PENGERTIAN TERAPI KOGNITIF PERILAKU

By On Tuesday, October 8th, 2013 Categories : Psikologi

Pendekatan kognitif-perilaku terbukti mampu mendukung efisiensi terapi perilaku meskipun aspek doktrinnya terbatas Hal itu dikarenakan pendekatan ini mamadukan tinjauan atas kegiatan-kegiatan kognitif pasien untuk merumuskan prosedur terapi Bertolak dari pnnsip-prinsip dasar pendekatan kognitif-perilaku diimplementasikan meskipun daiam kenyataannya implementasi itu bisa saja bervariasi. Adapun strategi-strategi utama dalam terapi kognitif-perilaku adalah: terapi kognitif-perilaku untuk mengatasi depresi; terapi rasional-emosi; restrukturisasi rasional secara sistematis: pengungkapan dan penanggulangan stres; serta pelatihan kognitif-perilaku bagi anak-anak. Terapi kognitif-perilaku untuk mengatasi depresi bersifat terstruktur, aktif, dan berjangka waktu terbatas. Dalam terapinya, pengalaman-pengalaman belajar sengaja dirancang untuk mengajarkan pasien memantau pemikiran negatif mereka, serta untuk melacak dan dampak pemikiran distorts atau negatif itu. untuk selanjutnya secara bertahap dengan penafsiran yang lebih positif cara realistis guna menghilangkan keyakinan atau gaya hidup disfungsional si pasien. Strategi-strategi perilaku seperti pemantauan suasana hati, ritme kegiatan atau tugas, serta perhatian perilaku yang lebih baik diintegrasikan ke dalam prosedur-prosedur yang lebih kognitif seperti latihan konsentrasi untuk mengubah pemikiran negatif, retribusi dan penyesuaian sikap. Terapi rasional-emosi (RET, rational-emotive therapy) menawarkan sistem teoritis dan terapetis sesuai dengan terapi kognitif-perilaku (Ellis. 1980). Dalam RET, prosedurnya sengaja dibuat agar tidak membangkitkan dampak emosional atau pun perilaku, melainkan terhadap keyakinan-keyakinan sepihak si pasien. Kalau keyakinan-keyakinan si pasien (asumsi asumsinya yang tersembunyi) tidak akurat, atau tidak rasional, atau terbelenggu dalam tuntutan-tuntutan absolutistik atau imperatif, maka perilaku si pasien akan menyimpang dan merugikan. RET mengajarkan si pasien seperti itu untuk mengidentifikasikan dan mengubah pemikirannya yang tidak logis yang meniadi sumber perilaku mereka yang menyimpang. Prosedur restrukturisasi sistematik (rasional systematic rational restrueting) merupakan versi bani RET yang menawarkan deskripsi prosedural yang lebih jelas. SRR menawarkan spesitik untuk memodifikasikan dan menanggulangi kecemasan serta keyakinan-keyakinan irrasional pasien. Implementasinya terdiri dar: empat tahapan, yakni penjelasan mengena; nalar atau iogika pengobatan kepada si pasien; penelaahan irrasionalitas atas keyakinan dan asumsi si pasien: analisis atas berbagai persoalan pasien yang secara langsung atau tak iangsung menyebabkan munculnya pemikiran irrasiona. idalam kasus yang ekstrim ini bisa membuat si pasien sering berbicara sendiri); serta mengajarkan si pasien untuk memodifikasikan pemikirannya serta menghilangkan irrasionalitasnya. Sedangkan prosedur penanggulangan stres (stress inoculation) adalah prosedur tiga tahap yang berfokus pada pengajaran kemampuan-kemampuan kognitif dan perilaku untuk mengatasi situasi yang bisa mengakibatkan stres atau tekanan kejiwaan. Pada tahap pertama, yakni fase edukasional, pasien diajarkan suatu kerangka konseptual yang memungkinkannya memahami stres yang dideritanya secara kognitif. Pada tahap kedua, yakni pelatihan keterampilan, pasien diajarkan untuk mengubah perilakunya sedemikian rupa. Pada tahap terakhir pasien dilatih untuk menerapkan keterampilan atau kemampuan itu guna menghadapi situasi-situasi yang sebelumnya selalu mengakibatkan stres baginya.
Prosedur latihan kognitif-perilaku bagi anak- anak sengaja dirancang untuk mengajarkan pasien menguasai kemampuan berpikir. Sebagai contoh, anak-anak sulit membayangkan apa yang akan terjadi di masa mendatang, atau sering diliputi kesulitan dalam membuat rencana (mereka biasanya impulsif, tak terkontrol, atau gemar mencari perhatian secara berlebihan) digembleng dengan prosedur-prosedur pelatihan yang akan mendorong mereka memahami lalu mengubah verbalisasi dirinya. Terapis dan pasiennya secara bersama-sama berlatih mengucapkan apa yang ada dalam pikiran, untuk selanjutnya diperbaiki. Terapi-terapi kognitif-perilaku tersebut sesuai dengan prinsip integrasi terapetik yang menggunakan semua sumber demi terciptanya pengobatan yang efektif. Ada beberapa unsur dalam terapi itu yang bersifat rintisan seperti perbaikan perilaku melalui kesadaran atas prestasi diri yang selanjutnya dijadikan fokus representasi kognitif atau pijakan penafsiran makna, peristiwa dan segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Singkatnya, ini merupakan metode psikoterapi yang mencoba memadukan dan menyeimbangkan pikiran dan tindakan.

PENGERTIAN TERAPI KOGNITIF PERILAKU | ok-review | 4.5