PENGERTIAN SENSUS KEPENDUDUKAN

By On Monday, October 7th, 2013 Categories : Antropologi

Sensus kependudukan diartikan sebagai keseluruhan proses pengumpulan, pengolahan, evaluasi, analisis dan penerbitan data-data demografi. ekonomi dan sosial dari setiap orang yang bermukim di suatu negara atau salah satu bagian negara itu, pada waktu tertentu. Sensus penduduk merupakan salah satu kegiatan statistik tertua dan terluas yang dilakukan oleh pemerintah di seluruh dunia. Sensus juga dikembangkan untuk mengumpulkan informasi mengenai perumahan, sektor manufaktur, pertanian, industri pertambangan dan dunia bisnis. Banyak prinsip dan prosedur dalam sensus kependudukan dewasa ini tidak terbayangkan oleh penguasa pertama yang memerintahkan pelaksanaan cacah jiwa, yang dahulu hanya untuk keperluan taksiran kekuatan militer atau per-pajakan. Masyarakat Jepang kuno, Mesir, Yunani, Ibrani, Persia dan Peruvian telah mengalami sensus sekian ribuan tahun yang lalu. Cuma, karena penduduk yang dicacah juga terbatas (misalnya laki-laki dewasa yang berpotensi menjadi tentara), hasil sensus itu juga terbatas (biasanya dinyatakan sebagai rahasia negara). Di Eropa, sensus-sensus berskala kota telah dilaporkan sejak abad ke-15 dan ke-I6. India dilaporkan pernah menyeleng-garakan sensus pada tahun 1687. Banyak sensus yang dinyatakan sebagai sensus pertama pada era modern.
Data-data yang terkumpul dalam suatu sensus kependudukan acapkali digunakan sebagai landasan alokasi atau pembagian wilayah. Data sensus juga dipergunakan secara luas oleh pemerintah di pelbagai negara untuk mengadakan perencanaan dan pelaksanaan berbagai fungsi pemerintah. Di sejumlah negara, jumlah perwakilan di parlemen didasarkan pada sensus itu pula, demikian pula halnya dengan alokasi dana dari pemerintah pusat. Besar-kecilnya wewenang dan kewajiban pemerintah daerah acapkali ditentukan oleh banyak sedikitnya penduduk yang ada. Perekonomian pasar membuat penggunaan data sensus kian luas, termasuk untuk keperluan perumusan strategi pemasaran dan berbagai kegiatan bisnis lainnya. Program-program kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial juga sangat tergantung pada adanya data sensus yang akurat. Sensus berkesinambungan tertua dilakukan di Amerika Serikat yakni, per sepuluh tahun sekali sejak tahun 1790. Inggris baru memulai sensus secara teratur pada tahun 1801. dan beberapa tahun kemudian ia juga melakukan sensus reguler setiap sepuluh tahun sekal kecuali pada tahun 1941 akibat pecahnya perang Dunia Kedua Pada sepuluh tahun itu merupakan yang lazim dikenai Namun di kebanyakan negara, sensus baru diadakan jika pemerintah merasa memerlukan data-data terbaru. Di sejumlah negara sensus diadakan lima tahun sekali. Selama dasawarsa 1970-an. PBB dan beberapa negara donor terlibat aktif membantu negara-negara Afrika yang belum pernah mengadakan sensus. Di tahun 1982. RRC menyelesaikan sensus berskala terbesar yang pernah diadakan dalam sejarah. Memasuki tahun 1983, praktis setiap negara di dunia pernah mengadakan sensus kependudukan paling tidak satu kali. Dahulu sensus mengandalkan pada data-data rumah tangga sederhana, demikian juga untuk keperluan tabulasinya. Sedangkan sensus modem mengumpulkan informasi dari masing-masing individu. Praktek terakhir ini lazim diterapkan sejak paruh terakhir abad kesembilanbelas. Informasi yang terkumpul dalam suatu sensus tergantung pada jenis data yang diperlukan pemerintah serta sumber-sumber alternatif yang ada. PBB telah mengidentifikasikan sejumlah topik yang datanya dianggap paling penting. Antara lain tempat pelaksanaan sensus, pemukiman tetap para responden, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, usia, hubungan dengan kepala rumah tangga, status perkawinan, jumlah anak yang terus hidup hingga dewasa, kemampuan baca tulis, tingkat pendidikan, dan status mata pencarian (pekerja, pengusaha dan sebagainya). Perbandingan data internasional akan sangat dipermudah jika tiap negara menggunakan definisi seragam seperti yang dikembangkan oleh PBB itu. Sebuah pertanyaan yang perlu diperhatikan secara seksama sebelum sensus dilaksanakan adalah siapa saja yang akan dihitung sebagai bagian dari penduduk nasional dan lokal. Ada beberapa pertimbangan khusus bagi kalangan tertentu seperti anggota militer yang sering berpindah-pindah, para pekerja migran, mahasiswa, tenaga ahli yang bekerja di luar daerah aslinya, para pengunjung jangka panjang, wisatawan, pekerja tamu, dan sebagainya. Setelah siapa-siapa saja yang akan dilibatkan dalam sensus ditetapkan, maka pihak penyelenggara selanjutnya perlu menentukan daerah mana saa yang hendak digarap. Ada perbedaan klasik yang perlu kita perhatikan, yakni antara sensus de facto dan de jure. Dalam sensus de facto, orang-orang dihitung sebagai penduduk daerah di mana mereka berada (ketika mereka ditemui selama sensus berlangsung). Ini berbeda dengan praktek sensus de jure dimana setiap orang dihitung sebagai anggota atau warga daerah asalnya. Masalahnya. sensus ini akan lebih sulit dilakukan apabila jumlah orang yang hidup atau bekeija di luar daerah hunian tetapnya cukup banyak. Untuk itu periu dikembangkan serangkaian prosedur khusus agar setiap orang dapat tercakup dengan baik termasuk para gelandangan, mereka yang selalu berpindah, pengungsi atau bahkan imigran gelap. Ada dua metode utama dalam sensus yakni penghitungan secara langsung dan penghitungan mandiri. Dalam metode pertama para pencacah aktif melakukan pengumpulan informasi dari para responden, sedangkan pada metode kedua para responden itulah yang diminta untuk memberikan informasi secara tertulis berdasarkan format formulir tertentu yang telah dibakukan. Selanjutnya para pencacah tinggal mengumpulkan formulir-formulir tersebut dan mengolahnya lebih lanjut.
Karena didasarkan pada peraturan resmi, setiap warga dinyatakan wajib memberikan semua informasi yang dibutuhkan kepada petugas pelak-sanaan sensus. Biasanya ada ancaman hukuman bagi yang tidak mematuhinya, atau yang memberikan informasi palsu. Unsur penting dari penerapan peraturan seperti itu adalah jaminan bahwa informasi dari setiap orang akan dirahasiakan dan semata-mata digunakan untuk keperluan statistik, serta setiap pelanggaran dapat dituntut ke pengadilan. Kemajuan komputer memudahkan proses pengolahan, tabulasi dan penerbitan data-data sensus. Peluang penafsiran data pun kian banyak, demikian pula pemanfaatan data-datanya sendiri Setiap orang yang memerlukannya dapat memperoleh sampel rekaman data mikro yang memuat sekian banyak informasi penting. Peningkatan akses masyarakat terhadap produk sensus memperkecil kemungkinan atau toleransi kesalahan, sehingga kegiatan sensus harus lebih ditingkatkan kualitasnya. Tidak perlu dari manapun sumbernya, entah itu dari metode, responden atau sekedar kealpaan biasa, setiap kesalahan semakin tidak bisa diterima. Teknologi komputer dan kemajuan prosedur perumusan sampel juga menimbulkan perubahan-perubahan penting terhadap praktek sensus. Komputer sangat mempercepat proses tabulasi dan penerbitan hasil sensus. Kemajuan itu juga membuka peluang bagi dikembangkannya berbagai jenis prosedur teknis statistik hingga dari data yang sama dapat menghasilkan informasi-infomasi yang jauh iebih bervariasi dan lengkap
Sudah banyak penelitian yang berfokus pada kualitas sensus. Ada sejumlah kriteria kualitas sensus. Pertama adalah kelengkapan liputan. Sebuah sensus sulit dikatakan bermutu jika tidak mencakup seluruh penduduk. Metode untuk memastikan tingkat cakupan itu sendiri kian maju sehingga kegiatan sensus benar-benar tidak bisa dilakukan asal jadi. Kenetralan merupakan unsur berikutnya. Setiap orang, terlepas dari etnik. umur. pekerjaan, daerah asal, atau statusnya harus diperlakukan setara. Tersedia sejumlah instrumen untuk mendukung praktek sensus seperti data pendaftaran dan perkembangan kependudukan yang biasanya dapat ditemukan di setiap unit pemerintah daerah. Kemajuan teknologi dan meningkatnya arti penting sensus mengharuskan ditingkatkannya kualitas para pelaksananya. Karena terkadang pelaksanaan sensus itu sekedar sambilan, dan adakalanya menjadi tugas utamanya, maka metode pelaksanaannya harus senantiasa disesuaikan agar memenuhi kriteria-kriteria yang ada.

PENGERTIAN SENSUS KEPENDUDUKAN | ok-review | 4.5