PENGUJIAN HIPOTESIS

By On Tuesday, December 17th, 2013 Categories : Ekonomi

HYPOTHESIS TESTING / PENGUJIAN HIPOTESIS adalah pengembangan dan pemakaian kriteria statistik dalam membantu mengambil keputusan tentang kesahihan dari suatu HIPOTESIS (HYPOTHESIS) dalam kondisi yang tidak pasti. Dalam setiap keputusan tentang kesahihan dari suatu hipotesis, ada kesempatan untuk mengambil pilihan yang tepat dan ada risiko dalam pengambilan pilihan yang salah. Pengujian hipotesis menekankan pada pengevaluasian dari kesempatan dan memberikan kriteria yang meminimumkan kemungkinan pengambilan keputusan yang salah.
Misalkan kita ingin memutuskan apakah besar kecilnya suatu perusahaan menggambarkan sistem penggajian, dan kemudian hipotesis diformulasikan, yaitu bahwa rata-rata penggajian adalah lebih besar di perusahaan yang lebih besar. Hipotesis ini dapat benar atau salah dan diterima atau ditolak; pilihan ini digambarkan dalam matriks di bawah ini:
Hipotesis benar Hipotesis salah
Hipotesis diterima keputusan benar kesalahan (tipe 2)
Hipotesis ditolak kesalahan (tipe 1) keputusan benar
Jika hipotesis benar dan hipotesis diterima, dan jika hipotesis salah dan hipotesis ditolak, keputusan akan menjadi benar. Di satu sisi, kita dapat menolak hipotesis yang seharusnya diterima (kesalahan tipe 1), atau kita dapat menerima suatu hipotesis yang seharusnya ditolak (kesalahan tipe 2). Risiko dari membuat kesalahan dalam pengujian hipotesis dapat diminimumkan dengan memakai sampel data yang ada. Untuk menghindari risiko membuat kesalahan tipe 2 dan kesalahan tipe 1, formulasi ya. i g hati-hati dari hipotesis diperlukan. Untuk ini sering dilakukan formulasi hipotesis nol yang diasumsikan lawan dari yang ingin kita buktikan. Dengan contoh yang sebelumnya bahwa rata-rata penggajian adalah lebih besar pada perusahaan yang besar, kita dapat memformulasikan hipotesis nol bahwa rata-rata penggajian adalah sama di antara perusahaan besar dan kecil. Penolakan dari hipotesis nol ini memberikan arti bahwa hipotesis semula diterima. Hipotesa nol ini kemudian dapat diuji dengan data sampel.
jika sampel diambil secara berulang-ulang dari populasi perusahaan sampel ini dapat dipakai untuk menaksir PROBABILITAS (PROBABILITY) membuat kesalahan tipe 1. Kemungkinan membuat kesalahan tipe 1 dinamakan tingkat signifikansi di mana pengujian signifikansi dari hipotesis nol , tersebut akan dilakukan (biasanya 0,01, 0,05 atau 0,10). Tingkat signifikansi selalu disebutkan sebelum pengujian dilakukan.
Langkah terakhir berkaitan dengan pengujian signifikasi: rata-rata pengujian dihitung dari data sampel untuk perusahaan besar dan kecil, dan dibandingkan dengan pengujian yang diharapkan sesuai dengan hipotesis nol, yaitu bahwa penggajian sama di antara perusahaan besar dan kecil. Jika perbedaan antara yang diharapkan (sistem penggajian adalah sama) dengan yang dihitung adalah besar, di mana tidak beralasan disebut menjadi kesempatan, hipotesis nol yang tadinya menjadi dasar ditolak. Di sisi lain, jika perbedaan antara hasil yang diharapkan (sistem penggajian adalah sama) dengan yang dihitung adalah sangat kecil, di mana mungkin karena disebabkan oleh masalah pengambilan sampel, hasilnya adalah tidak signifikan secara statistik. Dalam kasus yang pertama kita menolak hipotesis dan menerima bahwa sistem penggajian adalah lebih besar di perusahaan yang lebih besar. Dalam kasus yang terakhir kita tidak memberikan penilaian tentang masalah ukuran perusahaan dan sistem penggajian selama tidak ada pembuktian hubungan yang jelas. Teknik statistik dari pengujian hipotesis telah dipakai secara luas dalam riset ekonomi empiris.

PENGUJIAN HIPOTESIS | ok-review | 4.5