PERINGATAN BERARTI PERSIAPAN

By On Monday, November 25th, 2013 Categories : Psikologi

Bila seseorang diberitahu sebelumnya bahwa dia akan dihadapkan pada suatu komunikasi yang senjang tentang suatu pokok persoalan yang sangat diperhatikannya, dia lebih mampu melawan persuasi pesan itu. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Freedman dan Sears (1965), anak-anak belasan tahun diberitahu sepuluh menit sebelumnya bahwa mereka akan mendengar pembicaraan yang berjudul, “Mengapa anak-anak belasan tahun sebaiknya tidak diijinkan untuk mengemudikan mobil. Anak-anak belasan tahun yang lain tidak diberitahu tentang pembicaraan itu sampai sesaat sebelum pembicara mulai. Dalam keadaan ini, mereka yang telah diberi peringatan akan kurang terpengaruh oleh pembicaraan itu daripada yang lain. Melalui berbagai cara, peringatan memungkinkan mereka menolak pesan yang sangat tidak menyenangkan ini. Ini memang merupakan penemuan yang masuk akal, dan nampaknya diyakini oleh banyak orang dalam usaha persuasi. Misalnya, kita sering mendengar iklan di radio atau televisi tanpa peringatan bahwa akan ada sebuah iklan. Bahkan, stasiun pemancar menyisipkan iklan sebelum kita benar-benar sadar akan apa yang terjadi. Contoh lain yang mirip meskipun lebih altruistik adalah dokter gigi yang memperingatkan kita akan adanya bagian yang terasa sakit. Nampaknya dia berpendapat bahwa kita akan lebih mampu menahan rasa sakit apabila diperingatkan terlebih dahulu. Kenyataannya, terdapat beberapa bukti eksperimental yang menyatakan bahwa subjek yang diperingatkan beberapa saat sebelumnya bahwa dia akan menerima kejutan listrik melaporkan rasa sakit yang kurang, diban-dingkan subjek yang tidak mendapatkan peringatan terlebih dahulu. Semua ini nampak masuk akal dan dapat ditalar, tetapi mengapa hai ini terjadi? Mengapa peringatan sepuluh menit sebelumnya membantu orang melawan persuasi? Penting bagi kita untuk memperhatikan bahwa semua subjek mengetahui ketidaksetujuan para pembicara dengan mereka  satu-satunya perbedaan adalah bahwa sebagian orang mengetahui hal itu sepuluh menit sebelumnya dan yang lain mengetahui hal itu beberapa saat sebelum pembicaraan. Daya tolak yang lebih besar yang diperlihatkan oleh mereka yang mempunyai jangka waktu peringatan lebih lama berkaitan dengan mekanisme yang bekerja dalam rentang waktu antara peringatan dan pembicaraan.
Kemungkinan besar, seperti prosedur kekebalan, melalui berbagai cara ketahanan individu dilatih dan dengan demikian diperkuat. Meskipun hanya terdapat sedikit bukti untuk memperlihatkan secara langsung bagaimana ketahanan ini diperkuat, mungkin individu menggunakan semua muslihat dan siasat seperti yang telah dibahas sebelumnya. Mungkin dia mengantisipasi argumen-argumen yang akan muncul dari pihak lawan dan mencoba menyusun argumen sanggahan. Petty dan Cacioppo (1977) telah memperlihatkan bahwa periode penundaan antara peringatan dan pembeberan komunikasi memberikan kesempatan pada subjek untuk menyusun lebih banyak argumen sanggahan, meskipun mereka tidak dapat memastikan bahwa argumen sanggahan yang bersifat antisipatif itu bertanggung jawab terhadap peningkatan daya tolak. Mungkin para pendengar juga menggunakan penghinaan terhadap sumber kesenjangan. Seseorang yang telah dikenai prosedur kekebalan memiliki banyak peluang untuk menghina lawan. Demikian pula, orang yang diperingatkan terlebih dahulu memiliki waktu sepuluh menit untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa komunikator itu tidak dapat diandalkan, merugikan, dan memberi keterangan yang salah. Dengan kata lain, individu yang diberi peringatan (atau yang baru saja mengalami serangan ringan) layaknya seperti seorang petinju yang telah dipersiapkan untuk menghadapi suatu pertandingan. Dia telah mengalami latihan, sehingga bila pertandingan itu tiba, dia berada dalam kondisi yang sangat baik dan mampu menghadapi lawannya. Dia juga menghabiskan waktu untuk meyakinkan diri sendiri bahwa lawannya tidak terlalu baik, sedangkan dia sendiri hebat. Ini membuat dia lebih percaya diri dan makin mampu melakukan yang terbaik.
Semua ini dikerjakan pada situasi di mana penerima sangat terikat pada suatu pendapat yang mempunyai kesenjangan dengan pendapat komunikator. Bila pendengar tidak terlalu terikat pada suatu pendapat, peringatan akan memiliki efek yang berlawanan benar-benar memudahkan perubahan sikap. Bila sejak semula seseorang tidak mungkin berpegang teguh pada sikap awalnya, peringatan itu nampaknya berfungsi sebagai isyarat yang menggerakkannya di sepanjang jalan yang telah dipersiapkan, cepat atau lambat. Sebagai contoh, Apsler dan Sears (1968) mengajukan hipotesis bahwa peringatan akan benar-benar memudahkan perubahan sikap di antara subjek yang secara pribadi tidak terlibat dalam topik itu, sedangkan pada subjek yang sangat terlibat akan menimbulkan efek yang menghalangi perubahan. Kepada subjek diberikan komunikasi persuasif yang menyarankan penggantian profesor dengan asisten pengajar pada banyak mata pelajaran tingkat atas. Beberapa subjek diberitahu bahwa perubahan itu akan berlangsung cepat, yang lambat laun akan mempengaruhi pendidikan mereka (keterlibatan tinggi); subjek lain diberitahu bahwa perubahan akan berlangsung beberapa tahun lagi dan tidak akan mempengaruhi pendidikan mereka (keterlibatan rendah). Peringatan yang telah diberikan membantu menghalangi perubahan di antara subjek dengan keterlibatan tinggi, seperti yang terjadi di antara anak-anak belasan tahun yang sangat terlibat dalam pokok persoalan mengenai pengemudi belasan tahun pada eksperimen Freedrqkn dan Sears. Namun, dalam kondisi keterlibatan rendah, peringatan itu akan memudahkan perubahan. Bahkan, kedua efek peringatan ini seringkah dapat dideteksi sebelum subjek menerima komunikasi. Nampaknya, orang yang sangat terlibat sudah mulai menentang sebelum dia dihadapkan pada komunikasi, sedangkan orang yang tidak terlibat tampak melunakkan pendiriannya. Dalam suatu eksperimen, subjek yang sangat terikat pada pendapat awalnya menjadi lebih ekstrim (dan nampaknya lebih tahan terhadap perubahan) bila diperingatkan tentang adanya suatu perdebatan, sedangkan subjek yang kurang terikat menjadi lebih moderat (dan nampaknya lebih mau menerima perubahan) (Sears, Freedman, & O’Connor, 1964). Cooper dan Jones (1970) telah memperlihatkan bahwa perubahan yang bersifat antisipatif ini berkaitan dengan ekspektasi individu terhadap munculnya komunikasi dan kemungkinan efeknya, dan tidak sekedar berkaitan dengan pengetahuan tentang keberadaannya. Subjek dengan keterlibatan lemaku akan melakukan perubahan bila diperingatkan tentang komunikasi yang akan segera muncul, tetapi tidak akan melakukan perubahan apabila diberitahu tentang komunikasi yang tidak disertai pengertian apa pun mengenai kemunculannya di masa mendatang. Masih terdapat beberapa pertentangan di sekitar ketepatan sifat respons terhadap peringatan ini. Sebagai contoh, kita tidak tahu apakah peningkatan daya tahan dari orang-orang dengan keterlibatan tinggi didasarkan pada pemikiran nyata dan antisipasi terhadap argumen, peningkatan penolakan terselubung terhadap komunikator, atau penghinaan sumber. Peringatan-sebelumnya mengilhami munculnya argumen sanggahan yang lebih banyak, tetapi bisa juga itu terjadi sebagai hasil tambahan dari penolakan keras untuk mengalah. Dan beberapa peneliti-menyatakan bahwa perubahan sikap yang bersifat antisipatif di antara subjek yang tidak terlibat bisa lebih nyata daripada yang sebenarnya. Yaitu, dilakukan hanya untuk menghindari kesan seperti orang yang selalu mengalah, dan mungkin tidak murni. Terakhir, kami tidak bermaksud memberi kesan seolah-olah muslihat ini dilakukan secara sengaja. Agaknya, orang cenderung sedikit berpikir tentang pokok persoalan itu, meneliti beberapa hal pokok tersebut dalam pikiran mereka, dan dengan cara ini mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Sejauh yang kita ketahui, semua proses itu benar-benar bersifat kebetulan dan cenderung terjadi secara tidak sengaja. Tetapi efeknya jelas.

PERINGATAN BERARTI PERSIAPAN | ok-review | 4.5