PENGERTIAN PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

By On Friday, October 25th, 2013 Categories : Psikologi

Psikologi industri dan organisasi (IO) merupakan penerapan dari prinsip-prinsip psikologi dalam perdagangan dan industri. Ia didefinisikan menurut kapan dan di mana ia dipraktekkan, bukan menurut pernyataan atau prinsip-prinsip tertentu. Ada tiga bidang psikologi IO yang menonjol: psikologi personalia, psikologi industrial/sosial atau industrial/klinis, dan psikologi sumber daya manusia atau rekayasa manusia. Psikologi personalia. Setiap organisasi harus membuat keputusan mengenai seleksi personalia, pelatihan, promosi, transfer pekerjaan, cuti, pemutusan hubungan kerja, kompensasi, dan sebagainya. Dalam setiap masalah itu ciri-ciri pekerja dan jenis pekerjaannya harus diteliti. Dalam seleksi pekerja, misalnya, psikologi personalia harus bisa menentukan apa yang dituntut dalam pekerjaan tersebut dan kemampuan manusia seperti apa yang dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan-tuntutan itu, dan kemudian memilih calon yang paling cocok. Demikian pula halnya dengan pelatihan (atau pelatihan ulang) yang membutuhkan pengetahuan mengenai tuntutan-tuntutan pekerjaan dan tingkat keahlian yang sudah ada pada para pegawai. Tugas para psikolog personalia adalah mengurangi kesenjangan antara tuntutan-tuntutan itu dan tingkat keahlian yang tersedia. Masalah-masalah lain, seperti promosi atau perubahan kompensasi, juga memberi tantangan bagi para psikolog personalia, yakni mencocokkan karakteristik lingkungan dan individu. Para psikolog personalia menggunakan berbagai alat, dua yang paling umum adalah analisis pekerjaan dan tes kemampuan. Analisis pekerjaan memudahkan mereka untuk menentukan tugas- tugas mana yang paling penting dan/atau paling sering dikerjakan dalam suatu pekerjaan, serta pengetahuan, keahlian, kecakapan, dan karakteristik personalia seperti apa yang paling sesuai untuk menjalankan tugas-tugas tadi. Untuk itu bisa dilakukan survey, observasi, interview, atau kombinasi dari ketiga teknik ini, serta memanfaatkan data dari petugas yang berwenang atau para pengawas lapangan yang memang merupakan sumber informasi. Tes kemampuan dimaksudkan untuk menjajagi kekuatan-kekuatan dan kelemahan para calon guna memenuhi tuntutan-tuntutan pekerjaan itu. Di masa lalu, metode paling populer adalah tes singkat kemampuan intelektual, khususnya kemampuan bahasa dan berhitung. Dua jenis tes yang paling terkenal adalah Wonderlic Personnel Test dan Otis Intelligence Test. Sejak 1960-an, tes-tes kemampuan khusus seperti Differential Classification Test Battery dan Flanagan Aptitude Classification Test telah dikenal. Tes psikologi semacam itu mengharuskan pembakuan sampel. Sampel-sampel itu bisa didapat dari tes tertulis standar, dengan daftar pertanyaan yang spesifik dan alternatif jawaban yang sempit. Selain itu ada juga sampel yang berisi pertanyaan luas dan jawaban terbuka, yang strukturnya lebih tergantung kepada responden ketimbang pelaksana tes atau tes itu sendiri. Sampel juga bisa mencakup kemampuan motorik, wawancara perilaku, dan bahkan ukuran-ukuran fisiologis, misalnya, laju detak jantung atau tes ketahanan mental terhadap faktor-faktor stres di tempat kerja.
Psikologi industri/sosial atau psikologi inoustr, klinis. Bidang psikologi 10 ini berurusan dengan penyesuaian timbal-balik antara orang dan lingkungannya, dan menjadikan kapasitas-kapasitas emosional individu dan iklim lingkungan sebagai bahan penyelidikan pokok. Masing-masing pekerja harus diteliti berdasarkan kriteria berikut: kemampuan menyesuaikan diri, motivasi, kepuasan, kinerja, kecenderungan untuk tetap bekerja di perusahaan, dan tingkat absensi. Karateristik organisasi yang harus dilibatkan adalah, misalnya, usaha-usaha perusahaan untuk membantu menciptakan iklim kerja yang positif, sistem imbal jasa yang dipakai, gaya-gaya kepemimpinan, dan struktur nyata dan operasi organisasi. Hampir semua strategi penyesuaian melibatkan orang lain secara riil atau imajiner; ini merupakan wilayah kerja para psikologi sosial/industri. Sementara itu para psikolog industri/klinis berurusan dengan kesejahteraan psikologis para pekerja. Mereka sering mendapati bahwa penyesuaian yang kurang baik acapkali menimbulkan stress dan kadang-kadang menimbulkan penyimpangan perilaku.
Psikologi sumber daya manusia atau rekayasa manusia. Bidang psikologi ini memakai asumsi yang ber-kebalikan dan yang dipakai psikologi personalia. Pokok masalahnya sendiri tidak berbeda: bagaimana mencocokkan individu dengan pekerjaannya. Tapi psikolog sumber daya manusia berasumsi bahwa orang adalah konstanta (faktor tetap) dan lingkungan adalah variabel (faktor berubah). Para psikolog ini mencoba mengatur atau merancang lingkungan sedemikian rupa sehingga iebih cocok dengan kapasitas dan keterbatasan-keterbatasan manusia yang ada di dalamnya. Untuk meningkatkan kecocokan, lingkungan kerja harus diubah, yang biasanya dilakukan dengan memodifikasi standar operasi atau peralatan sesuai kapasitas operator. Kapasitas- kapasitas yang dimaksud bisa bersifat sensorik (misalnya ketajaman mata), atau kognitif (misalnya kecepatan mengolah informasi). Yang ditekankan di sini adalah informasi input dan output sistem, yang misalnya terdapat pada peralatan peragaan (alat baca digital, timbangan atau piringan tombol, dan lain-lain). Ketiga bidang IO ini jarang berdiri sendiri: ketiganya merupakan unsur-unsur dari sebuah sistem yang saling berkaitan. Strategi-strategi pemilihan akan menentukan kapasitas dan kelemahan para operator. Ini juga akan menghasilkan sederetan desain peralatan dan modifikasi. Demikian pula sebaliknya, peralatan yang ada akan menentukan kapasitas dan karakteristik pemakai-pemakainya. Akhirnya, interaksi antara kapasitas pekerja, peralatan, dan rancangan tugas, serta praktek-praktek administratif, akan mempengaruhi penyesuian tersebut.

PENGERTIAN PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI | ok-review | 4.5