PENGERTIAN TEORI PERILAKU PERUSAHAAN

By On Friday, November 29th, 2013 Categories : Ekonomi

BEHAVIORAL THEORY OF THE FIRM / TEORI PERILAKU PERUSAHAAN adalah suatu alternatif dari teori tradisional mengenai maksimisasi keuntungan perusahaan yang penekanannya pada sifat dari perusahaan besar sebagai organisasi yang kompleks, yang dikelilingi berbagai masalah mengenai penyatuan pendapat dan komunikasi untuk mencapai sasaran. Teori perilaku mempelajari pertentangan yang melekat antara sasaran perorangan dan sub-kelompok di dalam organisasi dan menyarankan agar tujuan organisasi tumbuh dari interaksi antara perorangan dan sub-kelompok. Cyert dan March, yang membantu mengembangkan teori perilaku menyarankan 5 sasaran (goal) utama yang berkaitan dengan strategi penjualan, output dan harga dalam perusahaan: (a) sasaran produksi; (b) sasaran inventaris; (c) sasaran penjualan; (d) sasaran pangsa pasar; (e) sasaran keuntungan. Setiap sasaran ini akan jadi perhatian utama dari manajer tertentu dalam organisasi dan para manajer ini akan menekankan sasaran tertentu mereka. Sasaran-sasaran menjadi hal yang pokok dalam tawar menawar antar manajer dan sasaran yang muncul akan menjadi kesepakatan dan biasanya dinyatakan sebagai target dengan tingkat yang memuaskan (lihat SATISFICING THEORY). Sekalipun demikian, konflik antara grup/kelompok jarang mengancam kelangsungan kehidupan organisasi karena KELENTURAN ORGANISASI (ORGANIZATIONAL SLACK) merupakan suatu sumber daya keadaan darurat yang mengizinkan para manajer menemukan sasarannya apabila lingkungan perekonomian tidak bersahabat. Dalam rangka mencapai keputusan yang rasional perlu dihilangkan ketidakkonsistenan antara sasaran dan penyelesaian konflik antara tujuan. Teori ekonomi tradisional menyarankan bahwa keputusan rasional dapat f dicapai, dengan melukiskan suatu gambar dari “MANUSIA EKONOMI” (ECONOMIC MAN) yang dapat menjelaskan tujuannya dan melaksanakan tindakan yang konsisten dengan apa yang dicapai. Sementara teori tingkah laku menyatakan bahwa tujuan-tujuan tersebut dirasionalisasi secara tidak sempurna sehingga sasaran baru tidak selalu konsisten dengan kebijaksanaan yang ada; dan sasaran-sasaran tersebut lebih dinyatakan dalam bentuk tingkat target aspirasi daripada memaksimumkan sasaran, target dapat dinaikkan atau diturunkan berdasarkan pengalaman. Sebagai konsekuensinya tidak semua tujuan akan mendapat perhatian dalam waktu yang bersamaan dan tujuan akan berganti sejalan pengalaman. Teori perilaku juga memfokuskan pada masalah komunikasi internal dalam organisasi besar, mengemukakan bahwa keputusan akan didistribusikan ke seluruh perusahaan daripada dikonsentrasikan di puncak piramid organisasi. Hal ini terjadi karena manajer tingkat bawah tidak saja hanya melaksanakan perintah dari atasannya; mereka melaksanakan inisiatif; (a) perencanaan yang rinci dengan batas yang luas dari menejemen puncak, (b) menyimpulkan informasi yang akan disampaikan ke atas sebagai bahan masukan untuk pengambilan keputusan oleh atasannya. Masalah komunikasi ini menjadi kendala bagi senior manajer untuk menetapkan tujuan-tujuan mereka dalam organisasi. Walaupun teori perilaku dari suatu perusahaan adalah sesuatu yang deskriptif, mempunyai kekurangan dalam penilaian yang diperlukan untuk melakukan perkiraan yang dapat diuji, teori ini telah menawarkan pengertian yang berguna tentang tujuan dari perusahaan besar. Lihat juga MANAGERIAL THEORIES, THEORIES OF THE FIRM, PROFIT MAXIMIZATION,

PENGERTIAN TEORI PERILAKU PERUSAHAAN | ok-review | 4.5