PENGERTIAN SKEMA STABILITASASI KOMODITI

By On Tuesday, October 8th, 2013 Categories : Sosiologi

Skema atau program stabilisasi harga komoditi primer (bahan mentah) merupakan bagian penting dan agenda pembahasan kebijakan internasional. Ini dikarenakan harga komoditi-komoditi primer itu senantiasa bergejolak, padahal komoditi itu merupakan andalan ekspor dan pendapatan bagi banyak negara, khususnya Dunia Ketiga. Salah satu bentuk skema yang paling terkenal dikemukakan oleh Keynes pada tahun 1942, yakni “Uni Kliring Internasional” (International Clearing Union) yang kemudian dimodifikasi menjadi IMF. Usulan pembentukan program stabilisasi harga komoditi Keynes ini memicu pertentangan politik dari mereka yang tidak menyetujui intervensi pasar. Pertentangan serupa juga diarahkan terhadap usulan pembentukan program integral komoditi yang diajukan oleh konferensi PBB Mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD). Secara umum usulan-usulan pembentukan skema seperti ini hanya tinggal di atas kertas atau kapan pun sempat terbentuk tidak dapat berkembang. “Hanya skema-skema untuk gandum, gula dan kopi yang hanya bisa bertahan beberapa tahun, dan nampaknya sedikit saja di antaranya yang mampu bertahan lebih lama lagi”. Skema stabilisasi harga biasanya dikemukakan sebagai upaya untuk menstabilkan pendapatan para produsen maupun konsumen. Skema ini juga bisa dimanfaatkan sebagai wahana peningkatan pendapatan rata-rata para produsen, meskipun untuk itu skema tersebut harus dilengkapi dengan mekanisme pembatasan produksi.
Jika berhasil, skema ini akan dapat menstabilkan pendapatan produsen sekalipun permintaan terhadap komoditinya berubah-ubah seiring dengan siklus bisnis dunia. Skema ini beroperasi seperti lembaga cadangan penyangga. Ketika permintaan tinggi, kekurangan komoditi dapat dipenuhi dengan menjual sebagian dari cadangan sehingga pendapatan para produsen tidak melonjak ketika permintaan itu meningkat. Sebaliknya, penurunan pendapatan juga tidak akan terjadi jika permintaan turun. Stabilisasi harga sesungguhnya dapat meredam fluktuasi pendapatan produsen, dan bahkan fluktuasi kuantitas produksi sekalipun hasil panen berubah-ubah. Tanpa adanya upaya stabilisasi harga, pendapatan produsen akan sekedar penerapan solusi-solusi teknis untuk mengatasi masalah-masalah yang Kasa! mata. Analisis pembela kolonialisme maupun penganut nasionalisme anti-kolonialisme digambarkan sebagai dua sisi dari koin yang sama. sebagai bagian dari kumpulan teori evolusi sosial yang ternyata lebih banyak mengacaukan ketimbang memperjelas pengalaman manusia di masa lampau maupun sekarang, yang selanjutnya mengaburkan makna dari istilah kolonialisme itu sendiri. Istilah kolonialisme telah diterapkan melampaui batas-batas kronologi awalnya, sehingga cakupannya makin melebar. Maknanya kian kabur ketika etnik-etnik yang mencoba mempertahankan identitasnya dari tekanan homogenisasi negara-bangsa memperoleh kesempatan mengekspresikan diri yang lebih besar pada akhir Perang Dingin. Tatkala komunitas di berbagai tempat mencari naungan perlindungan dari kompetisi terbuka, dalam aneka bentuk solidaritas yang juga diejawantahkan dalam hubungan-hubungan pasar, maka identitas etnik kembali bangkit dan piagam-piagam perjanjian lama ditinjau kembali. Teriepas dari apakah tuntutan yang dikumandangKan itu menyangkut pengakuan politik dan pelembagaan disentralisasi, atau pemberian hak-hak atas tanah atau keuntungan material lainnya, spektrum nasionalisme etnik terus berkembang belakangan ini sehingga pada titik ekstrimnya mengakibatkan pertumpahan darah yang tKlak kaiah buruknya dari yang terjadi di masa kolonialisme. Perluasan istilah itu mengaburkan ikatannya dengan kapitalisme dan imperialisme, sehingga setiap gerakan dari suatu kelompok pemukim ke dalam suatu wilayah yang telah dinyatakan milik kelompok lain dapat disebut sebagai kolonialisme atau kolonisasi.
 

PENGERTIAN SKEMA STABILITASASI KOMODITI | ok-review | 4.5