PENGERTIAN STUDI HUKUM KRITIS

By On Tuesday, October 8th, 2013 Categories : Antropologi

Studi hukum kritis (CLS) adalah suatu gerakan intelektual dan politik yang mencoba menyerap dan mengatasi berbagai kelemahan pada studi hukum ortodoks yang bersifat doktriner. Studi ini muncul berbarengan dengan tumbuhnya budaya politik radikal pada 1960-an. Tujuannya adalah mereformasikan sistem pendidikan hukum, meskipun kemudian nampak bahwa hasilnya lebih banyak pada modifikasi teori-teori hukum. CLS terutama hadir di berbagai organisasi longgar yang mengadakan konferensi tahunan di Eropa dan Amerika. Sumbangannya pada literatur hukum diakui penting. CLS, seperti halnya aliran intelektual mana pun, juga punya penentang. Para penentangnya mempersoalkan aspek fenomenologi dan kritis yang dinilai berlebihan dan terlampau bergaya aliran pasca modernisme, feminisme dan anti-rasisme. Namun ada aspek tertentu di mana pertentangan itu telah terselesaikan secara damai, misalnya pada penafsiran dasar tentang makna dan kedudukan hukum, meskipun CLS semula bersikeras untuk memperkuat kontribusi sosiologi hukum yang oleh pengecamnya dianggap tidak penting. CLS ada kalanya memang terlalu radikal, misalnya ketika ia mencoba mengulas makna internal hukum dengan mempertanyakan kekokohan dan kesesuaiannya dengan norma-norma di masyarakat. Hukum yang terlalu sering dipersoalkan dan terlalu mudah diubah jelas bukan hukum, mengingat kedudukan sentralnya sebagai pedoman. Kalau konsistensi, kepastian dan prediktabilitas hukum kelewat sering diusik, seperti yang dilakukan CLS, maka makna hukum itu sendiri akan goyah. Di sisi lain, CLS berhasil menyadarkan bahwa hukum bukanlah sesuatu yang suci dan patut disembah. Hukum, seperti produk manusia lainnya, perlu ditanggapi secara kritis, kalau perlu skeptis. Mungkin di situ pula terletak daya tarik CLS, yang juga melengkapi analisisnya dengan metode dekonstruksi dan psikoanalisis. CLS juga mendorong para ahli hukum untuk menguji kesesuaian antara ketentuan hukum dengan etika dan rasa keadilan, yang oleh aliran ortodoks dianggap tidak perlu dipersoalkan. Pertentangan antara kedua belah pihak nampaknya akan terus berlangsung, karena masing-masing bertolak dari keyakinan yang kuat. CLS harus bekerja keras untuk mempekaya protokol pemikirannya guna mengikis apa yang diyakininya sebagai kekakuan hukum.
 

PENGERTIAN STUDI HUKUM KRITIS | ok-review | 4.5