PENGERTIAN SISTEM KEUANGAN

By On Tuesday, October 22nd, 2013 Categories : Ekonomi

Sistem keuangan memberi masyarakat suatu mekanisme yang memudahkan berlangsungnya perdagangan, suatu mekanisme transfer sumber daya dari penabung ke investor dan suatu wahana penyimpanan kekayaan secara aman dan menguntungkan. Asal mula sistem keuangan bertolak dari kebutuhan bagi adanya suatu sistem pembayaran yang lancar dan memuaskan. Perkembangan selanjutnya sangat diwarnai oleh tuntutan para penabung dan investor, pemilik kekayaan dan pihak-pihak yang mengontrol penggunaan aset-aset modal fisik. Aset-aset fisik itulah, yakni mulai dari tanah, bangunan, peralatan dan sebagainya, yang merupakan landasan diciptakannya suprastruktur sistem finansial. Nilai dari instrumen-instrumen finansial atau keuangan itu akhirnya ditentukan oleh sumber daya fisik yang mendukungnya (termasuk sumber daya manusia), atau besar-kecilnya pendapatan yang dibuahkannya. Lembaga-lembaga dalam sistem keuangan senantiasa berusaha mengatur instrumen-instrumen itu sedemikian rupa demi memenuhi kebutuhan nasabahnya. Usaha itu semakin lama semakin canggih sehingga menciptakan suatu sistem yang canggih pula dengan melibatkan berbagai jenis instrumen dalam lembaga-lembaga atau pasar keuangan. Pengadaan instrumen keuangan yang utama, yakni logam atau lembaran kertas berharga (uang kontan) sepenuhnya merupakan wewenang dan hak negara yang biasanya diwakili oleh bank sentral. Namun uang tunai tersebut kini hanya digunakan untuk pembayaran bernilai kecil sedangkan dalam transaksi-transaksi berskala besar, yang digunakan adalah instrumen-instrumen keuangan baru mulai dari cek, sertifikat deposito, dan berbagai bentuk instrumen lain yang semakin lama semakin kompleks dan canggih. Ada pun kegiatan-kegiatan pokok yang berlangsung dalam sistem keuangan adalah tabungan, investasi dan transfer atas berbagai aset penyimpanan kekayaan. Sistem keuangan memungkinkan masyarakat memisahkan kepemilikan kekayaan dari kontrol atau pengelolaannya Kita tahu, para pengusaha menggunakan dana pinjaman dari bank yang diambil dari simpanan atau tabungan dan deposito dari masyarakat yang lazim disebut ”pihak ketiga”. Para penabung umumnya ingin memperoleh hasil yang aman berupa bunga dan mereka enggan melakukan investasi langsung untuk membuat uangnya bekerja karena di dalamnya terkandung resiko. Bank dan perusahaan menyalurkan dana itu untuk kegiatan investasi melalui sistem keuangan. Dengan demikian sistem keuangan mendukung akumulasi modal efektif. Dengan berfungsi sebagai perantara antara pemilik uang atau penabung dengan para pengusaha atau investor, lembaga-lembaga keuangan memungkinkan penyaluran surplus sumber daya dari satu pihak ke pihak lain yang dapat mengelolanya secara ekonomis. Pada hakikatnya, fungsi sistem keuangan memang sebagai perantara. Hampir semua sistem keuangan umumnya terdiri dari lembaga-lembaga perantara yang mencoba menemukan kebutuhan antara pihak yang memiliki dana dengan pihak lain yang membutuhkan dana itu untuk kegiatan-kegiatan produksi atau investasi langsung. Bentuk-bentuk lembaga itu sendiri kian bervariasi mulai dari bank, lembaga investasi (seperti bank namun tidak menerima tabungan masyarakat luas), asosiasi simpan pinjam, perusahaan asuransi, yayasan dana pensiun dan sebagainya yang bisa sepenuhnya bersifat swasta, atau bisa pula didukung oleh pemerintah. Peran keuangan pemerintah cukup menonjol di pasar-pasar keuangan yang belum cukup terorganisir, sedangkan pasar-pasar uang di negara-negara maju biasanya relatif bebas dari peran pemerintah. Keberadaan bursa saham kian memudahkan berlangsungnya fungsi perantaraan finansial tersebut. Kondisi-kondisi ekonomi dan politik merupakan faktor utama yang mempengaruhi evolusi sistem keuangan. Goldsmith (1969) mengajukan tiga kategori umum atas sistem-sistem keuangan itu, yang masing-masing dibedakan berdasarkan skala dan komposisi suprastrukturnya. Kategori pertama adalah sistem-sistem keuangan yang terdapat di Eropa dan Amerika Utara sampai pada pertengahan abad 19. Nilai total instrumen keuangan yang ada dalam sistem ini relatif rendah, dan peran yang dimainkan oleh lembaga-lembaganya pun terbatas. Resiko merupakan unsur yang paling diperhatikan sehingga adakalanya mengalahkan pertimbangan keuntungan. Adapun kategori atau struktur kedua mirip dengan yang pertama dan ini ditemukan di negara-negara berkembang pada paruh pertama abad 20. Dalam sistem ini pemerintah memainkan peran yang sangat besar dalam perekonomian. Situasi serupa masih dapat ditemukan di banyak negara berkembang dewasa ini. Sedangkan kategori ketiga lazim dijumpai di negara-negara industri di akhir abad 20 ini, di mana bentuk lembaga maupun instrumen keuangan yang ada sudah sedemikian canggih. Sejumlah negara (misalnya Belanda, Inggris dan Amerika Serikat) unggul dalam sistem serta lembaga-lembaga penyedia dana jangka panjang, sedangkan beberapa negara lain, seperti Perancis dan Italia lebih mengutamakan pembinaan lembaga-lembaga kredit berjangka pendek. Ketiga kategori Goldsmith tersebut tampaknya perlu ditambahi dengan kategori keempat, yakni sistem-sistem finansial yang terdapat di negara-negara sosialis, di mana bank adalah lembaga keuangan yang sangat dominan, dan peran pemerintah sangat menentukan.
Perkembangan sistem finansial biasanya berjalan seiring dengan perkembangan ekonomi pada umumnya, namun sejauh mana keduanya bersesuaian masih menjadi bahan perdebatan. Sementara pihak berpendapat bahwa perkembangan finansial merupakan respon atau dampak dari pertumbuhan ekonomi, sedangkan sejumlah ekonom lain berpendapat sebaliknya, yakni penyempurnaan atau perbaikan fasilitas-fasilitas finansial merupakan syarat penting bagi berlangsungnya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi (sektor riil). Kedua pandangan itu tampaknya sama-sama benar, mengingat pertumbuhan ekonomi acapkaii menumbuhkan sistem keuangan dan demikian pula sebaliknya. Sistem keuangan dan perekonomian pada umumnya cenderung saling mempengaruhi.

PENGERTIAN SISTEM KEUANGAN | ok-review | 4.5