PENGETAHUAN TEKNOLOGI PERMINYAKAN

By On Monday, November 11th, 2013 Categories : Teknologi

Hubungan antara Pengetahuan Teknologi Perminyakan dan Prilaku Keselamatan Kerja dalam Industri Migas. Pengetahuan tentang teknologi perminyakan merupakan pengetahuan tentang konsep dan teknologi yang digunakan dalam industri migas yang mencakup aspek geologi minyak bumi, yaitu reservoir, pemboran, produksi, pemrosesan dan transportasi. Dalam pemboran migas maka gas yang keluar bukan saja gas bumi yang bermanfaat namun terikut juga berbagai gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia seperti asam sulfida, karbonmonoksida dan uap air raksa. Gas karbonmonoksida (CO) merupakan ancaman yang fatal bagi kesehatan manusia bahkan dapat menimbulkan kematian. Karbondioksida tidak bersifat toksik bagi manusia namun memiliki sifat korosif (penyebab karat) yang sangat berbahaya bagi peralatan industri migas. Gas karbondioksida (C02) yang terhambur ke udara dalam jumlah besar ini akan menimbulkan efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan globai. Konferensi PBB mengenai Lingkungan dan Pembangunan (United Nations Conference on Environment and Development ) di Rio de Janeiro ada tahun 1992 telah menghasilkan konvensi perubahan iklim. Hasii ini ditindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan di Kyoto (Protokol Kyoto) yang menentukan target penurunan C02 dalam jangka waktu tertentu. Pengetahuan tentang hal ini semuanya tercakup dalam pengetahuan teknologi perminyakan yang berkaitan dengan bahaya. Kesadaran ini diduga akan mendorong sikap dan perilaku yang tidak menggampangkan (taken for granted) terhadap prosedur keselamatan kerja yang mendorong perilaku keselamatan kerja yang baik yang sesuai dengan norma dan prosedur yang beriaku.
Hubungan antara Kinerja Manajemen Operasi dan Perilaku Keselamatan Keija dalam Industri Migas Manajemen operasional berfungsi mengatur faktor- faktor produksi berupa bahan, sumber daya manusia, mesin dan berbagai peralatan lainnya sedemikian rupa sehingga proses produksi berlangsung secara efektif dan efisien. Kinerja manajemen merupakan perwujudan nyata manajemen dalam serangkaian kegiatan yang dapat diobservasi dan diukur yang mencakup segenap fungsi manajemen yakni perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Manajemen operasi berfungsi memanfaatkan segenap faktor produksi untuk mencapai tujuan organisasi. Kegiatan manajemen operasi ini pada hakikatnya memiliki dua sisi yakni, pertama, mendayagunakan segenap faktor produksi untuk menghasilakn output sebanyak-banyaknya dan kedua, mengatur dan mencegah agar tidak terjadi kerugian yang tidak diharapkan selama proses berjalan. Dalam industri biasa kedua sisi manajemen ini tidak terlalu berbeda baik secara konseptual maupun operasional, tetapi bagi industri migas mengandung resiko tinggi baik secara ekonomis maupun teknik operasional. Manajemen resiko (risk management) merupakan sisi manajemen yang mendapatkan perhatian khusus dalam pengelolaan industri migas. Salah satu aspek dari hal ini adalah pengaturan mengenai tindakan keselamatan kerja yang merupakan persyaratan bagi kegiatan industri migas. Tahun 25 Nomor 275 Agustus 2008. Hal ini berarti bahwa kinerja manajemen operasi yang efektif akan menaruh perhatian yang besar terhadap sspek: keselamatan kerja yang tercermin dalam penyediaan alat den pengaturan mengenai tindakan keselamatan. Kondisi ini secara organisatoris akan mendukung dan mendorong anggota organisasi untuk berperilaku sesuai dengan tuntutan organisasi. Dengan demikian maka dapat diduga terdapat hubungan positif antara kinerja manajemen operasi dengan perilaku keselamatan terhadap ancaman karbonmonoksida.

PENGETAHUAN TEKNOLOGI PERMINYAKAN | ok-review | 4.5