PENGERTIAN PRASASTI CANGGAL

By On Tuesday, October 29th, 2013 Categories : Antropologi

PRASASTI CANGGAL ditemukan di Gunung Wukir, Desa Canggai, Kecamatan Kadiluwih, Distrik Salam, Kedu Selatan. Prasasti ini ditemukan di halaman candi induk hasil seni bangunan tertua, yang hampir tidak diketahui lagi wujud sebenarnya. Prasasti ini ditulis dalam bahasa Sanskerta, berhuruf Palawa, berangka tahun 654 Saka. Prasasti ini adalah salah satu dari banyak prasasti yang mengisahkan Raja Sanjaya. Seperti halnya prasasti lain, penamaan Canggai untuk prasasti ini mengikuti nama desa tempat penemuannya.
Isi prasasti ini mengenai pendirian lingga di desa Kunjarakunja di Pulau Jawa oleh Raja Sanjaya. Lingga adalah lambang Dewa Siwa, dewa yang paling banyak disebut-sebut dan paling dihormati dibandingkan Brahma dan Wisnu. Penyebutan desa Kunjarakunja itu menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda dari para ahli purbakala, seperti H. Kern, Krom, Stutterheim, dan Purbatjaraka, tentang lokasi lingga itu. Kern dan Krom berpendapat bahwa Kunjarakunja terletak di India Selatan, di dekat Travancore-Tinnevelli. Tetapi pendapat ini dibantah oleh Stutterheim yang mengatakan bahwa tempat itu harus dicari di Jawa Tengah, di sekitar.Kedu. Bagi Purbatjaraka, Kunja-radesa berarti “gajah hutan daerah” atau “daerah hutan gajah” dan ini sama dengan alasing (sa)liman (hutan gajah) atau daerah Sleman sekarang. Akhirnya Sanna digantikan oleh anak saudara perempuannya, bernama Sri Sanjaya. Raja ini ahli dalam hal kitab-kitab suci dan keprajuritan. Ia meluaskan kekuasaan dengan menaklukkan beberapa daerah di sekitar kerajaannya. Ia juga raja yang mampu menciptakan ketenteraman dan kemakmuran bagi rakyatnya. Sanjaya merupakan raja yang terkenal di Jawa Tengah, sehingga menurut Prasasti Mantyasih, yang dikeluarkan oleh raja Rake Watukura Dvah Balitung, nama Sanjaya dipakai sebagai pangkal silsilah bagi raja-raja yang menggantikannya sampai abad ke-10. Sanjaya diberi gelar Rake Mataram Sang Ratu Sanjaya.

PENGERTIAN PRASASTI CANGGAL | ok-review | 4.5