PENGERTIAN PSIKOLOGI KONSTITUSIONAL

By On Tuesday, October 8th, 2013 Categories : Psikologi

Psikologi konstitusional adalah salah satu aspek penting dari pemikiran psikologis. Istilah ini juga diartikan sebagai pandangan kontroversial yang dianut oleh sebagian kecil psikolog. Pengertiannya yang lain adalah sebagai studi tentang hubungan antara struktur morfologis dan fungsi fisiologis tubuh serta hubungan antara fungsi-fungsi psikologis dan sosial. Sejumlah psikolog menolak gagasan yang menyatakan bahwa struktur dan fungsi tubuh memiliki kaitan erat dengan fungsi psikologis, meskipun tersedia sejumlah data yang mendukung gagasan tersebut.
Karya awal Kretschmer (1921) dan para tokoh berikutnya termasuk riset komprehensif Sheldon (misalnya 1940) yang merintis psikologi konstitusional itu dihujani kritik, khususnya landasan konseptual, metodologis dan analitis datanya (Humphreys 1957). Masyarakat ilmiah nampaknya tidak begitu yakin terhadap kekuatan asosiasi antara tipe fisik dan temperamen seperti yang dilaporkan dalam karya-karya tersebut (misalnya korelasi tatanan +0,8 tentang hubungan antara karakter temperamen dan fisik; Sheldon, 1940). Namun dari penelitian lain yang aspek metodologinya lebih kuat, terungkap bahwa memang ada asosiasi yang cukup menonjol antara tipe- tipe fisik tertentu (endomorpa, mesomorpa, dan ektomorpa) dan unsur-unsur tubuh lainnya (seperti daya tarik fisik) dengan kepribadian atau temperamen. Namun asosiasi itu jauh lebih kecil ketimbang yang dilaporkan oleh Sheldon. Sebagai contoh, nilai korelasi yang terungkap ternyata hanya sekitar +0,3. Di samping itu, riset tentang pubertas dengan fungsi psikologi selama masa menjelang dewasa juga menyatakan bahwa hubungan-hubungan antara perubahan psikologis (seperti perubahan hormon) atau karakteristik- karakteristik morfologi dan perilaku pemuda tidak bisa dipastikan begitu saja. Perdebatan dalam psikologi konstitusional mencakup penjelasan hubungan empiris antara karakteristik-karakteristik tubuh dengan fungsi- fungsi psikososial. Penjelasan-penjelasan itu terkait pula dengan kontroversi mengenai pengaruh turunan dan pengaruh lingkungan. Sedikit saja psikolog yang menafsirkan hubungan antara perilaku dengan tubuh atas dasar faktor-faktor alamiah atau keturunan. Penafsiran seperti ini menekankan pada aspek turunan dan atau berbagai variabel biologis lainnya sebagai sumber morfologi, fisiologi, dan fungsi psikologi seseorang. Sebagai contoh, aneka variabel biologi dianggap merupakan sumber atau alasan jenis mesomorpik orang-orang tertentu dan sekaligus sumber perilakunya yang agresif atau menyimpang. Sedangkan penjelasan yang didasarkan pada aspek lingkungan menekankan bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan seseorang (misalnya pengalaman sosialisasi) akan mempengaruhi karakteristik fisik dan perilaku seseorang contohnya adalah riset Hall dan Lindzey yang menyimpulkan bahwa pengalaman sosialisasi mempengaruhi tampilan fisik seseorang yang selanjutnya akan mempengaruhi pula perilakunya.
Yang terakhir, penafsiran yang paling kontemporer merangkum berbagai variabel biologis dan lingkungan sebagai landasan segenap karakteristik fisik, fisiologis dan psikologi (. Contohnya adalah teori “perkembangan kontekstual” manusia yang menyatakan bahwa anak-anak dengan karakteristik fisik yang berbeda akan memiliki reaksi berbeda sesuai dengan tuntutan lingkungan dan hal inilah yang akan melandasi fungsi fisiologis, termasuk kepribadian dan perilaku sosialnya (termasuk pula sikap mereka terhadap diet dan olah raga) yang tentunya akan mempengaruhi karakteristik fisik mereka di masa selanjutnya. Namun sampai sejauh ini belum ada pengujian kritis terhadap hipotesis-hipotesis kunci yang dikemukakan di atas. Bahkan data yang tersedia pun masih relatif terbatas untuk dapat dijadikan sebagai bahan penyusunan perbandingan dan penjelasan yang memuaskan. Harus diakui bahwa topic ini sangat menarik sehingga kegiatan risetnya pun terus berkembang, khususnya pada periode menjelang dewasa. Tampaknya perdebatan teoretis dalam psikologi konstituional ini akan terus berlangsung lama.

PENGERTIAN PSIKOLOGI KONSTITUSIONAL | ok-review | 4.5