PERUBAHAN SIKAP YANG SPONTAN

By On Monday, November 25th, 2013 Categories : Psikologi

Rupanya sikap menjadi semakin kuat dengan semakin lamanya orang menganut sikap itu. Tesser (.1978) telah melakukan serangkaian penelitian yang menemukan bahwa pemikiran tentang objek sikap cenderung membuat sikap semakin ekstrim. Jadi, bila Anda menghabiskan waktu yang lebih banyak dari biasanya untuk memikirkan teman baik Anda, mungkin Anda akan semakin menyukainya, sedangkan bila Anda lebih sering memikirkan musuh Anda, mungkin Anda semakin tidak menyukainya. Menurut Tesser, orang meninjau dan menimbang kembali kognisi mereka, dan tekanan konsistensi menggerakkannya ke arah penilaian yang lebih konsisten. Dalam pemikiran tentang sahabat Anda, mungkin Anda ingat sifat tambahannya yang baik atau pengalaman bersamanya yang menyenangkan. Dan mungkin Anda mengartikan kembali kenangan yang kurang menyenangkan untuk memaafkan perilaku teman Anda. Hal yang sama dapat juga terjadi dengan musuh Anda: Anda dapat memperpanjang daftar rasa sakit hati Anda serta menemukan motif paling buruk dari perbuatannya yang nampak baik dan murah hati. Karena proses di mana pemikiran membuat sikap semakin ekstrim memerlukan terciptanya kognisi tambahan dan pengartian kembali kognisi tersebut, maka proses terkuat akan terjadi bila ada skema yang menetapr dan bukannya bila terdapat sikap yang kurang memiliki kedalaman kognitif. Secara spontan sikap juga senantiasa bergerak ke arah konsistensi logis, meskipun dalam ketiadaan tekanan eksplisit untuk memikirkannya. McGuire (1960, 1981) telah meneliti apa yang disebut efek Sokratis (Socratic effect), di mana orang sampai pada kesimpulan logis hanya dari pertanyaan tentang serangkaian premis. Anda akan ingat bahwa Sokrates mampu mengarahkan perhatian siswa-siswanya pada kesimpulan yang sangat canggih dan tepat hanya dengan mengajukan pertanyaan penuntun pada mereka, bahkan ketika mereka yakin bahwa mereka tidak mengetahui jawaban akhir yang diinginkannya. McGuire menunjukkan bahwa proses yang sama terjadi secara spontan pada orang biasa. Dia telah memperlihatkan bahwa pengajuan pertanyaan tentang premis dan kesimpulan silogisme yang logis, membuat mereka lebih konsisten sepanjang waktu. Misalnya, bila Anda yakin bahwa cadangan bensin kemungkinan besar tidak akan meningkat dan bahwa masyarakat tidak mungkin menurunkan pemakaiannya, maka mungkin setiap saat Anda akan sampai pada dugaan tentang terjadinya kekurangan, meskipun tidak terdapat bukti langsung mengenai hal itu. Dalam penelitian McGuire, peningkatan konsistensi kesimpulan terjadi dengan tidak memperdulikan apakah subjek ditanya tentang premis-premis itu sepuluh menit atau tujuh hari sebelumnya.

PERUBAHAN SIKAP YANG SPONTAN | ok-review | 4.5