PREDIKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PESISIR

By On Tuesday, November 12th, 2013 Categories : Teknologi

Sebagai salah satu wilayah yang strategis dengan kesibukan ibukota negara, wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK) dan sekitarnya telah mengalami perubahan dengan sangat pesat sejak 10 tahun terakhir. Salah satu indikator yang dapat dijadikan indikasi perubahan Tersebut adalah adanya perubahan lahan atau konversi penggunaan lahan dari lahan-lahan yang alami menjadi lahan-lahan terbangun, seperti : komplek perniagaan, industri maupun komplek permukiman. Perubahan ini diduga mempunyai andil yang cukup signifikan dalam penurunan fungsi wilayah pesisir garis pantai. Penyebab perubahan tutupan/penggunaan lahan yang relatif tinggi di wilayah pesisir Pantai Indah Kapung dan sekitarnya diperkirakan juga menjadi salah satu imbas yang penyebabkan kecenderungan banjir, seperti yang terjadi di sekitar akses jalan tol dari dari ke Bandara Soekarno-Hatta Internasional, sehingga dapat mengganggu ancaman bagi para pengguna jalan tersebut. Agar perubahan lahan yang terjadi dapat membawa dampak positif bagi kepentingan pembangunan tanpa atau dengan dampak negatif yang terkendali, para pengambil keputusan kemungkinan akan memerlukan informasi pola penggunaan lahan tersebut. Informasi tersebut dapat diperoleh dari pemanfaatan data penginderaan jauh yaitu data satelit Landsat dan data satelit Ikonos. Data satelit Landsat menggunakan data temporal dengan resolusi spasial 30m dan 15m, sedangkan data satelit Ikonos dengan resolusi spasial 1m yang merupakan data yang lebih faktual. (Landsat Enhanced Thematic Mapper Plus) yaitu data satelit generasi terakhir yang merupakan pengembangan dari Thematic Mapper (TM) satelit Landsat 4 dan Landsat 5 dengan adanya beberapa penambahan kemampuan seperti penambahan kanal pankromatik dengan resolusi 15 meter. Karakteristik dari sensor satelit Landsat 7/ETM+ dilengkapi oleh 8 saluran/band spektral dengan pengaturan gain tinggi dan rendah yang terpisah, dapat dilihat pada Tabel 1. Satelit Landsat-7/ETM+ ini merupakan satelit generasi terakhir. Data citra Ikonos dapat dianggap mempunyai ketelitian faktual mendekati 100%, ketelitian yang relatif tinggi, dan ketelitian geodetic/posisi yang mencukupi. Pada saat ini data Ikonos sudah dapat dipakai secara meluas, terutama dalam sektor pembuatan peta-peta tematik untuk keperluan tata ruang pada skala besar, yaitu pada skala sekitar 1:5000 an. Yang dimaksud dengan ketelitian factual adalah tingkat kemampuan citra untuk menampilkan jenis obyek-obyek yang terdapat didalamnya secara jelas dan dibandingkan dengan kondisi sebenarnya. Contoh mangrove terlihat jelas sebagai mangrove.

PREDIKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PESISIR | ok-review | 4.5