukur dengan tiga kriteria yakni; (1) derajat dipenuhinya kebutuhan untuk hidup sebagai manusia hayati; (2) derajat dipenuhinya kebutuhan untuk hidup manusiawi dan (3) derajat kebebasan untuk memilih. Perkembangan kebijakan, peraturan perundangan dan pengembangan kelembagaan lingkungan hidup di Indonesia dapat dilihat dari telah ditetapkan dan diterbitkannya berbagai peraturan perundang-undangan , antara lain; UU RI No. 3 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mnggantikan UU RI No. 4 Tahun 1982. Masalah mengenai lingkungan hidup mulai muncul di negara maju pada tahun 1960-an yang bermula pada keprihatinan punahnya beberapa spesies mahluk hidup disebabkan rusaknya habitat mereka. Pokok persoalan yang muncul pada saat ini adalah masalah survival (ketahanan hidup). Konsep yang muncul pada dekade ini adalah konsep carrying capacity (daya dukung) dari lingkungan. Pokok peroalan yang timbul adalah apakah sumber daya alam masih kurang dimanfaatkan atau dikuras secara berlebihan. Sesuai dengan undang-undang tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 23 Tahun 1997 Bab l ayat 5, pelestarian lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Upaya untuk mmelihara kelangsungan daya dukung lingkungan hidup ini dicerminkan oleh kegiatan pengelolaan lingkungan hidup. Sesuai dengan Bab I Pasal 1 ayat 2 Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidupnya yang meliputi kebijaksanaan Penataan, Pemanfaatan, Pengembangan,, Pemeliharaan, Pemulihan, Pengembangan Lingkungan Hidup dan Pengendalian Lingkungan. Kelestarian hidup adalah respon evaluatif didasarkan pada penilaian kognitif, efektif dan kecenderungan untuk bertindak atau konasi atau bereaksi secara positif atau negatif dari suatu objek terhadap kesadaran untuk mengelola lingkungan hidup agar pemanfaatan sumber daya alam tidak merusak ekosistem yang meliputi tata ekologi, komunitas biotik, komunitas abiotik dan komunitas manusia yang mencakup penataan pemanfaatan Pengawasan, Pemulihan, dan Pengembangan Lingkungan Hidup.

SIKAP TERHADAP KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP | ok-review | 4.5