SIKAP SELALU BERUBAH

By On Monday, November 25th, 2013 Categories : Psikologi

Sejauh ini kita memusatkan diri pada respons-respons segera terhadap komunikasi satu arah yaitu, dalam kondisi apakah pidato yang dir siarkan lewat televisi, iklan radio, atau percakapan dengan teman segera menimbulkan perubahan sikap? Namun, dalam berbagai kasus, kita ingin mengetahui apakah sikap senantiasa berubah. Terutama kta ingin mengetahui efek pengungkapan pesan secara berulang dan efek yang mungkin bertahan bila pengungkapan itu berakhir.
Pengulangan. Tinjaulah reaksi Anda ketika minggu demi minggu melihat iklan TV di mana para atlit- berwajah-kentang yang sama sedang minum bir dari jenis yang sama dan di bar yang sama pula. Apakah pengulangan ini memperkuat asosiasi Anda antara jenis bir itu dengan atlit-atlit tersebut? Ataukah Anda merasa jemu dengan iklan itu dan segera mematikannya? Penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Zajonc (1968) dan kawan-kawannya menunjukkan bahwa keakraban yang didasarkan pada pengulangan akan meningkatkan rasa suka. Secara tidak langsung hal ini menyatakan bahwa pada umumnya pengulangan akan meningkatkan perubahan sikap. Namun, dalam komunikasi persuasif, nampaknya hanya sampai titik tertentu pengulangan dapat meningkatkan perubahan sikap. Kepada para mahasiswa, Cacioppo dan Petty (1979) menyajikan komunikasi yang berisi delapan argumen yang berbeda tentang kenaikan pengeluaran universitas. Setiap komunikasi disajikan sebanyak satu, tiga atau lima kali. Mereka menemukan adanya peningkatan persetujuan sejalan dengan peningkatan pengungkapan sampai titik tertentu, dan setelah itu menurun. Fungsi U-terbalik ini terjadi bila komunikasi menganjurkan suatu posisi yang menimbulkan kesenjangan yang rendah dan “menyenangkan” bagi mahasiswa itu, dengan menyarankan kenaikan pajak barang-barang mewah, maupun bila menimbulkan kesenjangan yang tinggi dan “tidak menyenangkan” dengan mengusulkan kenaikan uang kuliah. Cacioppo dan Petty juga menemukan bahwa tingkat pengulangan yang tinggi menimbulkan lebih sedikit pemikiran yang menyenangkan dan lebih banyak pemikiran yang tidak menyenangkan, konsisten dengan dugaan timbulnya kejemuan setelah titik tertentu Di mana tepatnya titik itu, atau berapakah jumlah pengulangan yang dianggap “terlalu banyak,,” tidak diketahui. Mungkin tergantung pada nilai “menyenangkan” dan nilai “baru” stimulus, serta interval waktu yang timbul. Dalam setiap kasus, jelas terdapat batas nilai pengulangan.

SIKAP SELALU BERUBAH | ok-review | 4.5