PSIKOLOGI NAIF DARI HEIDER

By On Thursday, November 28th, 2013 Categories : Psikologi

Meskipun terdapat berbagai pendekatan berlainan terhadap proses atribusi, pendekatan-pendekatan tersebut berhenti pada serangkaian prinsip dasar umum yang diacu sebagai teori atribusi (attribution theory). Semuanya ini berkenaan dengan seluruh proses pembuatan atribusi sebab-akibat: yakni apa yang memotivasikan orang untuk memberikan penjelasan mengenai sebab-akibat, bagaimana mereka menentukan penyebab mana yang paling penting, dan berbagai distorsi dalam proses atribusi yang mencegah orang untuk sampai kepada penjelasan sebab-akibat yang akurat. Marilah kita mulai dengan mempertimbangkan yang paling mendasar di antara berbagai prinsip atribusi ini.
Pembuatan teori tentang atribusi dimulai Fritz Heider (1958). Ia merasa tertarik akan cara orang menggambarkan dalam angan-angan apa yang mengakibatkan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana lazimnya tradisi kognitif dalam psikologi sosial, ia mengemukakan dua motif kuat dalam diri semua manusia, yakni: kebutuhan membentuk pengertian mengenai jagad raya yang terpadu, dan kebutuhan untuk mengendalikan lingkungan. Salah satu pokok untuk memenuhi kedua motif tersebut ialah kemampuan meramalkan bagaimana manusia akan berperilaku. Jika kita tidak mampu meramalkan bagaimana orang lain akan berperilaku, maka kita akan memandang dunia secara acak, memberikan kejutan, dan tidak terpadu. Kita tidak akan tahu apakah kita harus mengharapkan pujian atau hukuman untuk prestasi kerja kita, sebuah ciuman atau sebuah tinju di dagu dari seorang sahabat.
Begitu pula, kita harus mampu meramalkan perilaku orang lain agar dapat memperoleh tingkat kendali yang memuaskan atas ling-kungan kita. Untuk menghindari kecelakaan, kita harus mampu meramalkan bahwa truk besar itu tidak akan berbelok secara tiba-tiba pada tikungan huruf U di depan kita. Untuk mengendalikan diet yang kita lakukan, kita harus mampu untuk tetap bertahan makan sepotong roti meskipun kita diberi hidangan kambing guling. Untuk dapat meramalkan bagaimana orang / lain akan berperilaku, kita harus mempunyai sedikit teori dasar mengenai perilaku manusia. Menurut Heider, setiap orang, dan bukan hanya para psikolog saja, mencari penjelasan atas perilaku orang lain. Hasilnya lanamakan psikologi naif – yaitu teori umum mengenai perilaku manusia, yang dianut oleh setiap orang awam.

PSIKOLOGI NAIF DARI HEIDER | ok-review | 4.5