PENGERTIAN PENGADILAN PRAKTEK-PRAKTEK YANG MEMBATASI

By On Wednesday, January 22nd, 2014 Categories : Ekonomi

RESTRICTIVE LABOUR PRACTICE / PRAKTEK TENAGA KERJA YANG BERSIFAT MEMBATASI adalah suatu praktek, biasanya dilakukan oleh sebuah SERIKAT DAGANG (TRADE UNION) untuk kepentingan para anggotanya, yang mempunyai dampak terhadap penurunan efisiensi produksi. Contoh, sebuah serikat mungkin dapat memaksa bahwa harus ada sejumlah tertentu laki-laki bekerja pada suatu kegiatan tertentu, walaupun hal ini melibatkan tenaga kerja laki-laki lebih banyak dari jumlah yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara efisien (penggunaan tenaga laki-laki yang berlebihan); serikat-serikat yang berbeda yang bekerja dalam pabrik yang sama mungkin menetapkan peraturan-peraturan pembatas yang menentukan tugas-tugas apa yang dapat dikerjakan oleh anggota-anggotanya dan tugas-tugas apa yang tidak dapat dikerjakan, yang mempunyai dampak membatasi pertukaran kerja; serikat-serikat mungkin dapat menolak pemasangan mesin baru, khususnya apabila dengan penambahan tersebut mengakibatkan hilangnya pekerjaan. Lihat juga PRODUCTIVITY, X-INEFFICIENCY INDUSTRIAL RELATIONS, SUPPLY-SIDE ECONOMICS.
RESTRICTIVE PRACTICES COURT (RPC) / PENGADILAN PRAKTEK-PRAKTEK YANG MEMBATASI adalah suatu badan pengaturan yang bertanggung jawab tidak penuh terhadap pelaksanaan KEBIJAKAN PERSAINGAN (COMPETITION POLICY) Kerajaan Inggris. Tugas-tugas dasar dari RPC adalah untuk meneliti dan melaporkan kasus- kasus dari PERJANJIAN PERDAGANGAN TERBATAS (RESTRICTIVE TRADE AGREEMENT), PERJANJIAN INFORMASI (INFORMATION AGREEMENT) dan MEMPERTAHANKAN HARGA JUAL KEMBALI (RESALE PRICE MAINTENANCE) yang dilimpahkan dari KANTOR PERDA¬GANGAN YANG ADIL (OFFICE OF FAIR TRADING) untuk menetapkan apakah mereka beroperasi bertentangan dengan kepentingan masyarakat atau tidak.
Kepentingan masyarakat secara luas dapat disamakan dengan penyebab dari diberlakukannya persaingan efektif, dalam artian bahwa peraturan dalam daerah ini berisikan suatu praduga bahwa persaingan secara umum adalah lebih disenangi daripada KOLUSI (COU,USION) . Dalam kasus perjanjian restriktif dan perjanjian informasi, semua perjanjian-perjanjian tersebut akan dianggap bertentangan dengan kepentingan masyarakat kecuali kalau para pendukungnya dapat membuktikan kenyataan sebaliknya dengan cara memuaskan atau memenuhi satu atau lebih dari delapan “pintu gerbang” yang ada (bahwa perjanjian itu adalah bermanfaat, misalnya karena perjanjian itu meningkatkan efisiensi, meningkatkan ekspor, atau menciptakan lapangan pekerjaan), dan hanya bila kemudian keuntungan- keuntungan tersebut dapat melebihi setiap kerugian yang ditimbulkannya. Perjanjian-perjanjian yang dibentuk oleh pengadilan yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat secara otomatis tidak berlaku dan dihindarkan.
Sedikit sekali perjanjian yang berhasil dipertahankan, dalam kenyataannya hanya ada kurang dari 15 perjanjian. Perjanjian-perjanjian yang sebagian besar (lebih dari 9000) didaftar oleh Kantor Perdagangan Yang Adil telah ditinggalkan secara sukarela tanpa melalui suatu peradilan yang formal di pengadilan. Oleh karena itu, di permukaan terlihat adanya keberhasilan serangan pada kolusi diantara para pemasok. Akan tetapi, terdapat bukti yang berkembang yang menunjukkan banyak perjanjian- perjanjian yang dilakukan dengan terselubung dan beroperasi secara “rahasia”.

PENGERTIAN PENGADILAN PRAKTEK-PRAKTEK YANG MEMBATASI | ok-review | 4.5