PENGERTIAN PENGKONDISIAN KLASIK DAN OPERAN

By On Tuesday, October 8th, 2013 Categories : Psikologi

Pengkondisian klasik lebih cocok diterapkan untuk memahami emosi dan sikap, karena antisipasi terhadap adanya peristiwa atau sesuatu yang tidak menyenangkan akan menimbulkan perubahan emosional (misalnya berupa bangkitnya rasa takut) yang berlangsung dengan sendirinya. Pelaku eksperimen tetap memberikan makanan terlepas dari perilaku anjing itu (di sinilah terletak perbedaan antara pengkondisian klasik dan operan, karena dalam eksperimen Skinner, tikus-tikusnya hanya akan memperoleh makanan jika ia menekan tombol). Fisiolog Rusia Iwan Pavlov bukanlah ilmuwan pertama yang menyelidiki bagaimana hewan belajar, namun ia jelaslah salah satu tokoh yang berjasa merintis eksperimen sistematik untuk memperoleh informasi kuantitaf mengenai subjek tersebut, dan dari karyanyalah para ilmuwan di masa selanjutnya mengetahui makna pengkondisian sebagai salah satu bentuk belajar. Dalam karyanya mengenai sistem pencernaan anjing. Pavlov mendapati bahwa air liur anjing bukan hanya timbul jika hewan itu melihat makanan namun juga jika ia mencium bau makanan. Jika hal ini dibiasakan, maka setiap kali ada tanda- tanda makanan akan disajikan maka air liur anjing itu pun langsung menetes. “Sekresi psikis’ ini, meskipun semula ini dimaksudkan untuk mempelajari sistem pencernaan, memberi petunjuk-petunjuk penting yang selanjutnya dijadikan landasan sebagai studi refleks kondisional yang membuat nama Pavlov begitu terkenal. Pengaturan eksperimen Pavlov sebenarnya sederhana saja. Seekor anjing yang lapar diikat dan setiap beberapa menit sekali anjing itu diberi beberapa sendok tepung daging dan setiap saat pemberian ditandai dengan berbagai tanda yang berlainan mulai dari suara sampai dengan kilatan cahaya Kalau stimulusnya bervariasi, maka air liur anjing itu baru menetes jika ia sudah melihat makanan. Akan tetapi jika stimulusnya tetap, katakanlah dering bel atau nyala lampu, maka ketika nyala lampu atau dering bel itu diberikan, air liur anjing itu sudah menetes sekalipun tidak ada makanan yang dilihatnya. Inilah respon kondisional yang dimaksud. Bila diterjemahkan dari bahasa aslinya, yakni bahasa Rusia istilah “kondisional” dan “non-kondisional” menjadi terkondisi dan tidak terkondisi”. Kata “pengkondisian” dengan cepat digunakan secara luas untuk menjelaskan prosedur pengubahan perilaku seperti yang dialami anjing tadi. Ketika Pavlov mengembangkan rumusan yang kini disebut “pengkondisian klasik” itu, seorang mahasiswa muda berkebangsaan Amerika Edward Thorndike melaksanakan serangkaian penelitian sistematik yang kurang lebih sama yang kini dianggap sebagai analisis pertama “pengkondisian operan“. Ia menggunakan kucing, ayam dan kera, dan pijakannya dalam bereksperimen juga berbeda. Kalau Pavlov adalah seorang fisiolog yang ingin mempelajari otak manusia dan bagaimana otak dikontrol oleh impuls-impuls atau reflek tertentu, Thorndike ingin mempelajari bagaimana binatang dapat belajar secara obyektif dan ilmiah dalam rangka membuktikan mitos pasca Darwin bahwa binatang sesungguhnya dapat belajar, mengingat dalam pandangannya manusia disetarakan dengan binatang. Dalam penelitiannya, Thorndike menempatkan seekor kucing dalam sebuah kotak jebakan melihat kemampuannya mengenali jalur-jalur yang memungkinkannya keluar dari kotak itu. Ia mendapati bahwa binatang dapat belajar jika ada mekanisme hukuman dan hadiah yang mempertajam respon binatang itu. Istilah pengkondisian operan diperkenalkan oleh fisiolog Amerika B.F. Skinner yang menyempurnakan prosedur Thorndike. Skinner memakai tikus sebagai bahan penelitiannya, dan dalam penelitian ini ia melengkapi kotak jebakan dengan umpan di sana-sini sebagai petunjuk arah yang benar, dan ia menyimpulkan mekanisme hukuman dan hadiah itu memang mempertajam respon hewan sekaligus memacunya belajar. Meskipun Skinner, tidak seperti Thorndike, menggunakan berbagai terminologi Pavlov ia membuat penafsiran sendiri sehingga analisisnya lebih mirip dengan yang dicapai oleh Thorndike. Sama halnya dengan Thorndike, Skinner berpendapat bahwa faktor dampak atau konsekuensi sangat penting dalam proses belajar hewan. Tikus dapat diajarkan memencet tombol tertentu bila ia lapar karena ia tahu dengan memencet tombol itu akan memperoleh makanan. Ini merupakan riset-riset rintisan mengenai perilaku binatang dan cara-cara untuk mengubahnya.
Hukum dampak yang merangkum observasi- observasi tersebut ternyata sesuai dengan apa yang diketahui banyak orang secara awam. Orang tua berharap dan percaya bahwa dengan memberi hadiah bagi anak-anaknya yang berperilaku baik atau sebaliknya menghukum mereka jika berperilaku buruk, akan memperbaiki perilaku mereka. Praktek pendidikan seperti ini ternyata memiliki dasar logika yang kuat. Karena itu pengkondisian operan sesungguhnya adalah bentuk sederhana dari cara belajar atau modifikasi perilaku, dan inilah unsur terpenting dari riset Pavlov meskipun pada saat itu belum begitu nampak. Mengapa anjing tadi langsung mengeluarkan air liur begitu mendengar dering bel atau kilat cahaya? Keluarnya air liur konon dimaksudkan untuk memudahkan seekor anjing menyantap makanannya dan itu pula sebabnya itu terbiasa mengeluarkan air liur ketika mengharapkan makanan. Kedua jenis pengkondisian itu pernah dicoba untukdipadukan. meskipun tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Contoh populer berikutnya dari pengkondisian klasik adalah penyorotan sinar lampu ke mata seekor kelinci untuk menguji responnya dalam bentuk keluarnya air mata Namun keluarnya air mata itu agaknya sulit untuk ditafsirkan sebagai respon perilaku khusus terhadap adanya cahaya, karena keluarnya air mata kelinci itu lebih dimaksudkan untuk melindungi matanya. Atas dasar itu mungkin akan lebih tepat kalau dikatakan pengkondisian klasik lebih mencerminkan upaya untuk mengetahui antisipasi binatang terhadap konsekuensi tertentu sehingga masih sulit dikatakan sebagai upaya untuk mengetahui apa yang dilakukan binatang guna menghindari konsekuensi tersebut (hal ini lebih tepat dilakukan dalam riset pengkondisian operan).  Sedangkan perilaku langsung yang dipengaruhi oleh pemahaman akan adanya konsekuensi tertentu, merupakan cakupan riset pengkondisian operan.

PENGERTIAN PENGKONDISIAN KLASIK DAN OPERAN | ok-review | 4.5