PENGERTIAN TERAPI KELUARGA

By On Tuesday, October 22nd, 2013 Categories : Psikologi

Terapi keluarga adalah istilah yang merujuk pada teori mengenai berfungsinya keluarga, sekaligus teknik konseling bagi pasangan yang tengah diliputi masalah atau bagi keluarga-keluarga yang tengah terancam keretakan. Teorinya sendiri menyatakan bahwa keluarga adalah suatu sistem fungsi kohesif yang didasarkan pada pola atau aturan tertentu, yang senantiasa dihadapkan pada tekanan. Jadi sistem keluarga itu utuh dan lebih daripada sekedar kumpulan bagian-bagiannya, sehingga harus diobservasi secara keseluruhan. Sistem keluarga yang mengalami mal-fungsi atau gangguan acapkali mengakibatkan gangguan langsung pada individu-individu yang menjadi anggotanya.
Untuk memahami dan mengobati keluarga, para ahli terapi mensyaratkan informasi tertentu, termasuk rincian mengenai budaya, etnik, dan status sosioekonomi keluarga yang menjadi pasiennya itu. dan juga fakta-fakta, sejarah dan fase siklus hidup dari masing-masing anggota keluarga yang bersangkutan. Setiap keluarga memiliki tradisi kontrak pernikahan, mitos, rahasia-rahasia dan loyalitasnya sendiri terhadap masa lampau. Lebih jauh. individu-individu dalam suatu keluarga juga memiliki dinamika, harapan-harapan, dugaan serta pengalaman hidupnya sendiri yang tentunya berbeda satu sama lain. Observasi langsung sangat diperlukan guna mengetahui peranan, koalisi, hirarki dan aliansi antara anggota keluarga, dan juga pola komunikasi, pola hadiah dan hukuman serta distribusi kekuasaan di antara mereka. Yang terakhir, aspek-aspek eksperimental dan etis juga harus diperhitungkan. Tahap terakhir ini mencakup penafsiran pengalaman empati keluarga itu, dan perspektif dari setiap anggota keluarganya, yang semuanya itu akan menjadi bahan kajian yang terbuka dan adil. Para ahli terapi keluarga menggunakan observasi-observasi tersebut untuk membentuk strategi pengobatannnya. Mereka menemui masing-masing anggota keluarga secara langsung guna menjajaki apa yang harus dilakukan agar keluarga itu secara keseluruhan dapat berfungsi secara lebih baik. Pada keluarga-keluarga yang mengalami tekanan maksimum maka tindakan pertama yang harus diambil oleh ahli terapi adalah menghentikan pratek tekanan dan ancaman fisik terhadap anggota keluarga itu, memperkuat koalisi atau hubungan antara orang tua-anak dan suami-istri, serta mempromosikan suatu suasana yang lebih baik. Sasaran-sasaran lain yang harus diupayakan adalah pembinaan komunikasi secara jelas dan terbuka, pengungkapan berbagai atribusi keliru tentang diri masing-masing anggota keluarga khususnya yang berkaitan dengan pengalaman masa lampau, serta penyeimbangan pola hubungan dalam keluarga itu menuju keterbukaan dan keadilan. Ada tiga teknik yang paling lazim diterapkan. Yang pertama adalah eksplorasi identifikasi projektif, di mana setiap anggota keluarga dibangkitkan rasa keterikatannya dengan anggota-anggota lainnya. Kedua adalah pembinaan perilaku keluarga itu melalui serangkaian latihan guna menghilangkan berbagai aspek mal-fungsi da’iam sistem keluarga yang biasanya alergi terhadap perubahan. Sedangkan cara yang ketiga adalah membantu keluarga itu secara aktif untuk menemukan cara-cara mengalahkan cengkraman pengalaman buruk di masa lampau dan merumuskan kesadaran baru demi menemukan cara-cara yang lebih baik agar keluarga tersebut secara keseluruhan dapat berfungsi secara lebih baik. Terapi keluarga ini dianggap lebih efektif ketimbang terapi terhadap masing-masing anggota secara terpisah. Apalagi kalau permasalahannya berkaitan dengan pernikahan yang disfungsional, atau keluarga yang mengalami penyusutan efektivitas akibat kesibukan mengasuh anak atau berbagai masalah lainnya yang bersifat neurotik atau psikosomatik. Fungsi psiko-edukasional dalam keluarga sangatlah penting dalam pemeliharaan keutuhan keluarga yang bersangkutan. Keluarga yang terdidik secara baik akan lebih mudah menciptakan perilaku positif mengenai penyakit, pembahan kejiwaan atau berbagai kemungkinan yang akan mereka hadapi, dan bukan sekedar prasangka atau tindakan penghukuman. Rangkaian pertemuan ahli prikoterapi dengan seluruh anggota keluarga pasien juga terbukti merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi berbagai kesulitan perkawinan secara dewasa.

PENGERTIAN TERAPI KELUARGA | ok-review | 4.5