PENGERTIAN PEREKONOMIAN INFORMAL

By On Friday, October 25th, 2013 Categories : Ekonomi

Istilah perekonomian informal”, “perekonomian bawah tanah”, “perekonomian gelap” atau “perekonomian yang terabaikan”, semuanya mengacu pada jenis-jenis transaksi ekonomi yang tidak tercermin pada statistik resmi. Sumber-sumber pendapatan yang tidak pernah dilaporkan itu mencakup pula pendapatan dari kegiatan-kegiatan kriminal, di samping tentunya kegiatan-kegiatan legal meskipun tidak sempat terliput oleh dinas pajak. Singkatnya, istilah-istilah tersebut merujuk pada segenap transaksi legal maupun illegal yang acapkali menimbulkan perbedaan antara hasil nyata dari suatu perekonomian dengan gambaran yang diberikan oleh data-data resmi. Sejauh ini. angka-angka ekonomi resmi memang tidak dapat sepenuhnya mencerminkan situasi yang ada. Banyak orang yang secara resmi terdaftar sebagai penganggur namun sesungguhnya melakukan kegiatan tertentu yang memberinya penghasilan sehingga data employment acapkali lebih kecil ketimbang situasi employment yang sesungguhnya. Masalah serupa juga muncul dalam konsumsi. Banyak orang yang memperoleh penghasilan namun tidak pernah melaporkannya kepada dinas pajak. Jika jumlahnya cukup banyak, maka akan tercipta suatu kesenjangan antara tingkat konsumsi aktual dengan data konsumsi resmi. Konsekuensinya, ramalan-ramalan ekonomi, misalnya perkiraan akan adanya depresi, sering sekali meleset. Distribusi pendapatan riil ternyata juga berbeda dari yang tertera dalam laporan resmi karena pencatatan upah atau gaji seringkah tidak mencakup keuntungan-keuntungan tak langsung yang diterima oleh para pekerja seperti telepon bebas biaya, makan siang gratis, atau pengangkutan cuma-cuma dari dan ke tempat kerja. Para pedagang kecil juga jarang mencatat pendapatannya. Hal serupa juga terjadi pada statistik produksi, pendapatan nasional maupun pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Perekonomian informal ada di mana-mana, namun signifikansi atau arti pentingnya sulit dikuantifikasikan secara tepat, karena sifatnyanya yang tersebar (di samping sebagian di antaranya yang bersifat illegal sehingga tentu saja tidak pernah dilaporkan). Namun serangkaian studi empiris yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa pendapatan dan atau produksi tersembunyi itu mencapai 20 hingga 30 persen dari total pendapatan nasional riil di negara-negara maju. Sejumlah riset ekonometri di Eropa dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa peranan perekonomian informal terus meningkat selama paruh pertama abad 20, sehingga jika semula kedudukannya bersifat marginal maka kini perekonomian informal telah menjadi bagian penting dalam perekonomian negara-negara maju tersebut sejak usainya Perang Dunia Kedua. Dari tahun 1985 cakupan perekonomian informal, termasuk elemen illegalnya, meningkat pesat (terutama dari perdagangan obat-obat terlarang).
Lantas apa sajakah biaya dan keuntungan ekonomi murni bagi seseorang yang terlibat dalam kegiatan perekonomian informal? Penghematan pajak merupakan salah satu keuntung an yang utama, namun hal ini tidak begitu kentara di Amerika Serikat yang tingkat pajaknya relatif rendah (ini kontras dengan yang terjadi di Eropa). Di samping itu nampak pula kecenderungan bahwa masyarakat justru berusaha menghindari keterlibatan pemerintah dalam menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi. Artinya sedapat mungkin mereka berusaha agar pemerintah tidak melakukan campur tangan, khususnya dalam memungut pajak atas pendapatan yang mereka peroleh. Kecenderungan ini sulit dibendung karena selalu terbuka jalan bagi para pelakunya untuk menghindari jebakan-jebakan yang dipasang oleh para pembuat kebijakan. Upaya memperketat peraturan perpajakan, misalnya, selalu diimbangi dengan peningkatan upaya pengelakan pajak yang dalam bentuk ekstrimnya bisa menjurus pada pelarian modal ke luar negeri. Oleh karena itu setiap kebijakan harus didasarkan pada pemahaman mengenai hakikat dan peran perekonomian informal tersebut, yang mulai berkembang menjadi fokus kajian tersendiri para ekonom sejak awal 1980-an. Di sebagian besar negara berkembang, sektor informal memainkan peran yang sangat penting, terutama di daerah perkotaan, sehingga sektor tersebut dipandang sebagai salah satu elemen dinamis dan berharga bagi keseluruhan perekonomian mereka. Secara umum para ekonom belum dapat memastikan sejauh mana keuntungan atau kerugian yang ditimbulkan oleh sektor ekonomi informal tersebut, serta seberapa banyak kontribusinya bagi penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Penilaian-penilaian yang dikemukakan sampai sejauh ini masih memuat pertimbangan sepihak, sehingga keputusannya pun pada akhirnya bersifat politis. Satu hal yang pasti, selain mengandung banyak manfaat, perekonomian gelap juga berpotensi merusak standar dan nilai-nilai dasar yang menjadi landasan beroperasinya suatu ekonomi. Jika dibiarkan hal itu akan merugikan perekonomian yang bersangkutan secara keseluruhan.

PENGERTIAN PEREKONOMIAN INFORMAL | ok-review | 4.5