PENGERTIAN TEORI KESEIMBANGAN UMUM

By On Friday, October 25th, 2013 Categories : Ekonomi

Motivasi yang melatar-belakangi munculnya teori keseimbangan umum adalah keyakinan bahwa suatu perekonomian hanya bisa dipahami sebagai pasar-pasar yang saling berkaitan dan bahwasanya setiap perubahan, misalnya dalam kebijakan atau preferensi ekonomi, bisa mempengaruhi keseimbangan pasar-pasar itu secara keseluruhan. Lebih jauh, efek langsung suatu perubahan pada suatu pasar bisa jadi diimbangi oleh efek tidak langsung pada pasar-pasar lain. Agar bisa berfungsi sebagai alat analisis kebijakan dan prediksi, suatu model ekonomi haruslah mencerminkan keterkaitan tersebut. Teori keseimbangan umum adalah studi mengenai model ekonomi semacam itu. Secara tradisional, Walras dianggap sebagai orang pertama yang berjasa mengembangkan model formal keseimbangan umum, namun tidak diragukan pula bahwa sebelum Walras telah banyak ahli ekonomi yang memperhatikan pentingnya keterkaitan antar-pasar. Model Walras sifatnya kompetitif, sehingga pihak perusahaan dan juga para konsumen dipandang memperlakukan harga sebagai parameter dalam perilaku mereka, namun didasarkan pada teknologi produksi yang linier. Sumbangan Walras adalah dalam memformalkan konsep Keseimbangan umum itu dan memperlihatkan bahwa model formal itu memiliki banyak persamaan yang tidak diketahui sehingga secara potensiai bisa menyodorkan solusi-solusi dengan baik. Model Walras dikembangkan dalam literatur berbahasa Jerman pada 1930-an oleh ahli-ahli ekonomi yang dipimpin Menger di Wina. dengan puncak pada pembuktian Wald (1936) bahwa model itu memenuhi keseimbangan jika ia memenuhi aksioma kuat tentang munculnya preferensi. Pada hakekatnya, dalam asumsi ini sektor konsumsi seolah-olah dibatasi pada peran sebagai konsumen tunggal. Arrow dan Debrau serta McKenzie menyusun suatu model keseimbangan dengan asumsi-asumsi yang lebih umum. namun masih menyisakan sifat kompetitif. Adalah sesuatu yang luar biasa bahwa model keseimbangan itu bisa bertahan pada kondisi-kondisi yang lemah dengan konsistensi internal yang cukup memadai. Sebagaimana diperlihatkan oleh Arrow, keseimbangan kompetitif adalah optimalitas Pareto dan setiap titik optimum Pareto bisa didesentralisir sebagai keseimbangan kompetitif. Telah diperlihatkan pula bahwa keberadaan dan efisiensi properti tidak bisa diterapkan ketika jumlah barang dan jasa tidak terhingga. Kasus terakhir ini yang mewakili perekonomian yang memiliki masa depan tak terhingga dan sejumlah konsumen baru lahir di tiap periode dan sejumlah konsumen lama mencapai akhir hidupnya sangatlah penting untuk menunjukkan bahwa hasil kompetisi tidak selamanya efisien. Model keseimbangan umum Arrow-Debrau telah menjadi dasar bagi begitu banyak analisis perekonomian dan juga membentuk dasar bagi teori keuangan modern. Ketika model kompetisi tak-sempurna diperkenalkan, model keseimbangan hanya bisa dipertahankan di bawah asumsi-asumsi yang kuat.
Hasil-hasilnya telah dibahas oleh Negishi (1960-1), Arrow dan Hanh (1971) dan Corwall (1977), namun hal ini telah diperlemah oleh Roberts dan Sonnenchein (1977) yang menunjukkan bahwa perekonomian bisa dikonstruksi tanpa memenuhi asumsi-asumsi yang diperlukan itu. Namun demikian, keseimbangan umum pada perekonomian persaingan tak-sempurna masih ada manfaatnya bagi analisis kebijakan. Pada akhir 1980-an, ada sebuah perkembangan dalam teori keseimbangan umum, yakni diperkenalkannya peningkatan hasil-hasil berdasarkan skala dan bukti model keseimbangan di mana pemsahaan dinyatakan menjalankan aturan-aturan harga yang tanpa-pembatas.

PENGERTIAN TEORI KESEIMBANGAN UMUM | ok-review | 4.5