PENGERTIAN PENERAPAN GEOGRAFI

By On Friday, October 25th, 2013 Categories : Sosiologi

Geografi lahir sebagai disiplin akademis yang memiliki potensi terapan untuk menambah pemahaman mengenai dunia. Dalam perkembangannya, ada berbagai pendapat mengenai seberapa perlunya segi terapan ini, karena beragamnya tuntutan yang dikemukakan kepada disiplin ini maupun kepada akademisinya secara umum. Sebagai contoh, Taylor (1985) berpendapat bahwa negara-negara, yang menyediakan sebagian besar pendanaan universitas, tampaknya lebih bisa mendesakkan munculnya karya terapan di mana akademisi diharapkan langsung memenuhi kebutuhan masyarakat dalam periode resesi ekonomi ketimbang dalam masa relatif makmur, yang lebih memungkinkan dilakukannya riset-riset murni atau non-terapan. Tentu saja, di sejumlah masyarakat, seperti Uni Soviet dan Eropa Timur antara 1945 dan 1989, praktek geografi dan semua disiplin akademis lainnya hampir seluruhnya ditentukan oleh tuntutan aparat negara. Nilai terapan dari geografi sangat dihargai selama Perang Dunia Kedua karena kemampuan para ahli geografi untuk menyediakan informasi mengenai negara-negara lain; keahlian kartografi serta fotogrametrik mereka banyak dipakai dalam dunia intelijen. Sejak 1950-an, peran geografi dalam pengumpulan data dan analisisnya dipakai pula sebagai pedoman dalam menyiapkan rencana-rencana pembangunan kota dan kawasan, dan beberapa perkembangan teknisnya (seperti GIS) diarahkan untuk tujuan-tujuan praktis. Ada yang berpendirian bahwa salah satu peran pokok ahli geografi adalah memberikan nilai tambah pada data, yang kemudian bisa ‘dijual’ kepada para pengambil keputusan. Meningkatnya minat pada isu-isu lingkungan baik tingkat lokal, regional, nasional, maupun global telah menjadi perhatian para ahli geografi. Banyak karya mereka menekankan kedua sisi: proses-proses yang terjadi dalam lingkungan fisik dan dampak aktivitas manusia terhadap proses tersebut serta hasil-hasilnya; ini misalnya tampak dalam usaha penaksiran dampak-dampak lingkungan. Dalam kebanyakan karya terapan ini para ahli geografi memakai aneka metode dan orientasi positivis guna mencari pemecahan dari sekian masalah yang telah ditemukan; mereka terlibat dalam rekayasa masa depan sosial berdasarkan pemahaman ilmiah mereka. Pandangan teknokratis ini ditentang oleh ahli-ahli geografi lain. yang melihat karya seperti itu hanya melanggengkan status quo dalam masyarakat, dan dengan demikian mempertahankan banyak ketimpangan dan ketidakadilan serta kelanjutan dari mode produksi kapitalis dan para aparat negara yang bertujuan mengangkat dan melegitimasi apa yang mereka pandang sebagai sistem yang tidak adil. Menanggapi kritik-kritik seperti ini, ada beberapa aturan penerapan yang kemudian ditegakkan bagi ahli-ahli geografi dalam mengangkat kesadaran akan sifat perubahan dunia di mana kita tinggal ini (baik kesadaran diri sendiri maupun kesadaran orang lain) dan dalam memajukan emansipasi, di mana para warga bisa memegang kendali atas masyarakat dan mengarahkannya sesuai dengan tujuan mereka sendiri. Masing-masing tujuan ini sifatnya politis dan harus bersaing dengan para pendukung sudut pandang lain: semua memandang geografi sebagai pelayan bagi tujuan-tujuan politik tertentu, kendati ada di antaranya yang akan membantah hal ini dan mengatakan bahwa mereka memainkan peran ilmiah yang netral dan berada dalam batas batas yang dibuat masyarakat di mana para ahli geografi termasuk salah satu anggotanya.
Geografi adalah disiplin akademis yang luas dan dinamis, yang memiliki akar dalam ilmu pasti, ilmu sosial dan sekaligus humaniora. Di dalamnya terdapat berbagai kelompok yang saling beririsan, baik para ahli riset maupun guru, yang kesemuanya bertujuan meningkatkan pemahaman kita mengenai lingkungan, tata ruang dan tempat dengan sekian macam cara. Perbedaan pendekatan di antara kelompok-kelompok itu menyebabkan perdebatan yang tidak putus-putusnya mengenai alternatif-alternatif pandangan. Namun di samping itu terdapat juga sekian banyak riset dan kegiatan akademis yang substansial yang telah berjasa meningkatkan pemahaman kita mengenai bagaimana lingkungan fisik tersusun dan bekerja, bagaimana kehidupan manusia diorganisir secara ruang, dan bagaimana tempat-tempat diciptakan sebagai lokasi kediaman dan ajang sosialisasi.

PENGERTIAN PENERAPAN GEOGRAFI | ok-review | 4.5