PERANAN KEPEMIMPINAN DALAM PROSES ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT

By On Wednesday, November 13th, 2013 Categories : Psikologi

Telah diketahui bahwa kepemimpinan (leadership) merupakan inti daripada management karena kepemimpinan merupakan motor penggerak bagi sumber-sumber dan alat-alat manusia dan alat lainnya dalam suatu organisasi. Demikian pentingnya peranan kepemimpinan dalam usaha mencapai tujuan suatu organisasi sehingga dapat dikatakan bahwa sukses atau kegagalan yang dialami sebahagian besar ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang dimiliki oleh orang-orang yang diserahi tugas memimpin dalam organisasi itu.
Pada hakekatnya seorang administrator/ manager adalah seorang pemimpin, seorang pemimpin ialah orang yang mempunyai bawahan. Sukses tidaknya suatu organisasi mencapai tujuan yang telah ditentukan tergantung atas cara-cara memimpin yany dipraktekkan oleh orang-orang “atasan” itu. Sebaiknya sukses tidaknya seorang pemimpin melaksanakan tugas kepemimpinannya tidak terutama ditentukan oleh tingkat keterampilan teknis (technical skills) yang dimilikinya, akan tetapi lebih banyak ditentukan oleh keahliannya menggerakkan orang, semakin tinggi kedudukan seseorang didalam organisasi itu harus semakin menjadi seorang “generalist”, sedangkan semakin rendah kedudukannya didalam organisasi ia harus menjadi specialist. Alasannya ialah “apabila seseorang menduduki jabatan berhadapan langsung dengan petugas-petugas operasional dan karenanya tugas utamanya ialah memberikan bimbingan langsung kepada petugas-petugas tersebut. Karenanya ia masih harus menguasai seluk beluk daripada kegiatan- kegiatan yang operatif sifatnya. Seseorang yang berhasil menduduki jabatan pimpinan yang semakin tinggi terutama dalam organisasi yang besar, ia semakin terpisah jauh dari kegiatan-kegiatan operasional dan sifat tugasnya beralih dari pemberian bimbingan langsung kepada petugas-petugas operatif menjadi tugas penentuan tujuan, perumusan kebijaksanaan, penggerakkan kelompok pimpinan pada tingkat yang lebih rendah dan memikirkan hal-hal yang sifatnya lebih menyeluruh. (Stephen P. Robbins. 2001) Dalam hubungan ini perlu ditekankan bahwa seorang pimpinan yang baik adalah seseorang yang tidak melaksanakan sendiri tindakan- tindakan yang bersifat operasional, tetapi mengambil keputusan, menentukan kebijaksanan dan menggerakkan orang lain untuk melaksanakan keputusan yang telah diambil sesuai dengan kebijaksanaan yang telah digariskan.
Dalam setiap organisasi terdapat 3 (tiga) tingkatan kelompok pimpinan, yakni:
1. Top management yang juga sering disebut dengan istilah administrative management
2. Kelompok pimpinan tingkat menengah (middle management), dan
3. Kelompok pimpinan tingkat bawah yang dikenal pula dengan istilah “lower management”, “supervisory management”, “gang leader”, “mandor”, atau “operational management”.
Setiap pimpinan pada tingkat apapun ia bekerja selalu memerlukan dua macam keterampilan (skills), yaitu (1) (technical skills), dan (2) (managerial skills). Aksioma yang berlaku dalam bidang ini ialah bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang didalam organisasi, ia semakin kurang memerlukan technical skills dan semakin banyak manageriai skills. Jika demikian halnya, maka setiap orang yang disebut pemimpin harus selalu berusaha untuk memiliki sebanyak mungkin sifat-sifat kepemimpinan yang baik. Karena seseorang pemimpin tidak seharusnya dan memang tidak pernah beroperasi dalam suasana vakum. Artinya kepemimpinan didalam suatu organisasi hanya efektif jiga kepemimpinan itu diterima oleh orang lain yang disebut bawahan. Maka kepemimpinan harus diimbangi oleh kepengikutan (folllowship). Kepengikutan itu harus didasarkan kepada “teori penerimaan” (acceptance theory). Kepemimpinan seseorang harus diakui dan diterima oleh para bawahannya, sehingga wewenangnya untuk memimpin, keinginan-keinginannya yang hendak direalisasikan, dimanifestasikan oleh kerelaan dan kemampuan bawahan untuk melakukannya sesuai dengan keinginan pemimpin tersebut.
 

PERANAN KEPEMIMPINAN DALAM PROSES ADMINISTRASI DAN MANAGEMENT | ok-review | 4.5