PERSAINGAN LAWAN KERJA SAMA

By On Monday, November 25th, 2013 Categories : Psikologi

Dalam beberapa kelompok, orang berinteraksi secara koperatif: Mereka saling menolong satu sama lain, berbagai informasi, bekerja bersama untuk mendapatkan keuntungan bersama. Dalam kelompok lain, orang bersaing: Mereka mengutamakan tujuan mereka sendiri dan berusaha menyisihkan yang lain. Apa saja yang menentukan apakah perilaku kelompok akan bersifat kompetitif atau koperatif?
Faktor yang penting adalah struktur ganjaran pada suatu situasi cara pemberian ganjaran dan hasil yang diinginkan. Struktur ganjaran yang kompetitif muncul bila keuntungan seseorang berarti kerugian orang lain. Bila Anda menang dalam permainan poker, pemain yang lain pasti menderita kekalahan. Pertandingan renang Olimpiade, hanya satu orang yang bisa mendapat medali emas. Bila nilai ujian di kelas disusun berdasarkan suatu kurva, hanya beberapa mahasiswa yang bisa mendapat nilai A. Dalam situasi ini, hasil yang diperoleh anggota kelompok terkait secara negatif; salah seorang menjadi yang terbaik bila yang lain buruk. Dalam situasi lain, terdapat struktur ganjaran yang koperatif. Untuk memenangkan jpertandingan, anggota kesebelasan sepak bola harus bekerja sama. Ganjaran perorangan terkait secara positif, sehingga apa yang terjadi pada salah seorang mempengaruhi yang lain. Semakin baik permainan setiap orang, semakin besar kemungkinan tim itu untuk menang.
Struktur ganjaran individualistis timbul bila hasil individu tidak bergantung pada yang lain. Di sini, apa yang terjadi pada salah seorang tidak menimbulkan dampak pada yang lain. Bila seorang guru memberikan nilai A untuk setiap siswa yang 90 persen jawabannya benar, mungkin seluruh kelas mendapat nilai A, atau, tidak seorang pun mendapat nilai A. Nilai perorangan tidak bergantung pada penampilan kelas. Seringkah, struktur ganjaran dalam situasi berbaur atau tidak jelas. Orang dapat memilih untuk bekerjasama atau bersaing. Bagaimanakah perilaku orang bila suatu situasi memungkinkan terjadinya persaingan atau kerja sama? Telaah Laboratorium. Kebanyakan penelitian tentang persaingan dan kerja sama menggunakan laboratorium yang mensimulasi sifat-sifat pokok interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Kita akan membahas penelitian yang menggunakan dua permainan yang paling populer, permainan truk dan dilema narapidana. Kesimpulan umum dari penelitian ini adalah bahwa subjek (biasanya mahasiswa kulit putih dari kelas sosial menengah) cenderung bersaing, meskipun dalam situasi di mana kerja sama merupakan strategi yang lebih menguntungkan.
Dalam suatu eksperimen klasik tentang masalah ini, Deutsch dan Kraus (1960) menggunakan permainan sederhana yang disebut permainan truk. Setiap subjek diminta untuk membayangkan bahwa dia menjalankan truk perusahaan (Perusahaan Acme atau Bolt) dan harus memindahkan sebuah truk sesegera mungkin dari satu tempat ke tempat yang lain. Kedua truk itu tidak bersaing; keduanya memiliki titik awal dan titik tujuan yang berlainan. Namun ada satu hambatan di mana jalur tercepat bagi keduanya bertemu di satu tempat dan merupakan jalan satu jalur, sementara mereka harus berjalan ke arah yang berlawanan. Satu-satunya cara agar keduanya dapat menggunakan jalur tersebut adalah bila salah seorang pemain menunggu sampai pemain lain melewatinya. Bila salah satu truk melewati jalur itu, truk yang lain tidak bisa menggunakannya; dan bila kedua truk memasuki jalur itu, keduanya tidak bisa terus maju, sampai salah satu truk berbalik arah. Sebagai tambahan, setiap pemain memiliki pintu gerbang pada jalur pintas tersebut yang dapat diangkat dengan menekan tombol. Pintu gerbang tersebut dapat digunakan untuk mencegah pemakai jaian. Setiap truk diberi jalur alternatif yang tidak menimbulkan pertentangan satu sama lain, tetapi jalur tersebut lebih jauh. Kenyataannya, jalur itu merupakan semacam perangkap di mana penggunaannya menyebabkan pemain kehilangan angka, sedangkan penggunaan jalur pintas akan memberikan tambahan angka bagi kedua belah pihak, meskipun mereka melakukannya secara bergantian. Para pemain diberitahu bahwa tujuan mereka adalah memperoleh angka sebanyak mungkin bagi mereka sendiri. Tidak ada pernyataan bahwa mereka harus memperoleh angka yang lebih tinggi dari pemain lain. Hasil eksperimen ini mengejutkan. Jelas, kerja sama merupakan strategi terbaik bagi para peserta yang dapat dilakukan melalui penggunaan jalan satu jalur itu secara bergantian. Dengan cara ini, keduanya dapat menggunakan jalur pintas di mana salah seorang pemain akan menunggu beberapa saat, sementara pemain lain melewati jalur tersebut. Sekalipun demikian hanya ada sedikit di antara kedua pemain. Mereka saling tidak mengijinkan pemakaian jalan satu jalur itu, tetapi justru berebut untuk memakainya, mengangkat pintu gerbang mereka, sehingga akhirnya kedua pemain kehilangan angka.
Dalam suatu percobaan yang khas, kedua pihak mencoba menggunakan jalan itu dan bertemu di tengahnya. Selama beberapa saat mereka saling bersikeras untuk tinggal di tempat, saling tidak mau mengalah. Mungkin, kedua pemain tertawa gugup atau mengucapkan kata-kata kotor. Akhirnya, salah seorang pemain akan berbalik, menyingkirkan penghalang, dan menggunakan jalan lain. Pada percobaan berikutnya, mereka akan melakukan hal yang sama, demikian seterusnya. Dalam beberapa percobaan mungkin terjadi kerja sama, tetapi dalam sebagian besar percobaan terjadi persaingan.
 

PERSAINGAN LAWAN KERJA SAMA | ok-review | 4.5