PENGERTIAN PERTUMBUHAN EKONOMI

By On Wednesday, December 4th, 2013 Categories : Ekonomi

ECONOMIC GROWTH / PERTUMBUHAN EKONOMI adalah pertumbuhan output (OUTPUT) riil suatu perekonomian sepanjang waktu. Pertumbuhan ekonomi biasanya diukur dengan peningkatan PRODUK NASIONAL BRUTO (GROSS NATIONAL PRODUCT) (PNB) riil atau PRODUK DOMESTIK BRUTO (GROSS DOMESTIC PRODUCT) (PDB) sepanjang waktu atau peningkatan pendapatan per kapita (INCOME PER HEAD) sepanjang waktu. Ukuran yang terakhir tersebut menghubungkan peningkatan output total dengan perubahan jumlah penduduk. Bila output total hanya naik sedikit dibandingkan dengan kenaikan jumlah penduduk, maka hanya terjadi sedikit peningkatan standar hidup rata-rata. Pencapaian tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah salah satu dari empat tujuan utama KEBIJAKAN MAKROEKONOMI (MACROECONOMIC POLICY). Pentingnya pertumbuhan ekonomi terletak pada sumbangannya terhadap kemakmuran masyarakat secara umum. Pertumbuhan sangat diinginkan karena akan memungkinkan masyarakat mengkonsumsi barang dan jasa lebih banyak, dan juga menyumbang pada penyediaan barang- barang dan jasa-jasa sosial yang lebih besar (kesehatan, pendidikan, dan sebagainya), sehingga meningkatkan standar hidup riil. Namun demikian,
pertumbuhan ekonomi yang cepat dapat juga mengakibatkan habisnya sum berdaya alam yang terbatas dan memperburuk masalah polusi lingkungan. Kemampuan suatu perekonomian untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak tergantung pada beberapa faktor;
(a) peningkatan persediaan dan mutu barang modalnya (AKUMULASI KAPITAL (CAPITAL ACCUMULATION) atau pembentukan modal). Lihat INVESTMENT.
(b) peningkatan jumlah dan mutu SUMBERDAYA TENAGA KERJA (LABOUR FORCE) .
(c) peningkatan jumlah dan mutu SUMBERDAYA AIAM (NATURAL RESOURCES).
(d) pemakaian faktor-faktor input secara efisien sehingga memaksimumkan sumbangannya terhadap perluasan output, melalui peningkatan PRODUKTIVITAS.
(e) pengembangan dan pengenalan teknik-teknik yang inovatif dan produk-produk baru (KEMAJUAN TEKNOLOGI/ TECHNOLOGICAL PROGRESSIVENESS). Kedua faktor terakhir (d dan e) sangat penting bila posisi ekonomi suatu negara secara material dipengaruhi oleh PERDAGANGAN INTERNASIONAL (INTERNATIONAL TRADE), dengan menggaris bawahi perlunya daya saing negara-negara pengekspor dan pengimpor utama (lihat IMPORT PENETRATION). Apakah suatu perekonomian dapat merealisasikan potensi pertumbuhannya tergantung pada satu pertimbangan lebih lanjut ini:
(f) tingkat PERMINTAAN AGREGAT (PERMINTAAN AGREGAT). Tingkat permintaan harus cukup tinggi supaya dapat menjamin penggunaan yang penuh dari kemampuan produksi yang meningkat dalam perekonomian.
Pemerintah dapat mendorong proses pertumbuhan dengan meningkatkan pengeluaran dalam perekonomian melalui pengurangan pajak (lihat FISCAL POLICY), dan dengan meningkatkan persediaan uang dan menurunkan tingkat bunga (lihat MONETARY POLICY). Di samping itu, pemerintah dapat mempengaruhi sisi penawaran dalam perekonomian dengan mendorong inisiatif dunia usaha dan menyediakan sumberdaya untuk memperbaiki produktivitas dan penelitian {lihat SUPPLY-SIDE ECONOMICS, INDUSTRIAL POLICY). Lihat PRODUCTION POSSIBILITY BOUNDARY, CAPITAL-LABOUR RATIO, CAPITAL- OUTPUT RATIO, CAPITAL WIDENING, CAPITAL DEEPENING, POTENTIAL GROSS NATIONAL PRODUCT, DOMAR ECONOMIC GROWTH MODEL, INTERTEMPORAL SUBSTITUTION. economic growth models [model-model pertumbuhan ekonomi] Lihat DOMAR ECONOMIC GROWTH MODEL, HARROD ECONOMIC GROWTH MODEL, SOLOWR ECONOMIC GROWTH MODEL.

PENGERTIAN PERTUMBUHAN EKONOMI | ok-review | 4.5