PENGERTIAN PENGEMBALIAN MENURUT SKALA

By On Wednesday, January 22nd, 2014 Categories : Ekonomi

RETURN ON CAPITAL EMPLOYED / PENGEMBALIAN ATAS MODAL YANG DITANAMKAN adalah suatu ukuran akuntansi dari KEMAMPUAN LABA (PROFITABILITY) sebuah perusahaan, yang mencerminkan LABA (PROFITS) perusahaan untuk suatu periode tertentu sebagai suatu persentase dari modal yang ditanamkan. Pada umumnya, laba ditentukan sebelum pengurangan pajak dan dihubungkan dengan modal jangka panjang yang digunakan, walaupun terdapat kemungkinan perbandingan lainnya, yang menghubungkan laba sebelumr. pajak dan pembayaran bunga dengan seluruh AKTIVA (ASSETS) yang digunakan, dan perbandingan yang lebih sempit yang menghubungkan laba sesudah pajak dengan modal para pemegang saham.
Di bawah KEBIJAKAN PERSAINGAN (COMPETITION POLICY), pengembalian atas modal yang digunakan dipakai untuk memastikan apakah suatu perusahaan menghasilkan LABA NORMAL (NORMAL PROFIT) atau LABA DI ATAS NORMAL (ABOVE NORMAL PROFIT). Lihat juga ALLOCATIVE EFFICIENCY, PUBLIC INTEREST.
RETURNS TO SCALE / PENGEMBALIAN MENURUT SKALA adalah hubungan antara KELUARAN (OUTPUT) dari suatu produk dan JUMLAH FAKTOR MASUKAN (FACTOR INPUTS) yang digunakan untuk memproduksi produk tersebut dalam JANGKA PANJANG (LONG RUN). Apabila, misalnya, dengan menggandakan jumlah faktor masukan yang digunakan akan menghasilkan output yang meningkat dua kali lipat jumlahnya, maka perusahaan itu mengalami “pengembalian menurut skala” yang konstan. Sementara itu, skala ekonomis (economies of scale) adalah merupakan suatu peningkatan dalam output yang lebih daripada proporsional apabila faktor masukan yang digunakan jumlahnya dua kali lipat. Sebaliknya, SKALA DISEKONOMIS (DISECONOMIES SCALE) terjadi apabila dengan digandakannya faktor masukan yang digunakan maka peningkatan dalam output adalah kurang dari proporsional.
RETURNS TO THE VARIABLE FACTOR INPUT / PENGEMBALIAN MENURUT FAKTOR MASUKAN VARIABEL adalah tingkat perubahan KELUARAN (OUTPUT) dalam teori penawaran JANGKA PENDEK (SHORT RUN) , yang dihasilkan dari perubahan-perubahan dalam FAKTOR MASUKAN VARIABEL ( VARIABLE-FACTOR INPUT) dalam sebuah pabrik dengan suatu ukuran tertentu. Dalam jangka pendek, beberapa FAKTOR MASUKAN (FACTOR INPUTS) adalah variabel akan tetapi masukan-masukan yang lain adalah tetap. Suatu perusahaan dapat merubah tingkat outputnya hanya dengan mengkombinasikan banyak atau sedikit faktor-faktor variabel dengan faktor-faktor tetap, yaitu dengan mengubah proporsi yang digunakan dalam masukan-masukan faktor tersebut. Semakin banyak suatu masukan variabel digunakan dalam hubungannya dengan suatu jumlah masukan tetap tertentu, maka :
(a) pada awalnya, sebagaimana diperlihatkan dalam Gambar 156a, terdapat pengembalian yang meningkat pada masukan variabel, output meningkat secara lebih proporsional dibandingkan dengan peningkatan pada masukan variabel sehingga kurva PRODUK FISIK TOTAL (TOTAL PHYSICAL PRODUCT) meningkat secara teratur, dan baik PRODUK FISIK MARGINAL (MARGINAL PHYSICAL PRODUCT) maupun PRODUK FISIK RATA-RATA (AVERAGE PHYSICAL PRODUCT) juga meningkat.
(b) terjadinya PENGEMBALIAN YANG KONSTAN (CONSTANT RETURNS) di mana peningkatan dalam keluaran menjadi proporsional dengan meningkatnya penggunaan masukan variabel (produk fisik marginal dan produk fisik rata-rata menjadi konstan).
(c) PENGEMBALIAN YANG MENURUN (DIMINISHING RETURN) pada masukan variabel kemudian terjadi (lihat Gambar 156 b), di mana peningkatan dalam keluaran menjadi kurang dari proporsional terhadap peningkatan dalam penggunaan masukan variabel (kurva produk fisik total menjadi, mendatar dan juga baik produk fisik marginal maupun produk fisik rata- rata menjadi menurun).
(d) Pada akhirnya, pengembalian yang negatif mungkin terjadi apabila masih terjadi suatu peningkatan dalam penggunaan masukan variabel, di mana hal ini mengakibatkan suatu penurunan dalam output total (kurva produk fisik total mulai menurun dan baik produk fisik marginal maupun produk fisik rata-rata berubah menjadi negatif).
Lihat ISOQUANT MAP. lain di bawah suatu SISTEM NILAI TUKAR YANG TETAP (FIXED EXCHANGE RATE SYSTEM) , misalnya, seperti diperlihatkan dalam Gambar 157, maka suatu peningkatan dalam nilai pound Inggris terhadap dollar Amerrika Serikat dari suatu nilai tetap ke nilai lain yang lebih tinggi, katakanlah, dari £ 1 = $ 2,40 menjadi £ 1 = 5 2,80. Tujuan dari diadakannya suatu revaluasi adalah untuk menghilangkan atau menghapus surplus yang terjadi dalam NERACA PEMBAYARAN (BALANCE OF PAYMENTS) suatu negara dan penimbunan yang berlebihan dari CADANGAN INTERNASIONAL (INTERNATIONAL RESERVES). Suatu revaluasi mengakibatkan IMPOR (IMPORT) (dalam mata uang lokal) menjadi lebih murah, dan EKSPOR (EXPORT) (dalam mata uang lokal) menjadi lebih mahal, oleh karenanya akan mendorong peningkatan impor dan menurunkan permintaan ekspor.
Sampai sejauh mana keberhasilan suatu pelaksanaan revaluasi dalam menghilangkan suatu surplus pembayaran, tergantung pada reaksi volume ekspor dan impor terhadap perubahan yang terjadi dalam harga-harga relatif, yaitu, ELASTISITAS HARGA DARI PERMINTAAN (PRICE-ELASTICITY OF DEMAND) untuk ekspor dan impor. Apabila nilai-nilai ini adalah rendah, yaitu permintaan adalah inelastis, maka volume perdagangan tidak akan berubah dengan sangat drastis dan revaluasi tersebut dalam kenyataannya mungkin akan mengakibatkan surplus yang dialami menjadi semakin besar. Di sisi lain, apabila permintaan ekspor dan impor adalah elastis, maka perubahan yang terjadi dalam volume perdagangan akan menghilangkan surplus yang ada. KESEIMBANGAN NERACA PEMBAYARAN (BALANCE-OF-PAYMENT EQUILIBRIUM) akan dipulihkan apabila penjumlahan elastisitas ekspor dan impor adalah lebih besar daripada satu (KONDISI MARSHALL-LERNER (MASHALL-LERNER CONDITION) .
Sejauh mana keberhasilan suatu revaluasi untuk memulihkan keseimbangan neraca pembayaran tergantung pada sejumlah faktor, yang meliputi reaksi dari perusahaan-perusahaan domestik dan dampak dari mengakibatkan impor menjadi lebih bersaing dalam harga, memberikan tekanan pada produsen-produsen domestik untuk memotong harga-harga mereka atau lebih tergantung pada iklan dan promosi penjualan. Begitu juga halnya dalam pasar-pasar ekspor, suatu perusahaan mungkin akan memilih untuk tetap bertahan pada harganya, yaitu dengan menerima laba marginal yang lebih rendah, daripada meningkatkan harga dalam rangka untuk mempertahankan pangsa pasar yang dimiliki. Oleh karena itu, dalam jangka pendek, revaluasi akan mengancam kamampuan memperoleh laba dan posisi pasar vang dimiliki oleh perusahaan, meletakkan perusahaan-perusahaan di bawah tekanan untuk memotong biaya-biaya dengan cara meningkatkan produktivitas, dan secara umum menempatkan suatu penekanan yang lebih besar pada PEMBEDAAN PRODUK (PRODUCT DIFFERENTIATION) sebagai suatu alat untuk mempertahankan persaingan dengan para pemasok luar negeri. Bandingkan dengan DEVALUATION. Lihat EXTERNAL-INTERNAL BALANCE MODEL.

PENGERTIAN PENGEMBALIAN MENURUT SKALA | ok-review | 4.5