PENGERTIAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

By On Friday, October 25th, 2013 Categories : Teknologi

Sistem informasi geografis (GIS) adalah sistem komputer yang terintegrasi, yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menambah, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi berkenaan dengan masalah geografis. Kendati definisi ini menekankan pada perangkat-lunaknya, setiap GiS harus menyertakan data, perangkat keras, dan personil yang melaksanakannya. Konsep dasar yang mendasari GIS dikembangkan oleh para ahli geografi sejak 1960-an, namun penggunaan sistem ini secara lengkap baru menyebar luas pada 1980-an ketika ongkos pengadaan komputer menurun tajam dan perangkat komputer sudah menjadi hal yang umum. Aplikasi GIS terdapat dalam semua disiplin akademik di mana unsur lokasi menjadi hal yang penting, seperti geografi, arkeologi, perencanaan lahan, pengelolaan sumber daya alam, dan demografi. Dalam industri dan perdagangan GIS dipakai oleh toko eceran, sarana umum, dan pemerintahan daerah.
Karena lokasi ruang merupakan hal yang ada di mana-mana, bisa dikatakan bahwa GIS akan menjadi salah satu aplikasi komputer yang paling besar. Ada satu perbedaan besar antara GIS dengan sistem manajemen database yang biasa maupun sistem pemetaan komputer. GIS memiliki kemampuan untuk menjawab pertanyaan intrinsik seperti: “Berapa banyak orang yang tinggal dalam radius 500 meter dari jalan ini?” Jika GIS sekedar ‘peta-peta’ dalam komputer maka pertanyaan semacam ini tidak akan terjawab. GIS memiliki database yang bisa menguraikan, atau membuat model atas berbagai aspek geografi dalam dunia nyata. Kendati sistem-sistem GIS mungkin tidak serupa, umumnya mereka memiliki sejumlah ‘lapisan’, yang masing-masing menjelaskan secara tematis beberapa aspek geografi yang saling berkaitan, lalu dengan bantuan perangkat lunak komputer lapisan-lapisan itu dihubungkan satu sama lain dengan berbagai cara. Dalam tiap lapisan, berbagai pendekatan digunakan untuk menguraikan bagian geografi yang diminati. Untuk itu perlu diketahui di mana masing-masing aspek (feature yang diminati itu berada, apa isinya, dan bagaimana hubungannya dengan feature lainnya). Ada sistem yang menggunakan pendekatan “vektor” di mana tiap feature diuraikan dengan garis-garis arah (vektor), yang masing-masing terdiri dari serangkaian titik lokasi, yang diberi kode pada tabel-tabel dalam database. Apa isi tiap feature dan hubungannya dengan feature lain juga diberi kode yang serupa. Sistem vektor tumbuh dari program-program peta yang lebih tua dan biasanya dipakai dalam aplikasi sosial-ekonomi. Sistem- sistem lain dipakai sebagai sebuah model raster untuk menjelaskan tiap lapisan. Di sini permukaan bumi dibagi menjadi bagian-bagian yang kecil dan reguler (biasanya kisi-kisi persegi), dan ada atau tidaknya feature atau nilai numeriknya dicatat terpisah, dan tiap-tiap unsurnya direkam serta disimpan. Sistem raster tersebut berasal dari program-program pengolah citra dan paling banyak dipakai dalam pengelolaan sumber daya dan aplikasi lingkungan lainnya. Sebagian besar sistem menerapkan kedua pendekatan ini dengan derajat penerapan yang berbeda-beda dan menyediakan perangkat lunak yang memungkinkan untuk melakukan konversi. Akhirnya, ada sistem yang sepenuhnya object oriented, dengan membagi konsep menjadi lapisan tunggal dan merekam, bukan dengan mengumpulkan semua bagian dari masing-masing feature sebagai kesatuan tunggal. Dalam tiap kasus, volume data yang dibutuhkan tampaknya akan besar, dan pengumpulan dan pengorganisasian data itu menghabiskan sebagian besar dari total biaya penerapan GIS.

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS | ok-review | 4.5