PERMASALAHAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI

By On Thursday, October 31st, 2013 Categories : Antropologi

Banyaknya masalah yang dihadapi oleh Tenaga Kerja Indonesia menunjukkan masih banyaknya kekurangan yang dimiliki oleh para TKI yang perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak. Sebagai contoh jumlah TKI yang pulang dari luar negeri dengan segala jenis permasalahannya dalam bulan April tahun 2004 mencapai 3.170 orang. Dari jumlah tersebut, urutan pertama adalah masalah pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak kerja sebanyak 1.123 orang (35,43 %). Disusul masalah TKI yang sakit sebanyak 745 orang (23,50 %), gaji yang tidak dibayarkan 431 orang (13,59%), tidak mampu bekerja 367 orang (11,57%), penganiayaan 216 orang (6,81%), pelecehan 173 orang (5,5%), kecelakaan kerja 60 orang (1,9%), dokumen tidak lengkap 37 orang (1,2%), dan majikan meninggal 15 orang (0,5%). Rendahnya tingkat pendidikan TKI yang bekerja di luar negeri, mengakibatkan sering terkena perlakuan yang bersifat merugikan dari majikan atau pengguna tenaga kerja. Tingkat pendidikan sangat berpengaruh terhadap penguasaan bahasa serta budaya negara tujuan dan akses informasi teknologi.
Sebenarnya permasalahan yang dihadapi tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri, yaitu menyangkut ketidakadilan dalam perlakuan pengiriman tenaga kerja oleh Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PPJTKI), penempatan yang tidak sesuai, standard gaji yang rendah karena tidak sesuai kontrak kerja yang disepakati, kekerasan oleh pengguna tenaga kerja, pelecehan ¬†dan lain-lainnya. Dari sekian banyak persoalan, jarang yang menempatkan persoalan pendidikan sebagai salah satu faktor terjadinya proses kekerasan terhadap TKI, padahal kalau dikaji secara seksama, faktor pendidikan sangat penting dalam pertimbangan penentuan “menjadi” TKI di luar negeri. Indikator tingkat pendidikan inilah yang sering dijadikan ukuran penempatan (placement) tenaga kerja, yang sangat terkait dengan keamanannya di tempat mereka dipekerjakan. Rendahnya tingkat pendidikan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri seringkah’ mengakibatkan nasib TKI semakin kurang menguntungkan. Meskipun alasan itu tidak seluruhnya benar namun dari kenyataan yang ditemui di lapangan rata-rata yang terkena musibah perlakuan ketidakadilan seperti penganiayaan, pemerkosaan, dan berbagai perlakuan yang bersifat merugikan lainnya kebanyakan mereka yang rata-rata tingkat pendidikannya rendah. Banyaknya tenaga kerja Indonesia yang bekerja ke luar negeri karena kesempatan kerja di Indonesia sangat rendah, dan permintaan tenaga kerja dari luar negeri cukup tinggi. Jumlah tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan rata-rata 12,24 % per tahun, yaitu tahun 2002 sebanyak 480.393 orang dan tahun 2007 sebanyak 696.746 orang, dengan rata-rata per tahun sebanyak 501.000 orang, terdiri dari laki-laki 24,5 %, dan wanita 75,5 %. Tenaga kerja Indonesia di luar negeri bekerja di sektor formal rata-rata 30,82 % per tahun, dan bekerja di sektor informal rata-rata 68,18 % per tahun. Sektor formal didominasi oleh tenaga kerja laki-laki, sedangkan sektor informal didominasi oleh tenaga kerja wanita, yaitu sebagai pembantu rumah tangga.Tenaga kerja Indonesia bekerja di Kawasan Asia Pasifik rata-rata 201.548 orang per tahun (49,5%), dan bekerja di Kawasan Timur Tengah dan Afrika rata-rata 205.612 orang per tahun (50,5%). Untuk Kawasan Asia Pasifik lebih dari 70 % bekerja di negara Malaysia, dan untuk Kawasan Timur Tengah lebih dari 90 % di Negara Arab Saudi. Tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri banyak menghadapi permasalahan, diantaranya: Masalah pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak kerja {35,43 %), masalah TKI yang sakit (23,50 %), gaji yang tidak dibayarkan (13,59 %), dianggap tidak mampu bekerja (13,59 %), penganiayaan (6,81 %).

PERMASALAHAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI | ok-review | 4.5