PENGERTIAN SEJARAH EKONOMI

By On Friday, October 18th, 2013 Categories : Ekonomi

Sejarah ekonomi, sebagai kombinasi dua disiplin ilmu, telah mengalami evolusi cukup lama. Di Inggris dan Eropa Kontinental, seiarah ekonomi dipandang sebagai disiplin tersendiri. Di universitas AS, disiplin ini dimasukkan ke dalam departemen sejarah, atau ekonomi. Sejak 1960-an. terjadi perubahan penting bidang studi ini, bermula di AS lalu merembet ke negara-negara lain. Aspek kuantifikasinya dan penyusunan model seperti dalam kebanyakan ilmu sosial meningkat. Kini di AS bidang ini didominasi oleh ilmuwan yang mendapat pendidikan dasar sebagai ekonom. Definisi bidang studi ini agak kabur, meskipun terlihat dua pendekatan menonjol yang terkadang tumpang-tindih. Definisi pertama bertumpu pada masalah-masalah yang dipelajari, sehingga sejarah ekonomi diartikan sebagai studi tentang aspek-aspek ekonomi di masa lalu, atau sebagai studi tentang solusi-solusi yang sudah ada yang telah terbukti dapat mengatasi masalah alokasi dan distribusi barang dan jasa yang langka. Sedangkan definisi yang kedua didasarkan pada metode, teknik atau konsep-konsep yang dipakai para ilmuwan dalam mempelajari hal-hal tersebut. Kedua definisi ini bersaing, sehingga kesepakatan mengenai definisi tunggal atas studi sejarah ekonomi tak kunjung tercapai sampai pada 1960-an, ketika konsep-konsep dasarnya mulai disepakati, sehingga ada batasan tertentu dari studi ini yang memisahkannya dari studi ekonomi maupun sejarah. Meskipun karya-karya rintisan para ekonom terkemuka seperti Smith, Stuart dan Malthus mengandung data-data historis, evolusi sejarah modern di Inggris sejak akhir abad 19 baru dimulai dengan munculnya karya ahli sejarah ekonomi berkebangsaan Irlandia, yakni Cliffe, Leslie dan Ingram, yang ditopang oleh munculnya karya-karya ahli ekonomi sejarah Oxbridge se¬perti Rogers, Toynbee, dan Cunningham. Mahasiswa Toynbee, Ashley, yang juga dipengaruhi oleh ilmuwan Jerman Schmoller, adalah ilmuwan yang diangkat sebagai gurubesar sejarah ekonomi pertama di negara-negara berbahasa Inggris, ketika ia diangkat sebagai profesor tetap sejarah ekonomi di Harvard pada 1892, sebelum ia kembali ke Inggris. Di Inggris, gurubesar pertama adalah Unwin di Manchester, disusul oleh mahasiswa Cunningham. Knowles, di London School of Economics (LSE) pada 1928. Pada 1938. jabatan itu diduduki oleh Clapham (Cambridge), Clark (Oxford), Power (LSE), Tawney (LSE), dan Postan (Cambridge). Status sejarah ekonomi sebagai bidang studi tersendiri dikukuhkan dengan dibentuknya Economic History Society pada 1926: jurnalnya. Economic History Review, mulai terbit pada 1927. Perkembangan sejarah ekonomi di AS agak tertinggal dari Inggris. Para ahli sejarah di AS pada awal abad 20 disibukkan oleh pembentukan Carnegie Institution yang menghimpun berbagai tulisan tentang sejarah pertanian, usaha manufaktur, transportasi, perdagangan, dan lain-lain. Kajian terhadap tulisan-tulisan historis itu masih menjadi kegiatan pokok para ahli sejarah ekonomi. Saat itu belum ada manzab historis’ seperti di Inggris, namun lembaga-lembaga pendidikan tinggi di AS sudah memainkan peran penting dalam kritik terhadap sejumlah teori yang kemudian terbukti berperan penting dalam perkembangan sejarah ekonomi, khususnya sejarah bisnis, yang sebagai bidang studi mulai tumbuh sejak Gras mengepalai Harvard Business School di tahun 1927. Faktor penting benkutnya adalah dibentuknya National Bureau of Economic Research pada 1920.  Dipelopori oleh Toynbee di inggris, berkembang puia kaiian sosial dalam studi sejarah yang juga mempertanyakan kegunaan dan arti penting induksi serta deduksi sebagai dasar pendekatan ilmiah, merupakan cerminan serunya perdebatan di kalangan para ekonom. Hal serupa juga terjadi d: Cambridge antara Marshall dan Cunningham, yang diramaikan oleh serangkaian artikel pada 1920-an oleh Clapham dan Pigou tentang “Kotak Ekonomi Kosong”.
Ada pula kritik-kritik yang menekankan perlunya teori ekonomi dalam studi sejarah. Pada 1928 Heckscher membicarakannya di hadapan International Historical Congress, dan meskipun bukan yang pertama atau unik, rumusannya merupakan contoh terjelas dari “himbauan teori bagi sejarah ekonomi”. Karya Clapham yang berjudul Encyclopedia of the Social Sciences menekankan perlunya aspek kuantitatif, yang diyakininya akan menciptakan ukuran-ukuran yang relatif eksak tentang berbagai variabel yang dibahas dalam sejarah ekonomi. Kalau suatu kegiatan dinyatakan memberi pengaruh, maka perlu diketahui pengarah macam apa dan sejauh mana, serta ke mana arahnya. Sampai Perang Dunia Kedua, para ilmuwan terus saja berdebat tentang kandungan terbaik disiplin sejarah ekonomi. Para ekonom memprihatinkan aspek metodenya, sedangkan para sejarahwan mencoba memperluas cakupannya. Perdebatan itu secara bertahap mereda dan akhirnya membentuk sosok disiplin sejarah ekonomi seperti sekarang ini. Di AS. seiak akhir 1950-an dan 1960-an, terjadi pergeseran penting. Karya-karya pada generasi itu seperti Davis, Fogel, Gallman, North dan Parker, lebih berciri sebagai karya ekonom, sehingga memunculkan istilah baru, yakni sejarah ekonometri baru atau kliometrika. Di dalamnya terkandung tiga aspek utama yang tidak selalu bersesuaian, yang dahulu sudah muncul dalam tulisan-tulisan generasi terdahulu meskipun sosoknya tidak sejelas itu. Aspek pertama adalah uraian tentang perlunya lebih banyak kajian tentang pertumbuhan ekonomi jangka panjang (topik ini diminati oleh para ilmuwan sosial umumnya pada masa itu). Artinya, sejarah ekonomi harus melacak hal-hal penting yang telah membawa sejumlah negara ke status negara industri maju, dengan harapan hal-hal tersebut dapat ditransfer ke negara-negara berkembang. Fokus pertumbuhan ekonomi tampak menonjol di Inggris dan Eropa, antara iain dibuktikan oleh munculnya karya berpengaruh Rostow (1960), serta karya Deane dan Cole 1962) tentang pertumbuhan ekonomi Inggris di abad 18 dan 19. Aspek penting kedua adalah kian mencoloknya unsur-unsur atau konstruksi kuantitatif yang merupakan konsekuensi logis dari aspek pertama di atas. Untuk menghitung pertumbuhan ekonomi atau pendapatan nasional agregat, tentunya diperlukan perangkat-perangkat kuantitatif. Perkembangan ini memudahkan pengumpulan data- data seperti yang dilakukan oleh International Scientific Committee on Price History pada 1930-an. Di AS peran serupa dilakukan oleh National Bureau of Economic Research. Kuznets memberikan kontribusi penting bagi usaha pengukuran pendapatan nasional yang berhasil dijadikannya sebagai suatu konstruksi operasional, yang kemudian merangsang karya-karya penting tentang pendapatan nasional di akhir abad 19 dan awal abad 20. Ini dimudahkan oleh kelengkapan data pendapatan nasional sejak 1839 yang ada pada Biro Sensus AS. Di Inggris, para ahli sejarah ekonomi harus bekerja lebih keras untuk menghitungnya karena datanya tidak selengkap di AS. Karya-karya kuantitatif ini terus berkembang pesat pada 1960-an, terutama berkat kemajuan teknologi komputer yang memudahkan aneka perhitungan, dan tersedianya lebih banyak data. Aspek utama ketiga adalah digunakannya analisis ekonomi secara sistematis (terutama analisis penawaran dan permintaan neo-klasik) yang memang dapat mempertajam bahasan dalam sejarah ekonomi. Dahulu, bahasan dalam sejarah ekonomi sekedar bersifat deskriptif atau bahkan naratif, dengan adanya aspek ketiga ini, maka uraian-uraiannya menjadi lebih tajam dan ilmiah, sekalipun di sisi lain hal itu membuat sejarah ekonomi sedikit gersang karena gaya bahasanya menjadi serba lugas. Dalam perkembangan selanjutnya, ada sekelompok ilmuwan yang mencoba menyisipkan model-model Marxis untuk mendampingi model neo-klasik. Lalu ada pula yang memasukkan apa yang semula dianggap sebagai elemen-elemen eksogen (luar) seperti perubahan-perubahan institusional, kajian tentang latar belakang kemunculan teknologi baru. sebab dan akibat pergeseran atau transisi demografi (termasuk perubahan-perubahan tingkat kelahiran dan kematian) serta kontrol tenaga kerja yang memang tidak tersentuh oleh ilmu ekonomi tradisional. Seusai Perang Dunia Kedua, kepeloporan sejarah ekonomi pindah ke AS, dan negara-negara lain sekedar mengikutinya. Sementara itu. pendekatan yang lebih tradisional masih mendapatkan tempat sebagai disiplin tersendiri di Inggris dan beberapa tempat lain. Di AS, para ahli sejarah ekonomi kini mempertanyakan terlalu abstraknya teori ekonomi matematis yang mereka khawatirkan akan memutuskan atau mengaburkan kaitan antara teori dengan dunia nyata. Mereka menghimbau lebih ditekankannya aspek-aspek empiris dan historis, yang sudah terbukti berhasil pada cabang-cabang lain dari ilmu ekonomi. Itu berarti sejarah ekonomi masih bisa diharapkan memperkaya khazanah ilmu sejarah dan ekonomi secara serentak.

PENGERTIAN SEJARAH EKONOMI | ok-review | 4.5