PENGERTIAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

By On Sunday, December 22nd, 2013 Categories : Ekonomi

INTERNATIONAL TRADE / PERDAGANGAN INTERNASIONAL adalah PERTUKARAN (EXCHANGE) barang dan jasa antarnegara melalui EKSPOR (EXPORTS) dan IMPOR (IMPORTS). Perdagangan lintas batas seperti ini biasanya berdasarkan KEUNGGULAN KOMPARATIF (COMPARATIVE ADVANTAGE) yang dimiliki negara-negara dalam menyediakan produk-produk tertentu, yang memberikan dasar dari suatu pembagian kerja internasional (lokasi produksi).
Variasi keunggulan komparatif antarnegara menggambarkan ukuran struktur biaya mereka yang berbeda (misalnya daya saing harga) dan tingkat keahlian yang berbeda (misalnya daya saing produk). Hal-hal ini pada gilirannya ditentukan dalam ukuran yang luas oleh faktor sumber daya utama negara tersebut (sumber daya alam, tenaga keija dan modal) dan tingkat kematangan ekonomi (tingkat pendapatan per kapita, biaya umum, tingkat harga, ilmu pengetahuan, keahlian teknik, dan lain sebagainya). Tersedianya sumber daya dan keahlian menunjukkan ragam produk yang dapat diproduksi oleh suatu negara, sementara biaya relatif,
faktor harga dan jenis produk yang berbeda-beda menyatakan produk yang sesuai untuk diproduksi, yaitu produk yang mempunyai keuntungan komparatii terhadap negara lain. Melalui perdagangan, negara-negara dapat mempergunakan kekuatan ekonominya untuk meningkatkan standar hidup riil mereka.
Perdagangan internasional memberikan keuntungan konsumsi dan produksi bagi suatu negara. Perdagangan memungkinkan negara-negara mengkonsumsi beberapa barang dan jasa lebih murah melalui impor, dan juga mendapat beberapa sumber produk dari negara-negara lain yang sama sekali tidak tersedia di dalam negeri karena produsen dalam negeri tidak dapat memasoknya (sebagai contoh, bahan baku yang langka atau produk berteknologi tinggi). Perdagangan internasional meningkat¬kan etisiensi dalam memproduksi dengan cara mendorong pengalokasian kembali sumber daya, mengalihkannya dari sektor ekonomi yang lebih baik dengan mengimpor ke sektor di mana negara tersebut mempunyai keuntungan komparatif dibandingkan negara lain.
Pertimbangan akan manfaat perdagangan internasional menyarankan agar jumlah optimal dari manfaat tersebut didapat dengan cara terbaik melalui kondisi PERDAGANGAN BEBAS (FREE TRADE) (tidak adanya hambatan dalam perdagangan seperti TARIF (TARIFFS) dan KUOTA (QUOTAS), hal ini dapat dilihat dari pendapat masyarakat internasional dengan membentuk Perjanjian Umum mengenai Tarif dan Perdagangan (GENERAL AGREEMENT OF TARIFF AND TRADE/GATr) dan pembentukan berbagai KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS (FREE TRADE AREAS). Dalam prakteknya, manfaat dari perdagangan internasional sering dinikmati dengan porsi yang tidak sama di antara negara-negara yang ada, dan tidak dapat dihindari praktek ini menciptakan situasi di mana kepentingan nasional diutamakan dari kewajiban internasional, sehingga mengakibatkan dilakukannya kebijakan proteksi (lihat PROTECTIONISM) secara unilateral. Sebagai tambahan, cara perdagangan dunia yang telah dikembangkan tidak menguntungkan bagi beberapa NEGARA SEDANG BERKEMBANG (DEVELOPING COUNTRY) tertentu yang permintaan dunia untuk komoditi ini lambat.
Perdagangan internasional memiliki spesialisasi dalam rentang produk yang sempit yang mana suatu negara mempunyai pengaruh terhadap NERACA PEMBAYARANNYA (BALANCE OF PAYMENT) selama ekspornya menghasilkan devisa luar negeri, sementara impor membutuhkan pembiayaan dengan mata uang asing, PASAR VALUTA ASING (FOREIGN EXCHANGE MARKET) bertindak sebagai saluran pembelian dan penjualan mata uang asing untuk membiayai perdagangan. Kinerja perdagangan luar negeri suatu negara akan mempengaruhi nilai tukar mata uangnya ketika diperdagangkan dengan mata uang negara-negara lain, inilah yang dinamakan NILAI TUKAR (EXCHANGE RATE).

PENGERTIAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL | ok-review | 4.5