PENGERTIAN TEOREMA SARANG LABA-LABA

By On Friday, December 6th, 2013 Categories : Ekonomi

COBWEB THEOREM / TEOREMA SARANG LABA-LABA adalah suatu teori yang dirancang untuk menjelaskan garis edar (path) yang diikuti untuk menuju ke arah ekuilibrium dengan adanya tenggang waktu (lag) baik dalam penyesuaian PENAWARAN (SUPPLY) atau PERMINTAAN (DEMAND) sebagai akibat perubahan harga, ANALISIS STATIS EKUILIBRIUM KOMPARATIF (COMPARATIVE STATIC EQUILIBRIUM ANALYSIS) memperkirakan pengaruh perubahan permintaan dan penawaran dengan membandingkan ekuilibrium harga dan output semula terhadap ekuilibrium yang baru yang dihasilkan. Teorema sarang laba-laba menitikberatkan pada proses dinamis penyesuaian harga dan output akibat adanya pergeseran suatu kondisi ekuilibrium ke ekuilibrium yang baru (lihat DYNAMIC ANALYSIS). Teorema sarang laba-laba biasanya digunakan untuk menjelaskan gejolak harga pasar produ^ pertanian, di mana adanya jarak tenggang waktu antara saat penanaman dan panen yang berarti penawaran bereaksi pada harga dalam jarak tenggang waktu. Kasus yang sederhana, di mana jumlah permintaan yang sedang berjalan memberi reaksi pada harga yang berlaku, sementara jumlah persediaan yang ada tergantung pada harga terdahulu. Dalam gambar, Dt menunjukkan jumlah permintaan untuk waktu yang sedang berjalan, St menunjukkan jumlah penawaran, sementara harga ditunjukkan oleh Pt, dan harga periode sebelumnya adalah Pt_i. Jika permintaan menurun dengan cepat yang mengakibatkan kurva permintaan bergeser ke sebelah kiri dari D ke Dt maka analisa statis komparatif menyatakan bahwa pasar secara bertahap bergeser dari titik ekuilibrium E (dengan harga OPi dan kwantitas OQj) ke titik ekuilibrium El (dengan harga OPj dan kwantitas OQ4). Analisis dinamis menganjurkan bahwa garis edar tidak langsung mengikuti pergeseran tersebut. Dimulai dari ekuilibrium semula dengan harga OP] yang terjadi pada tahun t—1 dan t, para petani merencanakan untuk memproduksi sejumlah OQi. Tetapi, setelah penurunan permintaan pada tahun t, penawaran akan melebihi permintaan dengan QQi, dan untuk dapat menjual semua kuantitas OQi, harga harus turun menjadi OP2. Harga OP9 yang semakin menurun yang terjadi pada tahun t tidak merangsang para petani untuk berproduksi dan akan mengurangi jumlah lahan untuk pertanian sehingga pada tahun t+1 kuantitas yang ditawarkan akan semakin kecil (OQ2). Pada tahun t+1, dan harga OP2, permintaan melebihi penawaran yaitu sejumlah Q1Q2 dan untuk tujuan penjatahan penawaran yang terbatas, OQ2, akan mengakibatkan harga naik menjadi OP3. Harga yang tinggi ini pada tahun t+1 akan merangsang para petani untuk meningkatkan jumlah lahan sehingga tahun berikutnya t+2, kuantitas yang semakin besar akan diproduksi (OQ3) yang berarti pada tahun t+2 penawaran melebihi permintaan dan harga akan turun di bawah OP3 yang tidak merangsang penanaman pada tahun berikutnya, dan seterusnya. Hasil proses penyesuaian ini adalah tingkat ekuilibrium akan didapat pada titik E1 setelah terjadi adanya fluktuasi harga dalam jangka menengah. Lihat AGRICULTURAL POLICY.

PENGERTIAN TEOREMA SARANG LABA-LABA | ok-review | 4.5