PENGERTIAN SEMBAH TUHAN

By On Saturday, November 16th, 2013 Categories : Psikologi

SEMBAH, bagi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pengertian tentang sikap cara, dan makna menyembah (panembah, sembah) Tuhan Yang Maha Esa dengan empat tingkatan, yaitu sembah raga, sembah cipta, sembah kalbu/ hati, dan sembah rasa. Sembah raga adalah pertanda atau isyarat yang dapat melihat sikap dan cara manusia sebagai hamba meluhurkan Tuhan yang disembahnya. Kedua, penggerak berupa daya hidup yang dikendalikan oleh sumbernya. Pada penggerak kedua, raga sama sekali tidak mengeluarkan tenaga, hanya secara sadar bersama dengan ciptanya mengikuti tuntunan dari sumber yang disembah.
Hal tersebut menunjukkan tempat bagi sembah cipta. Cipta yang membawa suatu pola penyembahan dapat menggerakkan raga melalui nafsu pendukungnya, tetapi cipta dapat pula mendalami pola penyembahannya sendiri. Dalam hal ini terjadi proses keheningan dalam cipta. Selain itu cipta dapat menguji seberapa jauh penyembahan proses mawas diri sesuai tuntutan nurani. Pada sembah kalbu atau sembah hati, penyembahan meresap ke dalam sanubari tempat bertemunya konsep dan penataan lahir dengan tuntutan dan kesadaran batin. Dalam hati yang menyembah (iman), seseorang menemukan kedamaian dan pengertian akan diri sendiri dengan segala kekurangannya. Sembah kalbu mendekatkan manusia pada kenyataan diri serta mendekatkan manusia dengan sesama manusia dan sesama titah. Sembah kalbu juga memberikan bentuk kebersahajaan penyembahan, menjembatani kesadaran dan pengertian antarsesama manusia, dan meletakkan dasar komunikasi hidup horizontal. Sembah rasa mengantar manusia pada daya terang budi (pepadhanging budi) dan juga pada komunikasi hidup vertikal untuk memperoleh tuntunan langsung dari sumber kehidupan. Dalam kesadaran budi manusia pun merasuk sifat budi luhur dan membina budi pekerti kemanusiaan yang luhur. Sembah rasa itu dikelola dalam “Cahaya Sinar Spiritual” sebagai tanda bahwa keluhuran sifat hamba tertampung dalam keberkahan Tuhan. Sifat ini mengilhami nama Perguruan “DAS” (menghambakan diri kepada Tuhan) di Yogyakarta asuhan Ki Poesposoegondo. Sembah rasa mengantar manusia kepada Dwitunggal dengan sifat “kawula” mendekati sifat “Gusti”. Hal demikian menggambarkan evolusi kesadaran manusia mencapai kekosongan (angka 0 melambangkan DAS) yang diliputi oleh kemuliaan Tuhan.

PENGERTIAN SEMBAH TUHAN | ok-review | 4.5