PENGERTIAN PERTUMBUHAN EKONOMI

By On Friday, October 18th, 2013 Categories : Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi biasanya diartikan sebagai peningkatan nilai pendapatan atau output riil. Kata “riil” mengisyaratkan bahwa hanya perubahan-perubahan kuantitas, bukannya perubahan harga-harga, yang dimungkinkan untuk mempengaruhi ukuran tersebut. Peningkatan nilai tersebut jelas tidak sama dengan peningkatan kesejahteraan atau kebahagiaan, meskipun orang yang penghasilannya bertambah tentunya merasa lebih bahagia: bahkan, efek nettonya sendiri masih diperdebatkan. Pendapatan riil yang dapat diukur semata-mata berarti tingkat maksimum konsumsi rili yang dapat diukur atas berbagai barang dan jasa dalam kurun waktu tertentu. Jadi diasumsikan kalau biaya untuk mempertahankan tingkat konsumsi itu dapat dipenuhi; misalnya, jalan-jalan ke pasar terpelihara, jumlah pedagang tetap banyak, dan masih tersedia dana untuk keperluan lain seperti kesehatan dan pendidikan. Prinsipnya, pendapatan yang terukur semestinya juga sudah memperhitungkan biaya kerusakan lingkungan atau penyusutan bahan-bahan tambang yang penting. Jika semua pendapatan dikonsumsi, maka perekonomian akan staiis: pengaturannya tetap, dan outputnya pun takkan berkembang.
Untuk menumbuhkan perekonomian, harus ada pengaturan tertentu untuk itu, dan ada biayanya, yakni investasi. Bentuknya sendiri bermacam-macam, mulai dari perbaikan atau penambahan jalan-jalan. peningkatan sarana kesehatan, penggalakan riset, dan sebagainya. Suatu negara yang menyisihkan lebih banyak pendapatannya untuk investasi akan tumbuh lebih cepat. Bekas Uni Soviet sebenarnya menginvestasikan sebagian besar pendapatannya, namun pengelolaannya sangat tidak efisien sehingga hasilnya tidak dapat dinikmati oleh orang banyak. Pengalaman menunjukkan bahwa investasi akan membuahkan hasil maksimal ;ka ditopang oleh sistem pasar bebas, meskipun sebagian investasi berskala besar perlu dilakukan secara terpusat. Pasar bebas membuka peluang keuntungan bagi siapa saja yang mampu be: produksi secara efisien, dan ini akan mendorong kaancan swasta berbuat sebaik mungkin, apalagi ka ada isenn: pajak yang akan pekerja. Namun proteksi pemerintah yang berlebihan atau perusahaan yang kelewat besar sehingga memonopoii justru merugikan karena efisiensi akan terkorbankan. desakan persaingan asing tak tertahankan, dan pada akhirnya pertumbuhan ekonomi merosot. Penekanan investasi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi ini nampak beriebihan. Para ekonom pada umumnya lebih mementingkan kemajuan teknologi sebagai sumber utama pertumbuhan. Data empiris menunjukkan bahwa investasi memang penting; bersama dengan kenaikan employment, kenaikan investasi menyumbangkan lebih dari separuh pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju, sedangkan sumber sisanya tidak diketahui secara pasti, mungkin saja kemajuan teknologi yang secara teoretis diartikan sebagai penemuan cara-cara baru yang dapat meningkatkan output dari modal dan tenaga kerja yang sama. Belakangan terungkap bahwa hitungan atas kontribusi investasi terhadap pertumbuhan itu keliru. Namun angka kontribusi di atas bukannya terlalu besar, melainkan justru terlalu kecil. Kontribusi investasi ternyata mutlak menentukan pertumbuhan ekonomi, sehingga sekarang tidak ada lagi sumber sisa yang tidak diketahui. Teori-teori terdahulu tentang pertumbuhan, seperti yang dikemukakan Solow, tidak hanya memberikan taksiran pengaruh yang kelewat kecil bagi investasi, tetapi juga melakukan kekeliruan fatal dengan menyatakan bahwa sampai batas tertentu dalam jangka panjang kenaikan investasi takkan mengubah tingkat pertumbuhan ekonomi. Menurut mereka, hal penting berikutnya yang akan berperan adalah kemajuan teknologi. yang tidak mereka jelaskan secara rinci. Akibat kerancuan itu, muncul upaya untuk memasukkan kemajuan teknologi sebagai salah satu bentuk investasi melalui R&D, namun teori-teori seperti itu justru terlilit dalam kesulitan konseptual . Kemajuan teknologi tidak sama dengan investasi. Investasi adalah biaya pengubahan pengaturan ekonomi, dan tidak pernah merupakan reduplikasi seperti teknologi (itulah sebabnya investasi tidak harus berhenti). Investasi adalah penciptaan dan pemanfaatan peluang-peluang baru. Di abad 19, misalnya, pembangunan jaringan kereta api dan telegraf adalah investasi penting bagi perekonomian AS, yang memungkinkan para pelaku ekonomi di sana memacu skala ekonomis dan variasi bidang bisnis (Chandler 1990). R&D jelas penting, khususnya bagi industri-industri tertentu seperti aronotika, elektronika dan farmasi, namun semua itu hanyalah generator peluang investasi. Negara-negara yang laju pertumbuhan ekonominya paling cepat di dunia — yakni macan-macan Asia Timur yang upahnya relatif rendah sedangkan peluang investasi dan tingkat profitabilitasnya begitu tinggi — bukanlah mereka yang paling banyak menuangkan dana R&D (riset dan pengembangan). AS dan negara- negara Barat yang anggaran R&D-nya begitu besar justru kalah dari mereka. Negara-negara Asia Timur itu juga sangat diuntungkan oleh berlangsungnya transfer tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri manufaktur dan jasa. Mungkin kendala terbesar pihak Barat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah sulitnya menciptakan boom ekonomi yang cukup lama tanpa lonjakan inflasi agar dapat membiakkan aneka peluang investasi yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi. Inflasi mudah melonjak di sana, sehingga pemerintah harus menginjak rem pertumbuhan. Sebaliknya, negara-negara Asia Timur mampu menciptakan boom ekonomi yang cukup lama sehingga mereka tidak kekurangan peluang investasi.

PENGERTIAN PERTUMBUHAN EKONOMI | ok-review | 4.5