PENGERTIAN SERAT KANCIL

By On Tuesday, April 8th, 2014 Categories : Budaya

PENGERTIAN SERAT KANCIL – Karya sastra yang menceritakan tokoh utama kancil dalam khazanah sastra Jawa. Ada tiga versi Serat Kancil, yakni Serat Kancil Amongsas­tra, Serat Kancil van Dorp dan Serat Kancil Saloka Darma.
Karya pertama disebut Serat Kancil Amongsastra arena ditulis vdalam bentuk macapat oleh Kiai Rang­ga Amongsastra pada pemerintahan Paku Buwana V di Surakarta pada tahun 1822. Buku ini berisi 16 ceri­ta. Buku ini ditulis kembali oleh Ki Padmasusastra dan Ngabehi Wirapustaka dengan judul Kancil tanpa Sekar, Lampah-lampahipun Kebayan Kancil (Kancil Prosa, Kisah-kisah Kebayan Kancil).
Versi kedua cerita kancil adalah Serat Kancil ter­bitan Penerbit G.C.T. van Dorp, Semarang pada tahun 1871. Buku ini memuat 18 cerita kancil, di antaranya 10 cerita dapat dijumpai dalam Serat Kancil Among­sastra. Bagian akhir menceritakan kepergian kancil ke negeri Mesir untuk mengikuti sayembara mempersunting Setyawati, namun akhirnya kancil dibunuh Basunanda, salah seorang peserta sayembara yang ke­cewa karena dikalahkan oleh Raja Anggendari.
Versi van Dorp ini pada tahun 1881 ditulis dalam bentuk prosa bahasa Melayu, Riw ayat dengan segala perihal kancil, dengan gambar 12 warna yang tersa- lin dari bahasa Jawa. Salinan yang sama dikerjakan dalam bahasa Jawa pada tahun 1882 dengan judul Se­rat dongeng anyariosaken lelampahanipun kancil kajarwekaken dening Tuwan F.L. Winter ing Surakarta, kangge waosan para lare, mawi rinengga ing gambar 12 iji (Buku dongeng menceritakan kisah kancil oleh Tuan F.L. Winter di Surakarta, untuk bacaan anak- anak, dihiasi dengan 12 gambar).
Buku ketiga, yang berjudul Serat Kancil Saloka Darma, ditulis oleh Raden Arya Sasraningrat, seorang kepala daerah Paku Alam di Yogyakarta pada tahun 1891. Buku ini berisi sembilan cerita yang berinduk kepada dua versi sebelumnya, namun tidak mutlak, sebab yang diambil hanya pola ceritanya, sedang pe-, sannya lebih bersifat kebatinan dalam tradisi kisah Syekh Siti Jenar. Tokoh Harimau mengaku dirinya se­bagai “guru kebatinan”. Serat Kancil Saloka Darma ini kemudian dijadikan dasar oleh Raden Panji Nata- rata untuk menulis Serat Kancil Kridamartana yang terbit pada tahun 1909.

PENGERTIAN SERAT KANCIL | ok-review | 4.5