PENGERTIAN TEORI PARITAS DAYA BELI

By On Tuesday, January 21st, 2014 Categories : Ekonomi

PURCHASING POWER / DAYA BELI adalah tingkat di mana suatu unit moneter tertentu dapat membeli barang-barang dan jasa-jasa. Semakin besar jumlah barang dan jasa yang dibeli, maka semakin besar daya belinya. Daya beli secara langsung dihubungkan dengan INDEKS HARGA (PIUCE INDEX) eceran dan dapat digunakan untuk membandingkan kekayaan materiil seorang individu rata-rata dari periode waktu yang lalu sampai sekarang.
PURCHASING-POWER PARITY THEORY / TEORI PARITAS DAYA BELI adalah suatu teori penetapan NILAI TUKAR (EXCHANGE-RATE) yang mendefinisikan bahwa dalam suatu SISTEM NILAI TUKAR YANG MENGAMBANG (FLOATING EXCHANGE RATE SYSTEM), nilai tukar menyesuaikan diri untuk menyeimbangkan perbedaan tingkat inflasi (inflation) di antara negara-negara yang merupakan mitra dagang untuk memperbaiki KESEIMBANGAN NERACA PEMBAYARAN (BALANCE OF PAYMENT EQUILIBRIUM). Perbedaan tingkat inflasi dapat mengakibatkan perubahan- perubahan nilai tukar dalam dua cara utama. Yang pertama berhubungan dengan dampak dari perubahan harga relatif pada permintaan impor dan ekspor. Pada saat harga produk-produk negara A meningkat secara relatif lebih tinggi dari produk negara B, maka konsumen-konsumen dari produk ini cenderung berpindah dari A ke B, menurunkan permintaan untuk mata uang A dan menaikkan permintaan untuk mata uang B. Hal ini mengakibatkan adanya suatu DEPRESIASI (DEPRECIATION) nilai tukar bilateral dari mata uang A terhadap mata uang B. Oleh karena itu, tingkat harga dalam negeri yang lebih tinggi dalam negara A “diseimbangkan” oleh suatu penurunan dalam nilai eksternal dari mata uangnya sendiri. Cara yang kedua di mana nilai tukar dapat berubah sebagai tanggapan atas perubahan tingkat inflasi adalah melalui spekulasi (speculation) tentang pergerakan nilai tukar di masa yang akan datang. Pada saat harga meningkat di negara A secara relatif dibandingkan dengan negara B, maka manajer dari portofolio mata uang asing dan spekulator-spekulator mengantisipasi suatu penurunan tertentu dari nilai riil mata uang dalam artian daya belinya terhadap produk yang dapat diperdagangkan dan cenderung menstubtitusi mata uang tersebut dari portofolio mereka, dan akhirnya menyebabkan suatu depresiasi dari mata uang A.
Teori ini mengestimasi bahwa perbedaan tingkat inflasi membawa pada kompensasi perubahan nilai tukar. Akan tetapi, mungkin juga bahwa nilai tukar yang mengubah dirinya sendiri dapat membawa pada perbedaan tingkalt inflasi jika misalnya, permintaan impor sangat inelastis terhadap harga, maka suatu depresiasi nilai tukar dapat mengakibatkan suatu peningkatan dalam inflasi dalam negeri. Oleh karena itu, terdapat suatu masalah berkaitan dengan hubungan sebab dan akibat (lihatDEPRECIATION). Lihat juga ASSET-VALUE THEORY.

PENGERTIAN TEORI PARITAS DAYA BELI | ok-review | 4.5