PENGERTIAN TARIF ATAU PAJAK IMPOR

By On Thursday, January 23rd, 2014 Categories : Ekonomi

TARIFF OR IMPORT LEVY / TARIF ATAU PAJAK IMPOR adalah suatu kewajiban (dalam bentuk PAJAK (TAX)) yang dibebankan pada IMPOR (IMPORT). Ada dua bentuk utama dari tarif : (a) kewajiban ad valorem yang dibebankan dalam suatu persentase tetap dari nilai barang; (b) kewajiban khusus yang dibebankan dalam suatu jumlah uang yang tetap untuk setiap unit fisik barang. Tarif digunakan untuk melindungi industri-industri dalam negeri dari persaingan internasional dan untuk meningkatkan penghasilan bagi pemerintah.
Dampak ekonomi dari suatu tarif diilustrasikan, DD dan SS adalah kurva permintaan dan penawaran dalam negeri atas barang X. Dalam suatu perekonomian tertutup, dengan asumsi terdapat persaingan sempurna, harga dalam negeri adalah OP. Sekarang diasumsikan suatu situasi perekonomian yang terbuka, maka harga pasar dunia untuk barang ini menjadi OP2. Asumsikan bahwa permintaan negara yang bersangkutan untuk barang X adalah merupakan suatu bagian kecil dari total permintaan dunia untuk barang tersebut, sehingga negara yang bersangkutan tidak dapat mempengaruhi bentuk perdagangan barang tersebut. Kemudian di bawah keadaan PERDAGANGAN BEBAS (FREE TRADE), harga dalam negeri juga akan menjadi OF^- Pada harga OP9, konsumsi dalam negeri adalah O, produksi dalam negeri adalah Oa, dan impor merupakan perbedaan antara keduanya, yaitu sama dengan ab.
Pembebanan suatu tarif tertentu, T, akan menyebabkan harga dalam negeri barang impor meningkat dengan kewajiban yang dibebankan secara penuh, sehingga harga meningkat ke OP3 sebagaimana diperlihatkan pada gambar. Pada harga OP3, konsumsi dalam negeri turun dari ke fOfr produksi dalam negeri meningkat dari Oa ke Oc, dan impor menurun ‘T dari ab ke cd. Luas wilayah YZLM (volume impor cd kali tarif per unit IP2OP2) merupakan penerimaan pemerintah dari tarif. Walaupun produsen dari produk-produk yang dilindungi memperoleh keuntungan di mana mereka sekarang mempunyai kemampuan untuk meningkatkan penawaran mereka atas produk tersebut (yaitu, dari Oa ke Oc), dampak menyeluruh dari tarif tersebut adalah turunnya efisiensi produktif dari perekonomian dan kesejahteraan konsumen. Segitiga XYZ merupakan “kerugian produksi” bagi perekonomian. Dalam kondisi kesempatan kerja penuh, maka produksi dalam industri yang dilindungi tarif hanya dapat ditingkatkan dengan mengalihkan sumber daya dari industri-industri (yang tidak dilindungi) yang lain, yang mempunyai urutan efisiensi produktif yang lebih tinggi. Oleh karena itu, beberapa sumber daya dialokasikan secara kurang efisien, sebagai akibat dari adanya tarif. Segitiga LMN merupakan “kerugian konsumsi” (kerugian SURPLUS KONSUMEN {CONSUMER’S SURPLUS)) bagi masyarakat. Sebagai akibat dari tarif, sebagian pembeli dipaksa berpindah ke produk-produk substitusi yang kurang diminati sementara konsumen yang terus membeli barang tersebut, terpaksa membayar suatu harga yang lebih tinggi dari biaya-biaya ekonomi sesungguhnya dari penawaran barang tersebut. Sejauh mana efektivitas tarif sebagai suatu alat untuk melindungi industri dalam negeri akan tergantung pada ELASTISITAS PERMINTAAN TERHADAP HARGA (PRICE ELASTICITY OF DEMAND) untuk barang yang diimpor. Jika permintaan impor sangat elastis terhadap harga, maka akan terdapat penurunan kecil dalam laba yang diperoleh. Dalam hal ini, alat proteksi yang lebih efektif adalah KUOTA (QUOTA) yang menetapkan batas maksimum fisik jumlah impor yang diizinkan. Lihat juga PROTECTIONISM, NOMINAL RATE OF PROTECTION, EFFECTIVE RATE OF PROTECTION.
TAX / PAJAK adalah suatu pungutan yang dibebankan oleh pemerintah atas pendapatan, kekayaan dan keuntungan modal seseorang individu dan perusahaan (PAJAK LANGSUNG (DIRECT TAX)), serta atas hak milik tak bergerak. Di Inggris, pajak pendapatan meliputi PAJAK PENDAPATAN (INCOME TAX) pribadi dan PAJAK PERUSAHAAN (CORPORATE TAX); “pajak warisan” digunakan untuk memajak kekayaan (lihat WEALTH TAX) dan PAJAK KEUNTUNGAN MODAL (CAPITAL GAIN TAX) digunakan untuk memajak keuntungan yang bersifat “rejeki nomplok”; pajak-pajak pada pengeluaran meliputi PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (VALUE-ADDED TAX), BEA DAN CUKAI (EXCISE DUTY), serta TARIF (TARIFFS), pajak- pajak pada hak milik tak bergerak meliputi “pajak kotapraja” (lihat LOCAL TAX) dan TARIF USAHA YANG SERAGAM (UNIFORM BUSINESS RATE). Pajak-pajak tersebut digunakan untuk meningkatkan penghasilan bagi pemerintah dan sebagai suatu alat pengendalian tingkat dan distribusi pengeluaran dalam perekonomian.

PENGERTIAN TARIF ATAU PAJAK IMPOR | ok-review | 4.5