PENGERTIAN PASAR DERIVATIF DAN PASAR FUTURES

By On Thursday, October 17th, 2013 Categories : Ekonomi

Pilihan-pilihan instrumen mulai dari kontrak berjangka, swaps, futures, options, dan beberapa jenis instrumen lainnya, diperdagangkan setiap harinya pada pasar-pasar yang letaknya saling berjauhan di mana detil kontrak disesuaikan dengan kebutuhan khusus kedua belah pihak. Suatu instrumen keuangan yang diturunkan/ diderivasikan dari, atau dijaminkan atas beberapa aset lainnya disebut instrumen derivatif/turunan yang biasa diperdagangkan pada pasar khusus yang juga disebut pasar derivatif (pasar ini juga memperjual-belikan aset dan aneka komoditas). Perdagangan derivatif yang didasarkan pada komoditas mempunyai sejarah yang cukup panjang. Nilai perdagangan instrumen-instrumen ini sangat dipengaruhi oleh nilai perdagangan aset-aset keuangan. Bentuk-bentuk utama instrumen derivatif adalah kontrak-kontrak berjangka, permintaan (order) di muka atau futures, options, dan swaps. Kontrak-kontrak berjangka dan futures melibatkan dua pihak yang terikat kontrak untuk memperdagangkan suatu aset tertentu pada saat tertentu di masa depan dengan harga yang disetujui pada saat ini. Kontrak-kontrak options memberikan kepada pembeli hak, namun bukan keharusan, untuk membeli dari (jika ini merupakan pilihan pembeli options), atau menjual kepada (jika ini merupakan pilihannya) penjamin kontrak atau penjual options suatu komoditi atau aset tertentu selama beberapa waktu di masa depan untuk harga yang disetujui sekarang. Kontrak swaps melibatkan dua pihak yang terikat kontrak untuk mempertukarkan uang tunai pada tanggal-tanggal tertentu dengan cara yang disetujui sekarang. Namun, beberapa jenis kontrak options dan futures juga diperdagangkan melalui mekanisme pertukaran yang terorganisir di mana perdagangan dilaksanakan dilakukan pada tempat-tempat tertentu dan ketentuan kontraknya diseragamkan. Ciri sera gam futures dan options dimaksudkan untuk mendukung likuiditas dari pasar-pasar ini. Hampir semua kontrak ditentukan tidak oleh pengiriman aset melainkan oleh posisi berimbang dari pihak-pihak yang bertransaksi.
Perdagangan komoditas derivatif melalui pasar khusus yang terorganisir dimulai pada abad 19, dengan dibentuknya Badan Perdagangan (Board of Trade) Chicago pada tahun 1848 dan diperkenalkannya perdagangan berjangka di sana pada tahun 1860-an. Sekalipun demikian, baru pada tahun 1970-an perdagangan ini berkembang pesat, segera setelah terjadinya kelumpuhan rezim nilai tukar tetap Brettton Woods. Upaya untuk mewujudkan nilai tukar mengambang yang disertai dengan perubahan-perubahan besar lainnya dalam perekonomian global pada tahun 1970-an telah menyebabkan ketidakstabilan nilai tukar dan suku bunga internasional. Ketidakstabilan seperti itu menjadi sumber ketidakpastian bagi perusahaan dan menyebabkan timbulnya kebutuhan akan adanya instrumen keuangan yang dapat membantu mereka mengelola resiko. Komoditas keuangan dan pilihan-pilihan kontrak keuangan yang baru mulai dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan itu. Dalam 20 tahun setelah diperkenalkan, nilai transaksinya mencakup 60 persen dari total perdagangan aset. Tujuan utama perdagangan derivatif ini adalah agar resiko dapat dikelola atau ditekan sejauh mungkin. Sebagai contoh, pertimbangkan sebuah perusahaan yang sedang menjual sesuatu ke luar negeri dan ia dijadwalkan menerima pembayaran dalam suatu mata uang asing dalam waktu tiga bulan kemudian. Perubahan dalam nilai tukar selama tiga bulan mendatang dapat menyebabkan jumlah uang dalam mata uang lokal yang akan diterimanya menjadi jauh lebih sedikit daripada yang telah diperhitungkan, sehingga mungkin saja transaksi itu membangkrutkan perusahaan tersebut. Dengan menggunakan transaksi pelindung, perusahaan itu dapat meniadakan ketidakpastian yang berkait dengan perubahan nilai tukar dan menetapkan suatu nilai tukar untuk mata uang yang akan diterima. Ini jelas, karena dalam kontrak futures misalnya, harga pertukaran valuta asing yang diserahkan di masa mendatang dapat ditetapkan sekarang, sehingga unsur ketidakpastian dan resiko itu pun hilang. Selain peran pengaman itu, pasar-pasar derivatif juga melakukan peran penentu harga. Harga komoditi misalnya, menjadi patokan untuk meramalkan harga aset yang diharapkan di masa depan. Harga-harga komoditi dengan demikian memberikan informasi yang dapat membantu perencanaan bagi perusahaan maupun perorangan yang berkecimpung dalam pasar finansial. Sekalipun pasar-pasar derivatif memberikan peran besar bagi pengamanan dan penentuan harga, banyak kritikan yang dilontarkan terhadapnya. Kritik-kritik itu umumnya berkait dengan fakta bahwa perdagangan bursa itu cenderung menjadi magnet bagi para spekulator yang diyakini sering menimbulkan ketidakstabilan pasar-pasar aset. Namun, tidak banyak bukti yang bisa mendukung pandangan negatif tersebut.

PENGERTIAN PASAR DERIVATIF DAN PASAR FUTURES | ok-review | 4.5