PENGERTIAN UNI EKONOMI DAN MONETER EROPA

By On Monday, October 21st, 2013 Categories : Ekonomi

Negara-negara Uni Eropa secara formal terikat pada komitmen untuk ikut menciptakan suatu uni ekonomi dan moneter penuh berdasarkan pakta Maastricht yang ditandatangani pada tahun 1992. Sebuah uni moneter antar-negara sesungguhnya berbeda dari uni ekonomi. Sebuah uni ekonomi terdiri dari satu pasar tunggal untuk berbagai barang, jasa, modal dan tenaga kerja, yang pergerakannya tidak akan dibatasi oleh kendala apa pun antara negara-negara yang tergabung di dalamnya. Sedangkan uni moneter mensyaratkan pula pembakuan kurs antara mata uang dari seluruh anggota, dan sejauh mungkin perlu diupayakan terciptanya mata uang bersama dan perumusan serta penerapan kebijakan moneter tunggal yang berskala luas yang mengikat seluruh negara anggota. Sampai saat ini (kecuali Belgia dan Luxemburg) uni moneter secara penuh baru bisa diciptakan dalam cakupan satu negara. Upaya-upaya untuk menciptakan uni moneter yang mencakup lebih satu negara sudah banyak dilakukan (termasuk pula apa yang telah dilakukan oleh sejumlah negara Afrika) namun tidak ada satu pun yang berhasil. Ada pun karakteristik-karakteristik yang harus dipenuhi bagi terciptanya sebuah uni moneter penuh secara efektif adalah:
1. Tidak adanya kontrol kurs dan keuangan sehingga modal bebas mengalir dari satu negara ke negara lain dalam lingkup uni moneter (antara satu negara anggota ke negara-negara anggota lainnya).
2. Tertutupnya kemungkinan perubahan kurs internal berkat adanya satu uang tunggal yang dengan sendirinya hanya memungkinkan ke-beradaan satu kurs saja.
3. Adanya bank sentral yang berwewenang untuk semua negara anggota dalam menjalankan kebijakan moneter.
4. Kebijakan moneter harus dilaksanakan pada tingkat uni (supranasional), bukannya oleh masing-masing negara anggota.
5. Uni tersebut harus memiliki suatu sistem pembayaran bersama.
6. Adanya pasar modal berskala uni dan juga sistem perbankan dengan peraturan-peraturan yang seragam; serta
7. Meskipun masing-masing negara anggota masih dimungkinkan untuk memiliki anggarannya sendiri, uni harus memiliki satu anggaran besar yang didukung oleh semua negara anggota.
Meskipun pada dasarnya anggaran besarnya ini merupakan penggabungan dari semua negara anggota, namun hal ini merupakan simbol persatuan yang sangat krusial karena terciptanya hal itu mensyaratkan dukungan penuh dari masing-masing negara anggota yang sampai batas tertentu harus menyerahkan kemerdekaannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan fiskal. Jadi, unsur-unsur terpenting dari suatu uni moneter adalah praktek pembuatan keputusan dan kebijakan secara terpusat yang mengacu pada kepentingan ekonomi dan finansial uni tersebut secara keseluruhan. Lembaga yang mencatat kemajuan paling jauh dalam membentuk uni moneter ini adalah adalah Uni Moneter Eropa (EMU, European Monetary Union) yang nantinya akan mengambil sebagian kedaulatan dari masing-masing negara anggotanya dalam dua bidang, yakni penentuan kurs dan perumusan kebijakan moneter (pengaturan suku bunga dan pertumbuhan penawaran uang). Jika mata uang bersama dan tunggal berhasil diciptakan (hal ini sampai sekarang belum berhasil diwujudkan) maka kurs tunggal pun akan dapat tercipta. Karena itu pula pengembangan EMU mensyaratkan pula pembentukan sebuah bank sentral Eropa untuk merumuskan dan menerapkan kebijakan moneter berskala uni atau berlaku untuk seluruh negara anggota Uni Moneter Eropa itu. Alasan pembentukan Uni Moneter Eropa adalah, seandainya tingkat integrasi ekonomi dan finansial antara negara-negara anggota dapat ditingkatkan (yang akan mengikis kontrol pertukaran dan penyempurnaan pasar tunggal selama 1990-an), maka hubungan antara segenap anggota akan kian erat sehingga bisa menyerupai hubungan antar-provinsi atau daerah dalam satu negara. Para pendukungnya menyatakan bahwa jika pasar internal bisa dibuat efektif (seperti yang terjadi di Amerika Serikat, di mana masing-masing negara bagian memiliki independensi terbatas dalam penegakan hukum dan penyusunan anggaran) maka terbukalah jalan bagi pembentukan uni moneter melalui mata uang tunggal. Keinginan untuk menciptakan pasar internal yang efektif itulah yang menjadi alasan utama mengapa EMU dimunculkan pada 1990-an segera setelah tercapainya komitmen untuk menyempurnakan program pasar internal itu. Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari perkembangan itu. Sekurang-kurangnya tidak akan ada lagi kesulitan penyeimbangan neraca pembayaran atau peredaman arus-arus permodalan spekulatif yang dari waktu ke waktu acapkali mengakibatkan krisis keuangan. Keuntungan utama yang hendak diraih adalah teredamnya ketidakpastian yang terkandung dalam gejolak dan resiko kurs sehingga tidak akan ada lagi biaya-biaya transaksi yang lazim terjadi dalam perdagangan yang menggunakan lebih dari satu mata uang sehingga volume perdagangan di antara sesama negara anggota akan dapat ditingkatkan. Dalam waktu bersamaan, alokasi modal dan tabungan akan membuahkan tingkat hasil yang lebih tinggi. Selanjutnya hal itu juga dapat meredam potensi konflik dan ketidakpastian antara kebijakan ekonomi dan moneter dari satu negara dengan negara-negara lain. Namun karena kebijakan yang akan dirumuskan selalu mewakili kepentingan regional maka sampai batas tertentu kepentingan nasional harus mengalah. Itu berarti adanya pengangguran yang tinggi di salah satu kawasan akibat keterbatasan daya saing tidak akan dapat diatasi dengan penyesuaian kurs. Pembentukan uni ekonomi dan moneter akan menghilangkan, sekurang-kurangnya mengikis, otonomi kebijakan dan kedaulatan masing-masing negara dalam mengejar tujuan ekonominya masing-masing, sehingga kejutan-kejutan asimetri akan lebih sulit diatasi. Lagipula, banyak pengamat yang mengatakan bahwa syarat-syarat untuk menjadikan Eropa sebagai suatu kawasan mata uang optimal (misalnya adanya mobilitas tenaga kerja yang tinggi dan sebagai- nya) belum ditemukan. Di samping itu, dibandingkan dengan beroperasinya Sistem Moneter Eropa (EMS), rencana pembentukan bank sentral Eropa tunggal masih akan menjadi masalah besar seperti yang diperlihatkan oleh sikap Bundesbank dalam lingkup EMS. Dalam analisis final, tujuan penciptaan suatu uni moneter mensyaratkan pengurangan kedaulatan kebijakan. Namun berbagai masalah lain seperti bagaimana mengatur perilaku pemerintah dari segenap negara anggota dalam suatu pola tindak yang integratif masih dipertanyakan. Jadi masalah inti yang harus diperhatikan di sini adalah sejauh mana masing-masing negara mau dan mampu mempertahankan kemandirian mekanisme kebijakannya dalam lingkup Eropa yang kian integratif itu. Fakta bahwa secara tradisional setiap negara selalu memiliki mata uangnya sendiri. menerapkan dan merumuskan kebijakan moneternya sendiri, dan juga menyusun anggarannya sendiri, ternyata tidak menjamin bahwa negara itu benar-benar memiliki kebijakan yang independen. Artinya ada atau tidak integrasi itu kedaulatan nominal tidaklah sama dengan kedaulatan efektif. Batu loncatan penting menuju Uni Moneter Eropa diciptakan melalui penandatanganan Pakta Maastricht di tahun 1992. Para kepala pemerintahan dari semua negara anggota menyepakati dilanjutkannya proses pengikatan komitmen untuk menciptakan uni moneter. Menurut pakta itu. Uni Moneter Eropa akan terbentuk sekitar tahun 1997 jika mayoritas negara anggota memang menyetujuinya, atau sekitar tahun 1999 jika negara-negara anggota sudah memenuhi kriteria yang disyaratkan berkenaan dengan inflasi, suku bunga, ukuran defisit anggaran dan sebagainya. Nampaknya, hanya sebagian negara saja yang sanggup memenuhi kriteria-kriteria itu sekaligus mempertahankan komitmennya sehingga diperkirakan nantinya di Eropa akan terdapat dua kecenderungan, yang satunya tetap menuju pada uni moneter sedangkan yang lain terus tertatih-tatih menundanya.

PENGERTIAN UNI EKONOMI DAN MONETER EROPA | ok-review | 4.5