PENGERTIAN PSIKOLOGI KONSELING / PENYULUHAN

By On Tuesday, October 8th, 2013 Categories : Psikologi

Psikologi konseling adalah salah satu psikologi terapan yang berusaha menciptakan. menerapkan, dan menyebarkan pengetahuan mengenai pencegahan dan penanggulangan gangguan fungsi manusia dalam berbagai kondisi. Bidang ini diakui sebagai disiplin ilmu yang berdiri sendiri di Amerika Serikat sejak tahun 1947, disusul oleh Australia dan Kanada. Namun baru pada 1982 Inggris mengakuinya dengan membentuk seksi psikologi konseling pada British Psychological Society. Konseling atau penyuluhan pada intinya adalah suatu proses psikologis. Teori-teorinya dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan mengubah perasaan, pikiran dan perilaku mereka. Namun psikologi konseling lebih luas dari itu. Bidang ini merupakan: “Suatu spesialisasi psikologi di mana para praktisinya berusaha membantu orang-orang memperbaiki kondisi kejiwaan mereka, mengatasi tekanan mental menanggulangi krisis, dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan berbagai persoalan dan membuat keputusan-keputusan penting. Para ahli psikologi konseling memakai pendekatan-pendekatan ilmiah dalam mengembangkan solusi guna menyelesaikan berbagai persoalan manusia yang bersumber dari interaksi antar-pribadi, interaksi dalam diri pribadi seseorang, dan interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Para ahli psikologi konseling melaksanakan riset menerapkan percobaan-percobaan dan mengevaluasi jasa pelayanan mereka guna merangsang perkembangan personal dan kelompok, serta mencegah dan mengobati setiap gangguan perkembangan edukasional, emosional, organisasional, sosial dan/atau vokasional berdasarkan suatu perangkat standar dan etika yang ketat”. (American Psychological Associa-tion, 1985). Definisi ini dapat dirinci lebih jauh untuk mengungkapkan tugas-tugas pokok yang diemban oleh para psikologi konseling, mulai dari pengumpulan data mengenai pasien, penyediaan jasa konsultasi dan pelaksanaan penyuluhan atau konseling itu sendiri, identifikasi persoalan dan perumusan diagnosis, sampai dengan psikoterapi jangka panjang. Nelson-Jones menekankan pentingnya penilaian kondisi pasien sebagai landasan keberhasilan pengobatan. Metodenya didasarkan pada wawancara tatap muka, dan bisa diterapkan dalam berbagai konteks mulai dari lingkungan industri, perdagangan, pendidikan, kedokteran, kesehatan masyarakat dan sebagainya. Psikologi konseling ini terbukti ampuh membuat seorang pasien memahami dan menyadan tekanan pasca traumatik yang dideritanya, yang selanjutnya menjadi pijakan bagi pengobatannya secara efektif. Hubungan saling membantu antara terapis dengan pasien merupakan variabel yang sangat penting, meskipun psikologi konseling menggunakan berbagai metode atau teknik pengobatan yang cukup beragam. Pada dasarnya para ahli psikologi konseling melihat proses pengobatan sebagai suatu pertemuan transaksional antar-manusia dalam rangka penjajagan tujuan dan pengalaman subyektif sebagai manifestasi kualitas personal seperti empati, kehangatan non-posesif dan otentitas atau ketu lusan niat pihak penyuluh atau si psikolog yang hendak mambantu. Itu berarti psikolog konseling dalam memainkan peran sebagai pembantu haruslah aktif dalam mengadakan penjajagan guna memantau proses interaksi antara dirinya sendiri dengan si pasien. Hubungan inilah yang menjadi ciri khas psikologi konseling. Selain hubungan antara si pasien dengan sang psikolog. yang juga penting adalah tinjauan umum mengenai kondisi fisik si pasien. Semuanya diramu daiam suatu pendekatan holistik yang nantinya juga digunakan untuk memetakan kondisi mental sang pasien, sekaligus untuk merumuskan langkah- langkah yang harus diambil guna mengobatinya. Sedapat mungkin seluruh aspek kehidupan si pasien diteliti, mulai dari gaya hidup, hubungan- hubungan sosial dan politiknya dan termasuk pengaruh tertentu dari jenis kelaminnya (Taylor, 1994). Salah satu kekuatan psikologi konseling terletak pada cara-cara manusiawinya dalam menjajagi perubahan dan perkembangan perso¬nal yang berakar dalam konsepsi imajinasi sosiologis moderen. Jika diterapkan dalam struktur organisasional, metode psikologi konseling ini dapat menyajikan suatu informasi umpan balik yang berharga guna meningkatkan kualitas hidup para individu yang terdapat dalam organisasi itu sehingga psikologi konseling jelas dapat memainkan peran penting guna menunjang berlangsungnya perubahan organisasional yang konstruktif dan praktek manajemen yang baik. Rincian praktek psikologi konseling itu sendiri juga bervariasi karena dipengaruhi oleh kondisi politik sosial yang melingkupinya. Dalam perkembangannya psikologi konseling ini tumpang- tindih dengan bidang-bidang lain dari psikologi, terutama psikologi klinis. Unsur penting yang menjadi ciri khasnya adalah pengutamaan niat baik untuk membantu serta cara manusiawi yang ditempuh guna mengadakan hubungan penjajagan. Menurut Woolfe (1990): Psikologi konseling mendasarkan diri pada perspektif manusiawi untuk mengungkap berbagai persoalan manusia yang kesemuanya tidak dipandang sebagai cacat atau aib melainkan sebagai suatu hal yang harus diadaptasikan. Disitulah terletak keunikan psikologi konseling bila dibandingkan dengan bidang- bidang tradisional psikologi lainnya.

PENGERTIAN PSIKOLOGI KONSELING / PENYULUHAN | ok-review | 4.5