PENGERTIAN PROTEKSIONISME

By On Tuesday, January 21st, 2014 Categories : Ekonomi

PROTECTIONISM / PROTEKSIONISME adalah suatu kebijakan yang disengaja sebagai usaha pemerintah untuk membentuk hambatan-hambatan perdagangan seperti TARIF (TARIFFS) dan KUOTA (QUOTAS)dalam rangka melindungi industri dalam negeri dari persaingan dengan industri luar negeri. Walaupun terdapat berbagai argumentasi untuk proteksi,-khususnya yang muncul untuk kepentingan-kepentingan tertentu, proteksionisme pada garis besarnya tidak dapat dipertahankan sebagai alat untuk melindungi kepentingan dari masyarakat nasional dan internasional. Sebagai contoh, pernyataan yang sering disebutkan bahwa tarif dibutuhkan untuk menyeragamkan tingkat upah di antara negara-negara. Industri tekstil Inggris dan Amerika Serikat mengeluh bahwa posisi dalam negeri mereka dirusak oleh pemasok-pemasok asing yang mempekerjakan “tenaga kerja yang murah”. Akan tetapi harus diperhatikan bahwa untuk perekonomian secara menyeluruh tingkat upah yang tinggi adalah merupakan hasil bukan merupakan penyebab dari efisiensi produktif, industri- industri lainnya telah berhasil mengimbangi pesaing asing baik dalam pasar dalam negeri dan luar negeri, walaupun tingkat upah pada industri tersebut lebih tinggi. Hal ini timbul karena mereka mempunyai tingkat yang lebih tinggi dalam urutan KEUNGGULAN KOMPARATIF (COMPARATIVE ADVANTAGE). Perlindungan terhadap industri-industri yang mempunyai urutan keunggulan komparatif yang rendah mengubah kedudukan industri tersebut dan mengakibatkan penggunaan sumber daya yang tidak efisien. Persaingan luar negeri akan memaksa kontraksi industri-industri tekstil tersebut, dan sumber-sumber daya yang tidak digunakan lagi oleh industri tekstil tersebut sebagai akibat dari kontraksi yang terjadi kemudian dapat dimanfaatkan untuk produk-produk di mana negara yang bersangkutan memiliki keunggulan komparatif.
Proteksi mungkin penting, dalam jangka pendek proteksi disarankan untuk mempermudah suatu restrukturisasi industri secara tertib (khususnya bila sumber daya tenaga kerja sangat terpusat), tetapi terdapat bahaya bahwa proteksi ini mungkin menjadi permanen untuk kepentingan- kepentingan pribadi.
Alasan-alasan lain untuk melakukan proteksi, biasanya dapat dicapai secara lebih efektif melalui perangkat alternatif. Oleh karena itu, tarif dan kuota yang selektif dapat membantu dalam memperbaiki KESEIMBA┬ČNGAN NERCA PEMBAYARAN (BALANCE-OF-PAYMENT EQUILIBRIUM) , akan tetapi me┬Čnganggai susunan industri-industri yang memiliki keunggulan komparatif. Sebaliknya, kebijakan fiskal dan moneter agregat serta penyesuaian nilai tukar mempengaruhi semua transaksi luar negeri.
Walaupun demikian, terdapat beberapa alasan yang kelihatannya cukup baik untuk melakukan proteksi. Dari sudut pandang kesejahteraan dunia secara menyeluruh tuntutan y~ng paling populer yang dibuat untuk tarif dan lain-lain adalah apa yang disebut sebagai alasan INDUSTRI BAYI (INFANT-INDUSTRY). Proteksi dapat menjadi suatu alat yang efektif untuk mendorong pengembangan dari suatu industri yang sesuai pada suatu negara (dalam bentuk keunggulan komparatif potensial), tetapi industri ini tidak mungkin dapat dimulai kecuali bila diberikan proteksi dan impor.
Dengan adanya proteksi, suatu industri mampu untuk memperoleh skala perekonomian internal (yaitu, biaya yang lebih rendah melalui eksploitasi pasar dalam negeri yang lebih besar), dan mengambil manfaat dari berbagai perekonomian eksternal (angkatan kerja yang terlatih dengan baik atau dampak dari “belajar sambil bekerja”). Akhirnya industri yang baru tersebut mampu mempunyai efisiensi yang sama atau lebih dibandingkan dengan pesaing-pesaing yang telah ada. Akhirnya tarif tersebut dapat dihapuskan, setelah tercipta industri yang dapat bertahan hidup dan bersaing.
Proteksi industri temporer tersebut tidak bertentangan dengan tujuan dari perdagang bebas yaitu spesialisasi maksimum atas dasar keunggulan komparatif. Hanya melalui pemerataan temporer dari kondisi-kondisi kompetitif maka industri tersebut mampu mencapai tahap pembangunan yang memungkinkannya untuk merealisir kekuatannya secara penuh. Walaupun demikian, tetap timbul permasalahan. Seringkah industri- industri yang dipilih untuk diberikan proteksi tidak berdasarkan atas suatu j keunggulan komparatif yang menguntungkan tetapi atas dasar alasan nasionalistik (contoh; diversifikasi dari perekonomian); “industri bayi” menjadi suatu slogan untuk membenarkan proteksi tanpa memperhatikan manfaat. Proteksi yang diberikan mungkin terlalu berlebihan dan berlanjut untuk waktu yang lebih lama daripada yang seharusnya dibutuhkan. Dalam beberapa kondisi, tarif dapat digunakan untuk meningkatkan SYARAT-SYARAT PERDAGANGAN ( TERMS OF TRADE) suatu negara dengan memaksa harga dari negara-negara pengekspor turun. Hal ini khususnya berlaku bagi importir-importir utama yang cukup besar untuk menggunakan kekuatan membeli. Perlu diperhatikan bahwa keuntungan yang diperoleh dari impor-impor yang berharga lebih rendah mungkin diseimbangkan oleh dua dampak dari tarif yang merugikan: Pengalihan sumber- sumber daya mereka pada penggunaan yang kurang produktif, dan fakta bahwa kemungkinan mitra dagang akan membalas dengan membebankan tarif atas produk mereka. Lihat juga IMPORT RESTRICTIONS, NOMINAL RATE OF PROTECTION, EFFECTIVE RATE OF PROTECTION, BEGGAR-MY-NEIGHBOUR POLICY, GENERAL AGREEMENT OF TARIFF AND TRADE, MULTI-FIBRE ARRANGEMENT, DUMPING, LOCAL CONTENT RULE.

PENGERTIAN PROTEKSIONISME | ok-review | 4.5