PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH

By On Tuesday, November 12th, 2013 Categories : Antropologi

Sekolah sebagai lembaga pendidikan saat ini banyak mendapat sorotan dari masyarakat akibat menurunnya mutu lulusan yang dihasilkannya. Menurunnya mutu pendidikan di Indonesia sangat menyita perhatian pelaku pendidikan, karena menyangkut lembaga pendidikan yang berfungsi dalam melaksanakan pendidikan. Sorotan yang ditujukan pada sekolah sebagai lembaga pendidikan dapat mengurangi kepercayaan masyarakat yang menganggap bahwa sekolah tidak mampu menghasilkan tamatan yang mampu bersaing dengan perkembangan informasi dan teknologi. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dianggap kurang mampu menempatkan eksistensinya dalam menjawab tuntutan kebutuhan. Keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh guru, sedangkan keberhasilan sekolah ditentukan oleh kepala sekolah. Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, kepala sekolah berperan penting untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai untuk menunjang tujuan pembangunan nasional. Beberapa sekolah di Jakarta yang berada pada peringkat bawah kurang berhasil meningkatkan mutu pendidikan, sehingga siswa-siswa yang dihasilkan jauh dari harapan. Apabila pengelolaan manajemen kurang baik oleh kepala sekolah maka prestasi siswa akan sulit diraih. Peran sekolah sebagai lembaga pendidikan adalah mengembangkan potensi manusiawi yang dimiliki anak-anak agar mampu menjalankan tugas- tugas sebagai manusia, baik secara individual maupun sebagai masyarakat (Nawawi, 1995: 26). Berarti kepala sekolah berperan aktif memberikan motivasi belajar pada siswa dan memberikan dorongan kepada guru dan pegawai agar bekerja dengan semangat tinggi. Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan dapat mencapai tujuan dengan sukses, apabila unit-unit pendukungnya dapat melakukan fungsi-fungsinya dengan baik. Unit-unit pendukung sekolah berjalan dengan baik, apabila kepala sekolah dapat menjalankan kepemimpinan secara efektif. Hal ini senada dengan Peraturan Pemerintah Pasal 12 ayat 28 Tahun 1990 yang menyatakan, kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana prasarana.
Kepala sekolah sebagai pemimpin administrator dan sebagai manajer berfungsi mewujudkan pendayagunaan setiap personil secara tepat agar mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan secara maksimal untuk meperoleh hasil yang sebesar- besarnya, baik dari segi kuantitas maupun kualitas dalam proses pembelajaran di sekolah. Kemajuan suatu sekolah tergantung kepada kepemimpinan kepala sekolah. Apabila kepemimpinan kepala sekolah efektif, maka tujuan sekolah akan dapat dicapai dengan baik. Kepemimpinan kepala sekolah berkaitan dengan tujuan sekolah, yaitu kepemimpinan yang mampu menjalankan hubungan-hubungan kerjasama yang harmonis diantara para guru, siswa, pegawai maupun orang tua, penggunaan sarana/prasarana termasuk kurikulum yang menunjang proses, pendidikan. Kepemimpinan kepala sekolah berkaitan dengan usaha mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan, menggerakkan guru, staf, siswa, orang tua dan pihak lain yang terkait, untuk bekerja/berperan serta berguna mencapai tujuan yang ditetapkan. Dengan demikian, proses pembelajaran berlangsung dengan baik dan tujuan pendidikan dapat dicapai. Problem yang dihadapi sekolah saat ini adalah menurunnya kualitas pendidikan yang ditandai dengan rendahnya nilai UAN 2001/2002.

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH | ok-review | 4.5